Penerbit: Gandum Mas, 2004
Sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1983 (dalam edisi bahasa Inggris: The Many Faces of Deception: Discovering the Truth About Some Controversial Teaching in the Church), buku ini telah menjadi tantangan yang serius bagi banyak ajaran yang belakangan ini menjadi populer di kalangan gereja. Ajaran yang dikarang-karang dan dililitkan keliling ayat-ayat Alkitab yang telah dipilih dengan teliti dan dimajukan oleh orang-orang dengan kepribadian yang amat menarik telah meminta banyak korban di dalam gereja. Sayang sekali tipuan-tipuan ini masih tetap berlangsung.
Pada saat ini, kita benar-benar menyaksikan ledakan dari Gerakan Zaman Baru (GZB). Tidak terhitung orang dari berbagai tingkat dan golongan yang terjerat oleh gagasan-gagasan serta praktik-praktik Gerakan Zaman Baru (New Age Movement), yang terlibat dengan roh-roh kegelapan yang bertindak sebagai makhluk terang. Para pendeta kenamaan menawarkan pesan campur baur dari gnostisisme, mistik kuno, dan psikologi modern – dan ternyata ini laku keras. Satu hal lagi. Orang Kristen biasanya melihat ajaran sesat hanya semacam Jim Jones (1931-1978) (pendiri “Peoples Temple” yang bunuh diri bersama pengikutnya di Jonestown, Guyana pada tahun 1978) atau aliran Moonie (pengikut Sun Myung Moon (1920-2012) dan Unification Church di Korea) atau Sainstologi, atau aliran-aliran yang lebih “terhormat” seperti Saksi Yehova atau Mormon, atau segala kegiatan yang menyangkut kuasa-kuasa gaib yang terlepas dari Yesus Kristus. Pada umumnya orang Kristen tahu bahwa mereka tidak boleh terlibat dalam permainan jailangkung, ramalan kartu, ramalan bintang, ramalan nasib, ilmu sihir, dan pemujaan roh. Tapi dalam kenyataannya ilmu klenik, serta praktik-praktik GZB dan paham-paham humanisme itu telah mendapat kemasan baru dalam pasaran Kristen. Dan mereka yang seharusnya mewartakan Firman Allah yang murni, seringkali justru menjajakan dagangan Iblis. Jadi, ancaman terbesar bagi anak-anak Tuhan yang telah dilahirkan kembali tidak datang dari aliran sesat atau ilmu klenik di luar gereja, tetapi datang dari strategi Iblis yang lebih licik yaitu : ajaran yang menyimpang di dalam Gereja yang benar. Tujuan penulis adalah membawa ajaran-ajaran yang memikat ini dari keremangan kepada terang Firman Allah.
Diawali dengan kata pengantar berjudul: Telinga Yang Gatal Dan Pikiran Yang Sesat, penulis menyusun bukunya menjadi tigabelas bab yaitu: (1) Mengikut Yesus Untuk Mendapatkan Kesenangan dan Keuntungan, (2) Pujilah Allah Atas Segala Sesuatu, (3) Mukjizat, Bagi Siapa Saja ?, (4) Benarkah ? – Tidak Benarkah ?, (5) Pertentangan Antar Jenis – Kekuasaan Atau Kepatuhan, (6) Siapakah Yang Berkuasa Di Sini ? Kepatuhan Yang Salah Kaprah, (7) Bersahabat – Namun Tetap Bebas, (8) Suara Berikut Yang Saudara Dengar, (9) Firman Siapakah ?, (10) Bagaimana Gereja Yang Baik Dapat Menjadi Buruk ?, (11) Terapi Kejiwaan Atau Humanisme Sekular ?, (12) Apakah Yang Sesungguhnya Terjadi Kalau Kita Mati ?, (13) Zaman Baru Menyerbu Mimbar Dan Bangku Gereja.
Florence Bulle adalah ibu dari empat orang anak yang sudah dewasa. Ia bersama suaminya tinggal di Silver City, Negara Bagian New Mexico, Amerika Serikat. Sebelum pensiun, ia bekerja sebagai konselor di sebuah klinik kesehatan jiwa dan membuka praktek pribadi. Beliau menulis berdasarkan pengalamannya selama bertahun-tahun sebagai pembicara dalam berbagai konferensi dan pertemuan (retreat).
Oleh: Hanan Gandasubrata
GBI Pasir Koja 39 Bandung
