Belajarlah dari Semut

Oleh : Dr. Ronny Lesmana, dr., M.Kes., PhD.

Tuhan Yesus sungguh mengasihi dan sudah menebus hidup kita.  Melihat begitu besar kasih Allah pada kita,  seharusnya kehidupan kita sebagai orang yang telah dimerdekakan oleh Kristus, selalu menyenangkan hati-Nya. Hati Tuhan akan disenangkan apabila kita setia dan taat melakukan kebenaran firman Tuhan, yaitu dengan melakukan apa yang menjadi Amanat Agung Tuhan, mengabarkan Injil untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya.

Di dalam melakukan pekerjaan pelayanan apapun, kita harus mendasarinya dengan kekuatan Roh Tuhan dan bukan kekuatan/kepintaran diri kita sendiri. Jika kita melakukan pelayanan atas dasar kekuatan sendiri, tidak sedikit dari kita yang pada akhirnya kecewa, patah semangat, mundur dari pelayanan bahkan lebih ekstrem keluar dari komunitas gereja.
Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu kita ingat supaya kita tetap setia dan kuat didalam pelayanan misi yang dipercayakan Tuhan kepada kita :

  1. Memiliki hubungan yang dekat dengan ALLAH dan memiliki pengalaman pribadi bersama Kristus. Ini adalah kunci dari kesaksian yang penuh kuasa. Bersaksi akan menjadi penuh kuasa apabila kita memiliki Roh Kristus dan mengalami-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan kita yang intim dengan Allah akan membuat kita mengerti bahwa Allah turut bekerja dalam segala hal dalam hidup kita.

 

  1. Mendasarkan setiap pelayanan di atas kasih Kritus. Kasih Kristus itulah magnet yang akan menarik orang-orang untuk datang kepada Tuhan. Kristus datang kepada kita karena kasih, dan kita seharusnya mendasarkan apa yang kita kerjakan atas kasih yang Allah taruh dalam hati kita dan bukan pada yang lain.

 

  1. Bergerak dengan hikmat yang dari Tuhan Allah. Hikmat Tuhan membuat kita mengerti esensi dan visi dari pelayanan yang dikerjakan. Hikmat Tuhan membuat kita memahami waktu, saat dan cara yang paling tepat untuk mengerjakan bagian pelayanan tersebut. Pelayanan misi bukan sesuatu yang hanya dilihat dan dihitung nominalnya, seperti berapa jiwa yang bertobat, berapa yang datang KKR, berapa yang datang ke pengobatan masal, berapa yang mau meresponi altar call. Tugas kita adalah melakukan bagian kita untuk menceritakan kebaikan Tuhan dan tidak dibatasi oleh parameter seperti di atas.

 

  1. Setia dan rajin dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Mari kita belajar pada karakter Tuhan Yesus, Ia seorang pekerja keras, pada banyak kesempatan Ia pagi-pagi telah bangun berdoa dan sering kali semalam-malaman Ia terus bergumul dalam doa. Pada siang hari Ia berjalan kaki berkilo-kilo meter untuk mengabarkan Injil. Sering kali Ia tidak mendapat tempat untuk makan dan tidur. Inilah beberapa sifat yang harus terdapat dalam hidup kita jika kita mau jadi pemenang jiwa yang berhasil. Jika kita belum memiliki sifat-sifat ini, mulailah berdoa dan minta kepada Tuhan supaya Dia mengubahkan hidup Anda sesuai dengan kehendak-Nya, supaya Anda bisa menjadi alat dalam tangan-Nya untuk menyelamatkan banyak jiwa.

 

Melalui kitab Amsal, Tuhan menasihatkan kita untuk tidak menjadi malas dan diingatkan untuk  belajar pada SEMUT. Hal ini sangat menarik, awalnya saya bertanya kenapa semut dan bukan binatang yang lain, kenapa karakter semut penting dalam pelayanan? “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.” (Amsal 6:6-8).

Beberapa sifat semut yang menggambarkan karakter yang seharusnya kita miliki sebagai kriteria pelayan misi yang ideal:

A. Sangat rajin. Kita selalu melihat semut dalam keadaan aktif, berjalan dan bekerja mengangkut makanan. Roh Tuhan akan selalu mendorong kita untuk bekerja melayani dan bersaksi secara alami, tidak bisa ditahan. Kita akan selalu ingin menceritakan tentang kebaikan dan pekerjaan Tuhan dalam hidup kita, keluarga dan gereja kita. Kerajinan tersebut lahir dari dorongan Roh Allah. Kita akan menjadi sangat rajin, mandiri dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri walaupun tidak ada yang mengawasinya karena kita melakukannya untuk Tuhan.

B. Determinasi yang tinggi tidak pernah berhenti sebelum sampai pada tujuan. Sesuatu yang lahir dari Roh Tuhan akan melahirkan determinasi yang tinggi. Tidak akan bergantung pada kondisi dan keadaan tapi justru akan mengubahkan keadaan.

C. Komunikasi yang intens. Komunikasi yang baik membangun kekuatan dan kesatuan hati. Kesatuan hati dari tim hanya akan kuat jika di bangun dengan komunikasi yang intens baik dalam roh (DOA) maupun komunikasi verbal.

D. Visi yang jauh ke depan dan jelas sehingga pantang menyerah

Amsal 30:25, “semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas”. Memahami tujuan Tuhan di dalam pelayanan yang dikerjakan, fokus dan berhasil. Semut tidak akan menyerah dan akan selalu berjuang melakukan yang terbaik untuk menemukan makanan dan membawanya kembali ke dalam sarang. Semut mengantisipasi dan menyiapkan persediaan makanan di fase sulit. Tuhan berkali-kali mengingatkan kita agar kita jangan takut, jangan ragu, khawatir atau bimbang dalam menjalani hidup yang tengah didera badai. Pegang janji Tuhan berikut: “Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati” (Ulangan 31:8).

E. Kuat bahkan sangat kuat.Semut sanggup mengangkat beban yang jauh lebih besar dari tubuhnya. Hal ini adalah berbanding terbalik dari logika hitung, tapi tekad dan semangat yang kuat dari Roh Allah akan memampukan kita mengerjakan bagian yang kita pikirkan mustahil. Sebagai manusia kita perlu instropeksi, kita diciptakan Tuhan jauh lebih mulia dari semut, mungkin saat mengangkat beban kehidupan sedikit saja sudah langsung mengeluh dan bersungut-sungut. Apalagi jika mengalami beban masalah yang cukup berat, tidak jarang kita akan merasa patah semangat dan menyerah. Kembali pada YESUS sehingga kita pasti sanggup melakukan hal-hal luar biasa yang jauh melebihi logika kita.

“Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17:20). Kita sanggup menanggung segala perkara, karena Tuhan memberi kekuatan pada kita. “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13). Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya, kata Yesus. “Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (Markus 9:23).

Mari Bapak Ibu, saudara dan saudari yang dikasih dalam kasih Yesus, seperti Firman Tuhan katakan belajarlah dari semut, jadi bijak serta teguh berpegang pada Firman Tuhan. Hal inilah yang akan menopang dan memperlengkapi kita semua untuk dapat optimal dalam pelayanan misi untuk menunaikan Amanat Agung Tuhan Yesus.

1 Korintus 15 : 57 – 58

Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Ayat 58: Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

 

 

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …