DOA YABES

Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.” Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu – 1 Tawarikh 4:9-10

Mengapa Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya? Apa keistimewaan dari seorang yang namanya memiliki arti “kesakitan” dan tidak ada tulisan yang menceritakan prestasi hebat seperti orang-orang hebat lain yang dicatat Alkitab.

Bruce Wilkinson dalam bukunya “Doa Yabes“ mengatakan arti nama Yabes (PAIN) diberikan ibunya, karena pada saat melahirkan, Ibunya mengalami sakit yang luar biasa. Dalam masa pertumbuhannya, Yabes sering mendapat perlakuan yang berbeda bahkan ejekan dari saudaranya, dianggap hanya akan memberi penderitaan bagi keluarga. Yabes lahir dalam kondisi tertolak tetapi ia tidak mau tenggelam dalam kondisi mengasihani diri sendiri.

Kebiasaan di masyarakat Indonesia jika anak yang sakit-sakitan mereka akan mengganti nama, atau bahkan bertanya kepada orang pintar atau buku primbon untuk sebuah nama. Yabes nama yang mengandung arti yang tidak bagus, tetapi dalam pribadinya, Tuhan menumbuhkan iman yang luar biasa. Dalam kekurangannya, Yabes tekun mempelajari tentang apa yang Tuhan kerjakan bagi bangsa Israel dan itu meneguhkannya. Pengenalan-Nya akan pribadi Allah, membuat ia berani untuk menaikkan DOA YABES. Oleh karena itu dia dimuliakan. Dua hal yang bisa saya simpulkan dari pribadi Yabes:

  1. Yabes tidak bermain drama atas kehidupannya. Sering kali manusia bermain drama dikarenakan masalah kehidupan. Berusaha menjadi orang lain di hadapan Allah dan manusia, untuk mendapatkan keuntungan atau pertolongan, tetapi Tuhan menginginkan hubungan yang nyata dan tulus
  2. Yabes tidak merasa terlahir sebagai seorang korban dan tidak terjebak dengan sikap mengasihani diri sendiri. Sikap seperti tidak akan menumbuhkan iman. Yabes menaikkan doa, karena ia memiliki iman dan keberanian untuk datang kepada Tuhan, dengan permintaan yang luar biasa, tanpa melihat masa lalu dan masalah. Yabes berdoa karena ia percaya dan bukan karena masalah. Ia berdoa:

“Kiranya Engkau memberkati aku belimpah-limpah.” Sesungguhnya ini bukan sebuah permintaan daging. Yabes sangat tahu, bahwa Allah tidak seketika menjawab doanya, tetapi Yabes ingin menyatakan kesetiaan iman kepada Tuhan, dan itu yang akan membawanya kepada sebuah kepastian akan janji Allah. Bukan berkat yang akan memberikan kesukaan dalam kehidupan, tetapi kesetiaan iman kepada Kristus itu yang memberikan kemenangan.

“Memperluas daerahku.” Yabes berdoa selaras dengan hati Allah, ada tujuan Ilahi di dalam doanya. “Berkati aku Tuhan agar aku bisa mengerjakan apa yang menjadi panggilanku di dalam Engkau.” Yabes tidak berdoa dan fokus pada dirinya. Pada saat itu Yabes adalah seorang gembala biasa dan dia merindukan memiliki ternak yang banyak dan area yang luas. Terlepas dari kondisinya, ia rindu agar hidupnya berdampak luas. Perhatikan juga, bahwa Yabes berdoa agar Tuhan menambahkan apa yang dia miliki, bukan apa yang tidak ada pada dirinya. Seringkali kita berdoa agar Tuhan memberikan apa yang tidak kita miliki, sementara apa yang kita punya, tidak kita persembahkan bagi Tuhan. Karenanya, berdoalah agar kita hidup dalam panggilan-Nya dan agar kita ada di dalam penggenapan visi Ilahi.

“Kiranya Tangan-Mu menyertai aku.” Siapa yang menyertai Anda hari-hari ini? Seringkali ketika kita bermasalah, kita minta Tuhan menyertai dan setelah luput dari masalah, seketika itu juga kita melepaskan tangan-Nya. Tanpa penyertaan tangan Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Yabes percaya bahwa penyertaan Tuhan lah yang akan membawa dia ke jalan kemenangan Tuhan.

“Melindungi aku dari malapetaka dan kesakitan.” Sesungguhnya pertolongan kita hanya datang dari Tuhan. Manusia akan dihadapkan kepada sebuah pilihan ketika menghadapi permasalahan, percaya kepada Tuhan atau kepada manusia? Jika Anda memilih untuk percaya kepada Tuhan, maka Anda akan dihadapkan kepada sebuah konsekuensi, yaitu harus percaya dan tinggal tetap di dalam Yesus (mematikan segala kedagingan). Ingatlah, bahwa mengandalkan kekuatan manusia atau diri kita sendiri tidak akan mendatangkan berkat dalam kehidupan kita, justru sebaliknya akan mendatangkan kutuk (Yer. 17:5; Ams. 3:33). Yabes tidak ingin hidup  di masa lalu, ia hanya ingin berjalan bersama dengan Tuhan, dan Yabes tahu pada siapa dia berlindung.

Tuhan pun mengabulkan doa Yabes, karena ia suka akan pengajaran firman Tuhan, ia fokus pada pribadi Allah yang menjawab doanya, kelemahan atau kekurangan tidak menjadi penghalang baginya untuk masuk dalam panggilan Tuhan, berdoa dengan keberanian seperti seorang pemburu, ia berdoa karena percaya bukan karena ia bermasalah, hidupnya berpusat kepada Pemiliknya yaitu ALLAH, bukan pada apa yang dimilikinya.

Mari belajar memiliki seperti Yabes! Ingat, Tuhan tidak akan menutup pintu tanpa membuka pintu yang lain untuk menolong kita. Berdoalah dengan keberanian dan keyakinan, bahwa Allah lah sumber pengharapan. Jika Anda berdoa dan percaya, maka Bapa juga akan memberikan kekuatan dan kesabaran bahkan ketekunan untuk menanti jawaban doa itu diberikan bagi kita.

Untuk itu, biarlah firman Tuhan ada dalam hati dan bibir kita, karena itulah yang menyegarkan dan memberikan damai sejahtera dalam kehidupan kita. Percayalah, bahwa di dalam nama Yesus, maka semua janji-Nya pasti digenapi. Amin!

Oleh: Reinhard A.P. Siagian

 

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …