Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. (Markus 6:1-3)
Natal seringkali dirayakan sebagai peristiwa kelahiran bayi Yesus yang terjadi lebih dari 2000 tahun yang lalu di Betlehem. Alkitab menuliskan bahwa bayi Yesus dikandung dari Roh Kudus secara Ilahi di dalam rahim Maria ibu-Nya, Yesus lahir sebagai bayi dan memiliki keluarga jasmani di bumi ini. Injil Markus menuliskan bahwa secara jasmani Yesus memiliki ayah, ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan. Ayah dan ibu Yesus adalah Yusuf dan Maria, saudara laki-laki Yesus yaitu Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon, sedangkan saudara-saudara perempuan Yesus tidak disebutkan namanya. Jika ditilik dari Markus 6:1-3, maka Yesus setidaknya memiliki enam orang adik secara jasmani.
Secara jasmani Yesus memang lahir di keluarga Yusuf dan Maria, akan tetapi ternyata tidak otomatis saudara laki-laki dan perempuan-Nya percaya bahwa Yesus adalah Mesias, sang Juruselamat dunia. Yohanes 7:5 menyatakan dengan jelas “sebab saudara-saudara-Nya sendiripun tidak percaya kepada-Nya”, bahkan Markus 3:21 menuliskan bahwa keluarganya ingin membawa Yesus pulang dari tempat pelayanan-Nya, karena percaya perkataan banyak orang tentang Yesus bahwa “Ia tidak waras lagi”. Secara fisik, Yesus memang lahir di keluarga Yusuf dan Maria, akan tetapi Yesus belum benar-benar lahir sebagai Tuhan dan Juruselamat di dalam keluarga-Nya. Saudara-saudara-Nya tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias, dan bahkan mengolok-olok serta menentang-Nya.
Natal sesungguhnya di keluarga Yesus baru benar-benar terjadi setelah Yesus lahir di hati mereka sebagai Juruselamat pribadi. Keluarga Yesus baru benar-benar percaya bahwa Ia adalah Juruselamat setelah Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan, bangkit pada hari yang ketiga, serta naik ke sorga. Kisah Para Rasul 1:14 menuliskan bahwa Maria dan saudara-saudara Yesus bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama dengan para rasul di Yerusalem. Saudara-saudara Yesus termasuk 120 orang saudara seiman yang berkumpul bersama-sama di Yerusalem sebelum pencurahan Roh Kudus di hari Pentakosta. Bahkan salah satu saudara laki-laki Yesus, yaitu Yakobus, akhirnya menjadi pemimpin gereja di Yerusalem. Yakobus saudara Yesus ini kemungkinan besar adalah penulis Kitab Yakobus di Perjanjian Baru, sedangkan Yudas saudara laki-laki Yakobus dan Yesus kemungkinan besar adalah penulis Kitab Yudas. Saudara-saudara Yesus berbalik dari penentang Yesus menjadi murid Yesus yang sejati.
Sama seperti Yesus, kitapun pasti memiliki keluarga jasmani di bumi ini. Sebagian dari kita mungkin memiliki kondisi yang sama seperti Yesus, bahwa ada anggota keluarga kita yang hanya mengerti bahwa Natal berarti Yesus lahir ke bumi ini sebagai bayi 2000 tahun lalu. Mungkin ada anggota keluarga kita yang belum mengundang Yesus untuk lahir di dalam hati mereka sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Jika kita tahu bahwa ada keluarga kita yang “sekedar merayakan Natal” tapi belum pernah mengundang Yesus secara pribadi dalam hati mereka, bulan Desember ini adalah kesempatan baik untuk memberitakan Injil bagi keluarga kita. Sudah menjadi tugas kita untuk memberitakan kabar baik supaya seluruh anggota keluarga mengundang Yesus untuk lahir di hati mereka.
Atau mungkin sebagian kita mengalami perlakuan seperti Yesus, bahwa keluarga kita justru mengolok-olok dan menentang iman percaya kita kepada Yesus. Jangan menyerah dan jangan tinggal tenang sampai seluruh keluarga kita diselamatkan. Ayo kita ambil tanggungjawab untuk terus berdoa, jangan menyerah, dan minta keberanian dari Tuhan untuk memberitakan Injil kepada anggota keluarga kita yang belum percaya. Jangan tinggal tenang sampai Yesus benar-benar lahir di hati setiap orang di keluarga kita. Ketika kepala penjara Filipi bertanya kepada Paulus dan Silas “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?”, maka Paulus dan Silas menjawab “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu”, lalu Paulus dan Silas memberitakan firman Tuhan kepada kepala penjara dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. Ayo beritakan firman Tuhan kepada semua orang di keluarga kita, sampai Natal benar-benar terjadi di keluarga kita!
Oleh: Timotius Witono
GBI Pasir Koja 39 Bandung