
Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia. (1 Raj. 17:16)
Di saat keadaan dunia tidak menentu, kita semua merasakannya dimana pekerjaan dan pelayanan diberhentikan sampai waktu yang tidak ditentukan. Banyak orang-orang mulai putus asa, memaksakan kehendak pribadi dengan tidak mentaati aturan-aturan yang dibuat untuk mencegah penularan Covid-19. Setiap orang melakukan apa yang mereka ingin lakukan.
Apa yang harus kita lakukan sebagai seorang remaja dan anak Tuhan di saat seperti ini? Ya, menjadi berkat dalam musim kekeringan. Musim kekeringan yang saat ini sedang kita rasakan. Bicara menjadi berkat bukan saja tentang materi, dan berkat tidak selalu datang melalui akal pikiran kita. Banyak dari kita yang saat ini masih menjadi pelajar atau mahasiswa yang sudah lulus dan sedang mencari pekerjaan. Kita bisa menjadi berkat meskipun belum menghasilkan materi. Dalam 1 Tesalonika 5:12, perhatikanlah supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.
Membalas kejahatan dengan kebaikan misalnya dengan melakukan respon yang benar, itupun sudah menjadi berkat. Berkat bisa terjadi melalui setiap pengalaman saat melewati pandemi ini. Kita diingatkan dengan banyak tinggal di rumah kita bisa lebih bersekutu dengan Tuhan, dalam soal jasmani kita diingatkan untuk lebih menjaga kesehatan. Mungkin sebelumnya kita acuh tak acuh tentang kesehatan. Berkumpul dengan keluarga di rumah, dan lebih menghemat pengeluaran. Beberapa contoh di atas mungkin membuat sebagian kita tidak enak untuk menjalankannya, tapi percayalah selalu ada berkat Tuhan walau melalui situasi yang tidak menentu sekalipun.
Kembali lagi ke 1 Raja-raja 17 tadi, sama halnya dengan peristiwa kekeringan yang dicatat dalam Alkitab tentang Elia yang diberkati oleh seorang janda di Sarfat. Sangat aneh secara logika, apalagi dalam perikop tersebut janda ini diperhadapkan juga
GBI Pasir Koja 39 Bandung