MAKNA NATAL

Dewasa ini natal sudah menjadi hari perayaan yang universal , bukan lagi hanya perayaan keagamaan umat kristiani yang memperingati kelahiran Yesus. Kendati banyak orang di luar umat Kristiani yang menolak sekedar untuk merayakan natal, namun tampaknya lebih banyak orang yang terlibat merayakannya .

“Merayakan” disini tentu bukan dalam arti religius tetapi dalam arti umum. Hampir semua mall, hotel dan tempat umum dihiasi ornamen natal. Dan di tempat-tempat hiburan, diskotik , natal dirayakan dengan cara yang salah yakni dengan hura-hura, pesta pora dan bahkan melakukan hal yang tidak patut.

Di sisi lain, hiruk pikuk dan gemerlapnya perayaan natal sekali pun dirayakan secara benar di gereja dapat mengaburkan makna natal yang sesungguhnya.  Yohanes 3:16 jelas menyatakan bahwa natal adalah pengorbanan. Manusia yang telah jatuh dalam dosa seharusnya mati dalam kebinasaan (Roma 6:23), namun Allah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal untuk mati menggantikan manusia. Allah berkorban dalam peristiwa natal. Demikian juga dengan Yusuf dan Maria, orang Majus yang berkorban pada peristiwa natal.

Para Majus mempersembahkan emas, perak dan kemenyan kepada bayi Yesus dengan perjalanan yang panjang dan memerlukan waktu yang lama.

Yusuf dan Maria juga mengorbankan perasaan mereka untuk menerima bayi yang bukan anak mereka ketika masih belum resmi berstatus suami istri. Mereka juga harus berkorban secara fisik dan waktu.

Tetapi saat ini, umat Kristiani yang merayakan natal justru mengharapkan “kado“ dari gereja dimana mereka beribadah dan itu terlanjur selalu dilakukan kepada anak-anak. Mungkin akan lebih tepat jika anak-anak diajarkan memberi saat perayaan natal.

Natal juga adalah “kesederhanaan”. Yesus sebagai anak Allah lahir di tempat yang sederhana. Bukan di ibukota, bukan di penginapan, bahkan di kamar tidur yang layak namun di Betlehem di sebuah palungan kandang domba.

Lukas 2:4-6

Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung. Ketika mereka disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin. Kelahiran-Nya diberitakan tidak kepada para bangsawan, para raja, ahli taurat atau orang-orang terhormat. Namun kepada para gembala di padang yang sedang menjaga kawanan domba-dombanya.

Lukas 2:8-11

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Peringatan Natal saat ini sering dipermasalahkan dengan masalah “dana”. Tidak jarang akibat itu peringatan natal berujung perselisihan karena ada yang merasa dirugikan keuangannya.

Natal adalah “berita sukacita”,  kabar yang disampaikan malaikat kepada para gembala adalah kabar sukacita yang menyatakan bahwa “hari ini telah lahir bagimu juruselamat yakni Kristus Tuhan, di kota Daud.”

Juruselamat menyatakan bahwa manusia yang sedang terbelenggu dosa akan diselamatkan oleh sang juruselamat yakni Kristus Tuhan. Dan manusia akan menerima pengampunan atas dosa dan jaminan hidup kekal.

Itulah sebabnya bala tentara sorga bersuka cita dengan nyanyian dan pujian mereka pada saat peristiwa natal. Lukas 2:13-14, Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Mari rayakan natal dengan penuh ucapan syukur dan sukacita sekali pun sederhana sambil memuji-muji Tuhan yang berkenan datang ke dunia dan berdiam di antara manusia untuk menyelamatkan kita dari dosa. Bahkan saat ini, Yesus telah menyelesaikan misi penyelamatan-Nya , Dia telah mati, bangkit dan naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi orang yang percaya kepada-Nya. Kita sedang menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali untuk menjemput kita di awan kemuliaan-Nya sambil melaksanakan amanat agung-Nya yakni menjadikan semua bangsa menjadi murid-Nya dan membaptis dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Amin

Oleh: Dede Imawan

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …