Suatu sore sebuah stasiun TV menayangkan sebuah film animasi yang berjudul Antz. Sebuah cerita yang menarik tentang kehidupan semut. Elly tampak asyik sekali menonton film animasi itu sampai selesai.
Keesokan harinya di sekolah, Ibu guru Elly bercerita tentang semut dan belalang dimana semut yang selalu bekerja keras selama musim panas dan mengumpulkan banyak persediaan makanan, sementara belalang hanya bermain selama musim panas dan tidak bekerja.
Saat musim dingin tiba belalang mulai kelaparan, jadi dia melompat ke rumah semut dan mulai memohon, “Semut, tolonglah saya, kamu memiliki banyak makanan berilah saya sedikit makanan….”.
Nah sampai disini Ibu guru berhenti bercerita sehingga membuat murid-murid penasaran. Ternyata kemudian Ibu guru memberikan tugas pada murid-muridnya untuk membuat akhir dari cerita semut dan belalang. Elly tampak senang dengan tugas yang diberikan oleh Ibu gurunya, di rumah ia mulai mengerjakan tugas sekolahnya.
Keesokan harinya, setiap anak mengumpulkan tugas mereka, dan ibu guru pun memeriksa setiap tugas dengan tersenyum. Beberapa anak menulis semut itu berkata “tidak belalang, kamu seharusnya bekerja selama musim panas bukan hanya bermain”, beberapa anak lagi menulis kalau semut membagi setengah dari makanannya kepada belalang.
Tiba-tiba ibu guru meneteskan air mata ketika membaca tugas Elly “jadi semut itu memberikan semua dari makanannya kepada belalang, maka belalang dapat melalui musim dingin itu dan dapat hidup sampai musim berikutnya. Sang semut, dia mati karena semua makanannya diberikan untuk belalang, tapi semut itu mati dengan bahagia.”
Hal ini mengingatkan kita pada kasih Tuhan kita, kasih yang tulus dari Tuhan Yesus, Dia rela memberikan nyawa-Nya ganti kita. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya (Yohanes 15:13).
“Dia memberikan segalanya untuk kita, supaya kita beroleh hidup.”
Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Oleh : Mieke Dewi Meinar
GBI Pasir Koja 39 Bandung