Sebuah gelas yang terisi sebagian tidak dapat mengisi gelas lain yang berukuran sama hingga penuh. Begitupun hidup kita, kita tidak bisa mengisi hidup orang lain kalau hidup kita masih keadaan kosong atau belum penuh. Lantas apa yang dapat memenuhi hidup kita?.
Pernahkah kamu bertemu seseorang yang begitu sulit bergaul dan sulit didekati karena rasa minder atau melihat seseorang yang begitu menyebalkan dan selalu mencoba mencari perhatian atau berada dekat seseorang yang ketika kamu bersamanya, merasa seperti terserap, lelah, dan mengalami suasana yang tidak nyaman?. Ya, orang – orang tersebut adalah ciri orang yang mengalami kekosongan dalam kehidupannya.
Sebaliknya, kamu bertemu seseorang yang begitu disukai banyak orang, pandai bergaul atau seseorang yang membuat banyak orang tertarik dengan gaya hidup yang dijalaninya atau kamu berada dekat seseorang yang membuatmu bahagia bahkan bukan hanya kamu yang mengalami hal tersebut saat bersamanya namun banyak orang merasakan hal yang sama?. Nah, orang tersebut memiliki hidup yang penuh bahkan berlimpah sehingga ia bisa mengisi kekosongan hidup orang lain.
Sebagai anak-anak muda, banyak yang mencoba mengisi hidupnya dengan berbagai hal, misalnya gaya hidup mewah, kehidupan sosial dengan banyak teman, hobi yang ditekuni dengan serius, pelajaran di sekolah, hubungan dengan kekasih, atau dengan hal – hal negatif seperti narkoba, pornografi, seks bebas, pemberontakan, dan kebencian. Banyak sekali cara seorang muda dalam memenuhi hidupnya. Bagaimana cara kamu mengisi kehidupanmu saat ini?.
Perhatikan apa yang dikatakan Yesus saat Ia berjumpa dengan seorang perempuan Samaria yang sedang mengambil air di sumur.
Di siang yang begitu terik, Yesus berjalan di sebuah kota bernama Sikhar. Melihat sebuah sumur, Yesus mendekatinya untuk beristirahat. Di sumur itu, Yesus berjumpa dengan seorang perempuan Samaria yang akan mengambil air. Sebagai orang Yahudi, yang memiliki adat istiadat dan kebiasaan yang melarang bergaul dengan seorang Samaria, Yesus malah meminta perempuan itu untuk mengambilkan air bagi-Nya dan terjadilah perbincangan antara perempuan itu dengan Yesus.
Siang itu, Yesus menjanjikan air dimana jikalau perempuan itu meminumnya, ia tak akan pernah haus lagi. Tentu perempuan itu tertarik untuk mendapatkannya karena dengan demikian ia tak perlu datang lagi ke sumur untuk menimba air, namun air yang Yesus bicarakan bukan mengenai air yang memenuhi kebutuhan fisik. Air yang dijanjikan Yesus ialah Roh Kudus yang akan tinggal dalam seseorang yang membuka dan menerima-Nya.
Ya, Roh Kudus yang dijanjikan dapat memenuhi rasa haus dalam diri manusia dan mengisi kekosongan dalam hati manusia. Setiap orang memiliki bagian dalam hatinya yang tidak diisi oleh apapun kecuali oleh Roh Kudus. Hal ini membuat hubungan manusia dengan penciptanya begitu unik. Yohanes 4 : 13 – 14 mencatat perkataan Yesus, ‘Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Ku-berikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama – lamanya. Sebaliknya air yang akan Ku-berikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.’
Janji inilah yang begitu indah bagi kita anak-anak muda. Saat ini begitu banyak anak muda yang kosong dan mencari sesuatu untuk mengisi hidupnya. Yesus memberi jawaban yang menjawab kebutuhan kita. Ketika kita datang pada Yesus dan meminta air ini untuk mengisi hidup kita, maka Ia pasti segera memenuhi hidup kita bahkan hidup kita akan menjadi mata air yang dapat memancarkan air kehidupan bagi orang – orang lain yang berada di sekitar kita.
Oleh: Ivan Stefanus
GBI Pasir Koja 39 Bandung