Di sebu
ah hutan tinggallah berbagai jenis binatang. Mereka berteman satu dengan yang lainnya, tapi ada satu binatang yang tidak mau berteman dengan yang lainnya. Dia adalah seekor burung merak. Burung Merak ini memandang rendah binatang lainnya” dalam hatinya dia berpikir “ aku mempunyai bulu yang indah sekali, binatang lain tidak memilikinya, mana pantas mereka berteman denganku “ karena kesombongannya maka tidak ada binatang yang mau berteman lagi dengan dia. Tapi dia tidak peduli walaupun tidak punya teman.
Sampai pada suatu hari, tiba-tiba di hutan terjadi kebakaran yang sangat hebat, binatang yang lain berusaha menyelamatkan diri mereka, dan tanpa terduga burung merak ini pun terjebak dalam api, dengan panik dia berteriak “ tolong….tolong….. selamatkan saya, tolong….tolong….. “ suaranya terdengar sangat memilukan.
Binatang lain yang mendengar suaranya dari dalam hutan yang terbakar berusaha untuk menyelamatkannya, tapi apinya terlalu besar, binatang yang lain tidak dapat menerobos masuk karena semua sudah terhalang oleh api, akhirnya merekapun cuma dapat melihat dari kejauhan. Sampai akhirnya api menyambar bulu si burung merak ini, untunglah tak lama kemudian hujan turun dan apinya menjadi padam.
Binatang yang lain berusaha untuk menolong membawa dia ke tempat yang lebih aman, meskipun si burung merak ini selamat, tapi bulunya sudah hangus terbakar, dan sekarang dia menjadi binatang yang paling jelek di antara semua binatang.
Dia menjadi sangat malu dan berpikir “aku sekarang sudah menjadi jelek, pasti binatang lain akan menghina dan menjauhi aku, apa nantinya aku akan diusir dari hutan ini?“ tapi ternyata yang dipikirkan burung merak ini tidak terjadi, malah binatang yang lainnya merasa iba dan kasihan pada burung merak yang bulunya sudah hangus itu, dan mereka berusaha menghiburnya.
Melihat sikap binatang lainnya terhadap dia, si burung merak pun menyesal atas kesombongannya dulu, sejak saat itu dia menjadi burung yang ramah dan mau berteman dengan siapapun.
Mungkin dalam hidup kita sering kali kita memilik perilaku yang sombong, atau seringkali kita hanya mau bermain dengan teman tertentu saja, nah cerita diatas mengajar kita untuk tidak boleh sombong, karena Tuhan tidak suka kepada orang yang sombong. Jadilah anak yang rendah hati dan mau berteman dengan siapapun, dan selain itu kita juga harus saling memaafkan, seperti Tuhan yang sudah lebih dahulu memaafkan kita.
Amsal 16:18 : “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.”
Efesus 4:32 : “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”
Oleh: Wiyanna Riswanda
GBI Pasir Koja 39 Bandung