GENERATION GAP

link
Oleh: Kevin Eldiwan

Puji Tuhan KPA GBI Pasko bisa mengadakan retreat bersama antara, ABI, RBI, PBI dan DMBI, yang diadakan pada hari Minggu, 16 Juni – Senin 17 Juni 2024 di Hotel Narima Resort, Lembang. Retreat KPA ini bertemakan “GENERATION GAP”, yakni pelayanan antar generasi untuk bisa saling berkolaborasi dari segmen ABI, RBI, PBI, dan DMBI serta saling menjembatani antar generasi agar tidak terjadi generation gap di pelayanan generasi GBI Pasir Koja 39 ini.

Salah satu persiapan untuk mempersatukan visi dan hati , panitia mengadakan doa pagi , doa puasa tiap Jumat menjelang hari retreat , dan bertemu membicarakan persiapan Retreat KPA untuk pertama kalinya setelah pandemi. Walaupun harus dengan bergantinya tempat dari Wisma Aloysius Gambung ke Hotel Narima Lembang, namun semua bisa dilaksanakan dengan baik karena penyertaan dan kasih Tuhan Yesus.

Minggu 16 Juni 2024, panitia dan peserta mengikuti ibadah terlebih dahulu di Graha Sakura Pk.07.00 disertai dengan daftar ulang. Transportasi menggunakan mobil truk TNI, dan ini menjadi pengalaman pertama bagi beberapa anak youth. Sesampainya di sana, peserta RBI-PBI langsung dibagi kelompok. RBI dibagi kelompok untuk mempersiapkan yel-yel beberapa permainan outbound di Grafika untuk keesokan harinya, sedangkan untuk segmen PBI dibagi kelompok selain untuk mepersiapkan yel-yel dan pentas seni, segmen PBI juga melakukan beberapa tugas mini games kelompok yang berhubungan dengan keikutsertaan mengikuti sesi dan menjaga  ikan agar tetap hidup. Tujuan dari mini games PBI ini adalah agar terjadinya komunikasi (bonding) antar anggota kelompok. 

Sesi pertama dibuka oleh Pdt. A.L. Jantje Haans,beliau menjelaskan keragaman generasi, dengan segala macam keunikannya, ciri-cirinya dan sebagainya. Namun itu tidak menjadi masalah, ketika kita dapat bersinergi dan berkolaborasi, nama Tuhan tetap dimuliakan dalam setiap generasi. 

Malam harinya, semua segmen bersama-sama melakukan praise and worship tentu  saja dengan semarak peserta yang antusias dan semangat menyanyikan beberapa lagu, dan ditengah-tengah praise and worship ini saya membagikan keynote yang bertemakan “Generasi yang memuliakan Allah.” (Mazmur 145 : 4). Saya percaya setiap generasi mempunyai ciri khasnya masing-masing, kita tidak dapat memaksakan ciri khas generasi kita ke generasi lainnya. Namun yang saya percaya bahwa di dalam Mazmur 145 : 4 ini, setiap angkatan akan memegahkan pekerjaan Tuhan, apapun ciri khas generasi kita. Saya juga mengajak peserta untuk mengucap syukur atas setiap pembimbing serta guru-guru sekolah minggu yang senantiasa melayani dalam pelayanan antar generasi yang senantiasa menjembatani setiap anak-anak remaja dan pemuda hingga saat ini. 

dr. Ronny dan Ko Erisanto mengajak setiap peserta untuk saling mendoakan satu sama lain serta memaafkan setiap kelemahan generasi-generasi terdahulu, seperti orang tua , pembimbing dan guru sekolah minggu. Suasana doa dalam hadirat Tuhan sungguh terasa indah malam itu. 

Hari ke dua, dimulai dengan doa pagi pk 05.00 di aula, dipimpin oleh Yonatan dan firman Tuhan oleh Pdt. A.L. Jantje Haans. Memang tak mudah bangun sepagi itu di acara retreat ini karena banyaknya kegiatan yang menguras stamina, namun anak-anak dan peserta tetap mengikuti doa pagi ini dan terus menjadikan doa sebagai awal dari seluruh kegiatan pada hari itu. Acara dilanjutkan untuk ABI ada beberapa sesi yang dijalankan, RBI melakukan permainan outbound ke Grafika, mengapa? Karena dalam segmen RBI ini perlu belajar saling berkomunikasi, menyalurkan tenaganya kedalam kerjasama kelompok daripada menyalurkan tenaganya kepada ponsel dan gamenya. Peserta RBI ini sangatlah senang dan antusias mengikuti acara outbound ini. Lalu untuk segmen PBI, memang tidak ada acara keluar, namun segmen PBI dibekali oleh dua sesi yang dibawakan oleh hambanya yaitu Pdp. Christopher Santoso.

Sesi pertama bertemakan, “What should I do?” / apa yang harus saya lakukan ketika saya menjadi pemuda untuk menjadi jembatan antar generasi?. Ko Ito menjelaskan bahwa kita harus menjadi murid dengan memberi diri, menerima, mendampingi, dan menasihati. Seseorang yang memuridkan harus menasihati, seorang murid harus mau mendengar nasihat. Belajar dari hubungan antar Barnabas dan Paulus. Siapa lagi kalau bukan mulai dari kita yang memuridkan agar Amanat Agung bisa dijalankan dalam generasi ini. 

Sesi kedua bertemakan, “Will you answer the call?” / apakah kita akan menjawab panggilan? . Dimulai perlunya untuk memikirkan apa tujuan hidup dari setiap pribadi kita? Pernahkah terpikirkan oleh setiap kita tentang hal-hal yang menjadi tujuan hidup ? Tentu saja hampir semua menjawab ingin menjadi sesuatu. Dan setiap kita percaya bahwa kita diciptakan untuk menjadi sesuatu. Tuhan memberi setiap kita free will tetapi Tuhan juga menetapkan sesuatu hal yang dapat kita kerjakan. Belajar dari Yeremia yang dipanggil saat 17 tahun dan menyampaikan nubuatan untuk Yehuda agar bertobat. Sebelum Yeremia menjalankan panggilan hidupnya Tuhan menyatakan     
 
4 hal untuk memanggil dan meyakinkan Yeremia.
1. Tuhan membentuk setiap kita 
Ketika seorang arsitek ingin membangun sebuah rumah, perlu ada sketsa gambar terlebih dahulu “konsep” yang dibuat berdasarkan tujuan bangunan itu dibentuk. Apakah akan menjadi rumah, kantor, pabrik, dll. Dari sana ditentukan panjang kali lebar juga speksifikasi yang harus ada di dalamnya. Demikian dengan Tuhan ketika membentuk diri saya dan kamu semua di dalam rahim ibu kita, Dia sudah tau membentuk seperti apa. Kita bukan made in china/indo/jawa/sunda/batak tapi dibuat hand made oleh TUHAN dengan indah.” 

2. Tuhan mengenal setiap kita
Tuhan sudah memiliki rancangan ingin membentuk kita seperti apa. Sebelum keluar dari kandungan sudah dikenal oleh Tuhan. Tuhan mengenal setiap kita secara personal, bahkan melebihi pengenalan kita akan diri sendiri. Ketika kita bingung dengan identitas kita, maka kita harus menanyakannya pada Tuhan pencipta kita. 

3. Tuhan Menguduskan setiap kita
Jangan mudah menyerah dan keluar, Daud tekun dan kerja keras sampai saat promosinya tiba Jangan sedikit-sedikit minta keadilan, menuntut, meminta hak. Tetapi tekun dan kerja keraslah sampai akhirnya kerja kerasmu bertemu dengan promosi Ilahi. (Ibrani 10:10).

4. Tuhan Menetapkan
Pekerjaan yang ditetapkan untuk Yeremia adalah hadiah pemberian dari Tuhan. Bukan dipaksakan, tetapi dihadiahkan, dan hadiah pasti sesuatu yang baik. 

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”  (Ef. 2:10)

Bagaimana untuk setiap kita para pemuda yang masih ragu? Lihat siapa kita di mata Tuhan, Lihat kembali siapa yang menyertai kita dan selalu dengar firman Tuhan.

Di akhir susunan acara retreat ini, Pdt. Simon Irianto, Dipl. Text.  menutup  dengan altar call. Setiap peserta tidak peduli baik anak-anak, pemuda atau orang tua berbondong-bondong saling mendoakan satu sama lain. Pdt. Simon menjelaskan bahwa generasi harus memenangkan generasi, yang mengubahkan setiap kehidupan pribadi dari generasi tersebut. Dari yang nothing menjadi something for this generation. 

Demikian laporan kegiatan retreat beserta setiap sesi yang dibagikan oleh hamba-hamba Tuhan, kiranya melalui retreat KPA dari ABI sampai DMBI ini menjadi langkah pertama kemajuan setiap pelayanan antar generasi di GBI Pasir Koja 39. Tuhan Yesus memberkati. 

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …