
Hadi dan Burhan sudah bersahabat sejak di bangku sekolah dasar dan saat ini mereka adalah pelajar kelas 3 SMA. Setiap hari mereka pergi ke sekolah bersama, belajar bersama, dan melakukan banyak kegiatan lainnya bersama-sama. Suatu hari mereka berdua menghadiri sebuah KKR, dan Hadi mengambil keputusan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidupnya. Tetapi Burhan yang hadir juga di KKR itu masih mengeraskan hatinya dan berkata, “Ah, bertobat nanti saja! Aku masih muda dan tidak akan mati besok kok.”
Keesokan harinya, Hadi berangkat ke sekolah dengan sahabat karibnya, Burhan, seperti biasanya. Pagi itu hujan mengguyur dengan cukup lebat. Mereka berdua berteduh sejenak, hingga hujan mereda. Kemudian, mereka naik ke motor masing-masing untuk melanjutkan perjalanan ke sekolah. Hadi dan Burhan memacu motor mereka masing-masing lebih cepat dari biasanya karena tidak ingin terlambat. Tiba di sebuah persimpangan, Burhan yang berada di depan tidak melihat sebuah lubang besar yang tertutup oleh genangan air. Motor yang dikendarainya pun jatuh dan Burhan pun terpental kurang lebih 5 meter ke depan. Dari arah yang berlawanan ada sebuah mobil yang melaju kencang dan malang tidak dapat dihindari, mobil itu pun menabrak Burhan yang terbaring di depannya.
Hadi berteriak kencang ketika dia melihat sahabatnya. Isak tangis Hadi pun tidak bisa berhenti ketika ia memeluk Burhan, yang kepalanya berlumuran darah dan terbaring tanpa nafas. Maut datang tidak terduga! Hari itu, dua sahabat karib terpisahkan untuk selamanya.
Seringkali kita tidak memahami bahaya api neraka, sampai maut menimpa orang yang kita kasihi. Alkitab mencatat bahwa upah dosa ialah maut, maksudnya adalah penyiksaan siang dan malam yang tiada hentinya di api neraka. Keindahan sorga dan kengerian neraka adalah dua hal yang nyata, dan bukanlah hasil imajinasi manusia. Suka atau tidak, pada akhirnya tetap setiap manusia pasti akan mengalami salah satu di antara keduanya. Memiliki Kristus, kita akan mengalami indahnya sorga. Tetapi tanpa Kristus, kita akan mengalami hukuman kekal di neraka sebab tidak ada pengampunan bagi dosa kita.
Inilah sebabnya Tuhan Yesus memberi perintah yang harus dilakukan oleh semua orang percaya, yaitu Amanat Agung. Tuhan Yesus ingin agar semua orang berdosa berbalik bertobat dan menerima Injil serta memperoleh keselamatan yang kekal. Sudah menjadi tugas setiap orang percaya untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah agar dapat tersebar hingga ke ujung dunia (Kis. 1:8).
Yohanes Pembaptis mengerti betapa daruratnya menyelamatkan jiwa-jiwa dari bahaya api neraka. Oleh sebab itu ia berkeliling dan memberitakan : “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Apakah kita juga sepenuhnya menyadari bahaya nyata yang selalu menanti orang-orang yang kita kasihi, jika mereka belum diselamatkan? Jika kita sekarang sudah beroleh jaminan keselamatan, tidakkah kita rindu setiap jiwa ada dalam antrian yang sama dengan kita menuju ke sorga? Bayangkan apa yang akan terjadi dengan orang-orang yang tidak pernah mengaku dengan mulut dan tidak percaya dalam hati mereka bahwa Yesus adalah Tuhan. Nasib mereka sudah jelas, neraka menanti mereka!
Di zaman modern ini, utusan-utusan Kristus di dunia memerlukan hikmat Tuhan untuk menjangkau generasi mereka sesuai dengan tuntutan zaman. Perpaduan antara kecerdikan dan ketulusan, kreatifitas dan kekudusan, menjadi senjata kebenaran yang ampuh di tangan mereka yang terlatih imannya untuk dapat memenangkan jiwa-jiwa lebih dahsyat lagi. Mari kita rebut orang-orang dari bahaya api neraka, supaya nama Tuhan Yesus dipermuliakan di bumi dan di sorga. Amin.
Tuhan Yesus memberkati.
GBI Pasir Koja 39 Bandung