
Bejana-Bejana yang Disucikan
2 Korintus 4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
Kita adalah bejana-bejana dari tanah yang berpegang pada kehidupan Yesus, sehingga Dia dapat melayani dunia yang terluka melalui kita.
2 Timotius 2:20-21 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
Tuliskan 4 gambaran mengenai bejana di ayat 21:
1. ……
2. ……
3. ……
4. ……
Bejana adalah sesuatu yang mulia, dikuduskan, berguna bagi Tuannya dan dipersiapkan untuk pekerjaan baik. Kata “dikuduskan” berarti dipisahkan.
Ayat-ayat ini ada di 2 Timotius yang ditulis Paulus yang berhubungan dengan karakter seorang tentara Kristus. Baca keseluruhan pasal untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang apa artinya menjadi bejana yang layak dipakai Tuannya.
Ayat 21 mengatakan untuk menjadi bejana yang mulia, kita harus menguduskan diri kita sendiri dari: ____________________________________________________________________
Baca 2 Timotius 2:14-16
“Hal-hal” apakah yang perlu kita sucikan? _________________________
Ayat-ayat inilah yang mendahului diskusi mengenai bejana-bejana yang mulia. Dalam ayat-ayat ini Anda akan menemukan beberapa hal-hal yang perlu kita sucikan. Tuliskan itu di sini:
________________________________________________________________
“Hal-hal” yang harus dijaga adalah bersilat kata dan omongan yang kosong dan yang tak suci. Lidah kita haruslah dimurnikan jika kita mau menjadi bejana yang mulia.
Apakah lidah Anda perlu dibersihkan dari omongan yang kosong dan yang tak suci?
Baca Matius 23:25-27
Siapakah ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi? ___________________
Mengapa Yesus menyebutkan mereka munafik? ____________________
Ilustrasi apakah yang Yesus pakai untuk mengajarkan bahwa pemurnian dari dalam batin adalah lebih penting daripada pekerjaan-pekerjaan “agamawi” yang lahiriah? ________
Bagaimana kecaman keras Yesus terhadap para ahli Taurat dan orang-orang Farisi diterapkan dalam pelayanan Anda terhadap yang lain? __________________________
Kecaman Yesus yang paling tajam bukan ditujukan kepada kaum tuna susila atau pemungut cukai tetapi terhadap “pendeta-pendeta” pada zamannya yang membutuhkan pencucian batin menyeluruh.
Saya telah memperhatikan fenomena yang paling menarik dalam kehidupan pribadi saya. Ketika saya berkonsentrasi mencari wajah Tuhan daripada melayani orang lain, saya tetap dituntun kepada penyesalan akan dosa di dalam hidup saya. Ketika saya mengaku dosa dan disucikan, saya semakin haus mencari Dia.
Semakin saya menerima kehadiran-Nya dan hidup-Nya melalui doa dan belajar Alkitab, semakin saya lihat bahwa saya mempunyai kesempatan-kesempatan untuk pelayanan. Ini adalah satu pola pelayanan yang Allah telah tetapkan dalam hidup saya.
Mencari wajah-Nya. Bertobat dari dosa. Haus akan dia. Melayani dunia.
Di manakah Anda pada putaran ini?
Kiat untuk Ibu
Tidak ada yang lebih nikmat selain dari masakan yang enak, hangat, buatan sendiri yang dikirimkan kepada Anda ketika Anda sakit. Dan tidak ada yang lebih mengecewakan ketika Anda sakit dan masih harus mencuci dan membersihkan kerak makanan di dasar panci yang kotor!
Ketika mengirim makanan kepada seseorang yang sedang sakit, baru melahirkan bayi, mengalami kematian dalam keluarga, yang baru pindah rumah, dan lain lain, bawalah makanan yang dimasukkan dalam kotak plastik atau tempat yang sekali pakai langsung dibuang, agar tak merepotkan si penerima. Biasanya harganya tidak mahal dan si penerima akan berterima kasih.
Dan ketika membawa makan malam, jangan lupa membawa makanan penutupnya, dan mungkin sedikit cemilan untuk seusai-makan malam — mereka akan menyukai sentuhan tambahan Anda yang manis.
GBI Pasir Koja 39 Bandung