Kemerdekaan

17 Agustfreedomus 2015 Indonesia memperingati kemerdekaannya yang ke-70 tahun. Wow! Jauh lama sebelum masa anak-anak muda seusia saya lahir. Dan anak muda pada angkatan kini bisa menikmati indahnya Indonesia yang nyaman, tentram, dan damai, relatif jauh lebih baik dibandingkan angkatan ayah atau kakek kita ketika muda dulu.

Kisah perjuangan bangsa Indonesia antara lain melewati pemberontakan G30S/PKI, pergantian orde lama ke orde baru, lalu kerusuhan 98 dan kini menjadi bahan yang menghiasi buku sejarah di sekolah-sekolah. Tentu kita perlu bersyukur atas apa yang telah bangsa ini lalui, sehingga di angkatan kita sekarang kita dapat merasakan toleransi antar-umat beragama, kemajuan ekonomi, dan teknologi yang lebih baik. Namun, perlu diingatkan bahwa perjuangan negeri ini belum selesai. Masih banyak ketimpangan sosial yang menjadi PR anak muda bangsa ini.

Sebagai seorang muda Kristen, kita perlu menunjukkan kasih kepada bangsa ini, tempat di mana kita ditempatkan oleh Tuhan sebagai garam dan terang dunia. Masih banyak orang – orang yang sulit memiliki akses ke dunia kesehatan dan pendidikan, bahkan hanya untuk sekedar kebutuhan pokok sekalipun masih banyak yang kekurangan. Kekristenan tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi eksklusif dan tertutup, namun untuk berdampak bagi sekitarnya dan kini masih banyak ladang terbuka untuk digarap.

Paulus mengingatkan jemaat Galatia dengan jelas, “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” Kemerdekaan yang telah kita dapatkan, baik secara jasmani dengan kemerdekaan Indonesia maupun secara rohani setelah kita lahir baru dalam Kristus, tidak diperuntukkan untuk kesempatan untuk kehidupan dalam dosa melainkan untuk suatu tujuan yang mulia dan besar.

Sebagai anak muda yang telah dimerdekakan oleh Kristus, kita perlu mengetahui bahwa Tuhan memanggil kita secara khusus ke dunia bisnis, pelayanan, pendidikan, kesehatan, industri, entertainment, dan bidang lainnya untuk berdampak bagi negeri kita, Indonesia. Ada tanggungjawab yang dipercayakan kepada kita untuk dilaksanakan dan hal penting yakni kita harus memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi panggilan masing-masing. Belajar serius di sekolah , beribadah dengan sungguh-sungguh serta memiliki hubungan yang baik dengan Kristus akan membawa kita lebih dekat ke panggilan mulia tersebut serta berdoa membuat kita fokus pada apa yang Tuhan taruhkan dalam hati kita untuk berdampak bagi Indonesia.

Perlu diingat bahwa sekolahmu pun bagian dari Indonesia, tetanggamu pun merupakan bagian Indonesia, gerejamu, keluargamu, kotamu, teman-teman terdekatmu, dan generasi muda didepan kita , semuanya merupakan Indonesia-Indonesia kecil yang memerlukan rasa dan cahaya dari garam dan terang dunia yang Kristus berikan kepada kita. Berdampak bagi Indonesia dapat dimulai dari berdoa dengan hal-hal sederhana dan melakukan yang terbaik untuk menjadi terang yang akhirnya bersinar hingga ke seluruh negeri.

Oleh: Ivan Stefanus

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …