
Belakangan ini, keluhan seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri badan, dan lemas semakin sering dijumpai. Salah satu penyebabnya adalah influenza. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan melaporkan adanya peningkatan aktivitas influenza dan menyebut bahwa kondisi tersebut masih berada dalam rentang kewaspadaan. Artinya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, tetapi tidak perlu panik.
Apa itu influenza A?
Influenza A adalah salah satu kelompok virus influenza yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan pada manusia. Virus influenza sendiri terdiri dari beberapa tipe, terutama influenza A dan influenza B yang dapat menyebabkan penyakit musiman pada manusia. Influenza A memiliki beberapa subtipe, yang ditentukan berdasarkan protein tertentu pada permukaan virus. Dua contoh yang mungkin pernah kita dengar adalah H1N1 dan H3N2.
Infeksi influenza dapat terjadi pada siapa saja. Sebagian besar orang akan mengalami penyakit yang dapat pulih dengan sendirinya, tetapi pada kelompok tertentu, influenza dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Data pemantauan global terbaru juga menunjukkan bahwa virus influenza A menjadi jenis influenza yang dominan dalam beberapa minggu terakhir.
Mengapa influenza A mudah menular?
Influenza terutama menyebar melalui partikel pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, atau berada dalam jarak dekat dengan orang lain. Risiko penularan dapat meningkat pada lingkungan yang ramai dan memiliki ventilasi kurang baik, seperti ruang kelas, kantor, kendaraan umum, atau tempat tinggal yang dihuni banyak orang. Seseorang yang sedang sakit juga dapat memindahkan virus melalui tangan atau benda yang terkontaminasi, kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata. Karena itu, ketika influenza sedang banyak terjadi, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dan menjaga ventilasi ruangan tetap penting.
Apa saja gejala influenza A?
Gejala influenza biasanya muncul cukup mendadak. Keluhan yang umum antara lain:
· Demam atau merasa meriang,
· Batuk,
· Sakit tenggorokan,
· Pilek atau hidung tersumbat,
· Sakit kepala,
· Nyeri otot atau badan terasa pegal,
· Menggigil,
· Lemas atau mudah lelah.
Tidak semua orang yang mengalami influenza harus mengalami demam. Pada sebagian orang, terutama kelompok tertentu, infeksi influenza dapat muncul tanpa demam. Pada anak-anak, influenza juga dapat disertai mual, muntah, atau diare. Salah satu perbedaan yang sering terlihat antara influenza dan selesma atau “batuk pilek biasa” adalah influenza cenderung muncul lebih mendadak dan menyebabkan rasa lemas serta nyeri badan yang lebih nyata. Namun, gejala saja tidak selalu dapat memastikan bahwa seseorang terkena influenza A. Pemeriksaan tertentu dapat diperlukan untuk memastikan penyebab infeksi.
Apakah influenza A berbahaya?
Pada sebagian besar orang yang sehat, influenza dapat sembuh tanpa komplikasi serius. Namun, influenza tetap perlu diperhatikan karena dapat menyebabkan komplikasi, terutama pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi. Kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih antara lain:
· Anak kecil, terutama anak berusia di bawah 5 tahun;
· Orang lanjut usia;
· Ibu hamil;
· Orang dengan penyakit kronis seperti asma, penyakit jantung, atau diabetes;
· Orang dengan kondisi yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun.
Komplikasi influenza dapat berupa pneumonia dan memburuknya penyakit kronis yang sudah dimiliki seseorang.
Kapan harus segera ke dokter?
Tidak semua orang yang terkena flu harus pergi ke rumah sakit. Namun, beberapa tanda perlu diwaspadai.
Pada orang dewasa, segera cari pertolongan medis apabila muncul:
· Sesak atau kesulitan bernapas;
· Nyeri atau tekanan menetap di dada;
· Kebingungan atau sulit dibangunkan;
· Kejang;
· Tidak buang air kecil atau tanda dehidrasi berat;
· Kelemahan yang sangat berat;
· Demam atau batuk yang sempat membaik tetapi kemudian kembali memburuk.
Pada anak, tanda seperti napas cepat atau sulit bernapas, bibir atau wajah kebiruan, tanda dehidrasi, kejang, atau anak tampak sangat lemas juga memerlukan pertolongan medis segera.
Bagaimana cara mencegah influenza A?
Pencegahan influenza sebenarnya tidak rumit. Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi risiko penularan.
– Cuci tangan secara rutin. Gunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah batuk, bersin, membuang tisu, atau menyentuh benda yang digunakan bersama.
– Terapkan etika batuk dan bersin. Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau bagian dalam siku ketika batuk atau bersin.
– Jangan memaksakan diri beraktivitas ketika sedang sakit. Bila mengalami gejala influenza, kurangi kontak dekat dengan orang lain untuk membantu mencegah penularan.
– Pastikan sirkulasi udara cukup baik. Membuka jendela atau meningkatkan pertukaran udara dapat membantu mengurangi paparan virus di dalam ruangan.
– Pertimbangkan vaksinasi influenza. Vaksin influenza diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan virus influenza yang beredar. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan mengenai vaksinasi, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.
Jadi, apakah kita perlu khawatir?
Peningkatan kasus influenza memang perlu menjadi perhatian, tetapi kewaspadaan tidak sama dengan kepanikan. Yang paling penting adalah mengenali gejala, mengurangi risiko penularan, menjaga kesehatan, dan mengetahui tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan medis. Jika mengalami demam, batuk, pilek, dan nyeri badan, tidak perlu langsung panik. Istirahat yang cukup, konsumsi cairan yang memadai, dan pantau perkembangan gejala. Namun, bila gejala berat, memburuk, atau Anda termasuk kelompok yang berisiko mengalami komplikasi, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
GBI Pasir Koja 39 Bandung