1 Yohanes 5:4, “Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.”
Kita yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat haruslah memiliki iman yang tidak dapat dikalahkan, bahkan Alkitab mengatakan, bahwa dengan iman lah kita mengalahkan dunia. Ada tiga hal yang sangat penting dalam kehidupan orang percaya yaitu iman, pengharapan dan kasih. Allah memberikan ketiganya untuk mengikat kita dalam kasih-Nya. Dengan demikian kita dapat mengerti jalan-jalan-Nya, pimpinan-Nya, hikmat-Nya, kekuatan-Nya, kuasa-Nya dan semua kebaikan-Nya. Dengan terus berjalan dalam iman, kita akan berjumpa dengan Allah dan dipuaskan oleh segala yang baik dari Allah dan tidak akan kekurangan sesuatu pun yang baik.
Iman adalah faktor yang menentukan masa depan. Saat kita melangkah dengan iman, Allah akan memegang tangan kita untuk melangkah maju menuju kesuksesan dan kemenangan. Allah rindu agar Anda dan saya memiliki iman yang luar biasa, agar Ia dapat memberkati kita dengan berkat yang optimal. Contoh: Abraham, jika Abraham memiliki iman yang terbatas maka ia tidak akan menanti hingga 25 tahun untuk menerima Ishak, bahkan ketika Ishak telah dikaruniakan baginya, Abraham masih tetap memerlukan iman yang besar dan kasih yang besar kepada Allah, yang memampukannya untuk mempersembahkan Ishak bagi Tuhan. Meski tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham memilih untuk tetap berharap dan percaya, dan Allah memperhitungkannya sebagai kebenaran (Roma 4:18-22). Iman seperti inilah yang Allah cari. Iman dan kasih yang sejati, dan kita dapat memilikinya saat kita mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan.
Bagaimana agar iman kita bertumbuh? Dengan berdoa dan membaca firman Tuhan. Saat kita berdoa dan membaca firman Tuhan, Roh Kudus akan berbicara dan meyakinkan kita, bahwa Allah sanggup menggenapi apa yang Ia janjikan di dalam firman-Nya. Firman Tuhan menjadi makanan bagi jiwa, yang membangun dan mengembangkan iman sehingga kita mampu melangkah maju bersama Tuhan.
Melayani pekerjaan Tuhan juga adalah sarana untuk mengembangkan dan membangun iman. Saat kita melayani, kita berdoa agar melihat kehidupan yang diubahkan, baik hidup kita sendiri maupun hidup orang yang kita layani. Kita akan melihat ada kemajuan dan doa-doa yang dijawab, yang membuat iman kita semakin kuat dan besar.
Hidup yang penuh iman adalah seperti perumpamaan yang Tuhan Yesus katakan tentang mutiara yang indah, di mana kita harus bekerja mengusahakannya, mencarinya, sampai kita menemukannya. Untuk mendapatkan harta yang begitu berharga ini, kita harus rela berkorban dan mengesampingkan keinginan pribadi, dan hanya tertuju kepada Allah semata. Ia lah yang berkuasa memuaskan seluruh kebutuhan kita, baik secara rohani, jasmani maupun secara mental.
Hidup dengan iman, sama seperti benih yang tertanam di rahim seorang wanita, di mana kita tidak dapat melihatnya, tetapi kita percaya, bahwa Allah yang maha kuasa akan membuat benih itu bertumbuh, merawatnya serta merendanya untuk kelak menjadi sesosok bayi yang utuh dan sempurna.
Umat tebusan-Nya, percayalah, bahwa iman kita di dalam Kristus tidak akan pernah sia-sia, tetapi akan menghasilkan kebahagiaan yang abadi. Allah akan memberkati kita karena percaya kepada-Nya. Dia merasa senang dan tersanjung ketika kita mempercayai Dia. Ketika kita sungguh-sungguh percaya kepada-Nya, maka Ia akan mengalirkan kasih dan sayang-Nya seperti layaknya seorang bapa kepada anaknya.
Iman adalah hal yang supra natural, dimana kita tidak dapat melihatnya tetapi sesungguhnya iman lah yang menghubungkan kita dengan Allah. Menghubungkan kita dengan kasih-Nya, janji-Nya dan dengan masa depan kita di dalam Dia. Jadi sangatlah penting untuk membangun iman kita melalui hubungan pribadi kita dengan Allah.
Tuhan telah menciptakan kita sesuai dengan gambar-Nya, dan ingin supaya kita semakin hari semakin dibentuk menjadi seperti Kristus. Untuk menjadi serupa dengan Kristus, maka kita perlu percaya dan memiliki waktu khusus untuk bersekutu dengan-Nya. Sehebat apa pun kita dalam pekerjaan atau pelayanan, kita tetap harus memiliki waktu untuk membaca firman-Nya, berdoa dan menyembah Dia. Saat kita membangun waktu intim kita dengan Allah, sesungguhnya saat itu roh kita terbuka untuk menerima kasih-Nya, arahan-arahan-Nya, dan anugerah-Nya. Membangun keintiman dengan Allah sangatlah penting, karena ini lah yang akan mempengaruhi seluruh aspek hidup kita, seperti studi, pekerjaan, keluarga dan pelayanan kita. Saat kita penuh dengan kasih-Nya, mengerti kehendak-Nya dan taat pada pimpinan-Nya, saat itulah kita akan memiliki hidup yang berbuah dan berarti.
Lewat iman, pengharapan dan kasih, sesungguhnya kita bergantung sepenuhnya kepada Allah yang adalah sumber segala hal yang baik. Ketika kita mengaktifkan ketiganya, kita sedang memberi Roh Kudus kewenangan penuh untuk bekerja di dalam dan melalui kita. Roh Kudus juga lah yang akan bergerak di dalam kita dan membuat hidup kita berbuah.
Memiliki iman dan pengharapan namun tanpa kasih, akan membuat iman menjadi kehilangan esensi yang penting. Karenanya, kita juga harus mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan dengan segenap kekuatan kita. Saat kita menyerahkan seluruh keberadaan kita kepada Allah dengan iman, maka Ia akan mencurahkan kebaikan-Nya, karena Ia mengasihi kita dengan kasih tanpa batas. Bagi Dia segala kemuliaan.
Oleh: Haresh T. Keswani
GBI Pasir Koja 39 Bandung