Pengharapan yang Datang Bersama Natal

rbi

Ketika mengalami masa-masa yang sukar, bangsa Israel selalu menantikan harapan dari Allah. Ketika mereka tersiksa oleh penjajahan bangsa-bangsa di sekitarnya, Israel merendahkan diri dan mencari Allah. Dalam sejarah, berulangkali tercatat bahwa Allah membangkitkan nabi-nabi dan hakim-hakim sebagai perwakilan Allah untuk membawa pengharapan kepada bangsa Israel.

“dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” – 2 Tawarikh 7:14

Pengharapan merupakan sauh yang kuat dan bagaikan pelita kecil yang hadir di tengah kegelapan. Selama ratusan tahun bangsa Israel hidup di tengah kegelapan dengan dibiarkan tanpa adanya nabi sebagai perantara untuk berkomunikasi antara mereka dengan Allah. Lebih dari itu, bangsa Israel pun dijajah oleh bangsa Romawi sehingga kebanggaan mereka akan bangsanya dan tradisinya yang memiliki sejarah ribuan tahun seperti diinjak-injak. Kondisi Israel ini menggambarkan keadaan manusia dan dunianya. Kegelapan yang menyelimuti, patahnya semangat, dan lesunya perjuangan. Betapa kelamnya kehidupan seperti itu! Namun, sebuah pelita kecil dapat menghadirkan terang, membangkitkan semangat, dan mengobarkan perjuangan. Pelita kecil itu hadir saat Kristus hadir di dunia.

Saat perayaan Natal, “Malam Kudus” selalu dinyanyikan dengan syahdu sambil jemaat mengangkat lilin kecil pada tangan masing-masing. Suasana yang sangat khas, ketika hati kita gentar mengingat betapa mulianya Allah yang mau hadir menjadi manusia hina untuk pengorbanan yang mulia bagi kita. Betapa indahnya masa-masa itu, ketika kita merasakan damainya hati ketika pengharapan diberikan Kristus sehingga kita dapat lepas dari belenggu dosa dan intimidasi Iblis.

Dengan berjalannya waktu, berbagai tantangan dan badai kita hadapi. Beberapa kali kita berada pada kondisi tak berdaya seakan masa depan tak memiliki pengharapan yang pasti. Terkadang kita lupa pada masa-masa indah dahulu. Pada masa kanak-kanak ketika dengan polos dan yakin segala cita-cita kecil kita akan tercapai bila kita bersandar pada Allah. Juga pada masa remaja kita ketika dengan berkobarnya kita siap menjadi alat kemuliaan Tuhan, membawa panji-Nya kemanapun kita pergi. Seperti Petrus yang berjalan di atas air dan goyah saat merasakan goncangan akibat angin dan gelombang, fokus perlu kembali kepada Kristus agar kita tidak goyah.

Biarlah di hari Natal ini, kita mengingat bahwa pengharapan yang pasti itu ada ketika Kristus hadir di hidup kita. Hal itu tidak hanya berlaku ketika kita masih kanak-kanak atau remaja. Pengharapan pasti dan semangat yang berkobar pun nyata sampai masa tua kelak selama kita fokus pada Kristus. Pengharapan yang Kristus hadirkan dalam hidup kita akan tetap ada walaupun kondisi di sekitar kita tidak mendukung. Walaupun kondisi di luar sana gelap, namun ingatlah akan lilin kecil yang akan terus menyala bahkan menyalakan lilin-lilin kecil lainnya sehingga menjadi terang yang menyilaukan.

Oleh: Ivan Stefanus

 

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …