PENGINJILAN, APAKAH MASIH “RELATE” DI KAUM MUDA-MUDI?

YOUTH
Oleh: Kevin Eldiwan

Masa remaja hingga pemuda adalah masa di mana seseorang akan mengalami transisi atau perubahan secara fisik, kerohanian, psikologis, sikap, cenderung lebih mencari jati diri dan butuh pengakuan dalam masa muda mereka. Banyak tuntutan pergaulan dan kebutuhan sosial yang mereka alami dalam kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini menentukan apakah mereka akan tetap berpegang teguh terhadap kebenaran atau bahkan mereka cenderung goyah atau lemah terhadap kebenaran, dan sayangnya lebih banyak yang cenderung goyahnya daripada yang kuat di dalam kebenaran.

Melihat keadaan yang dialami oleh remaja dan pemuda di jaman ini, sangatlah penting untuk melakukan pembinaan iman terhadap mereka untuk diarahkan, dibina sehingga iman mereka dapat bertumbuh semakin kuat dalam iman melalui suatu proses, cara, perbuatan, pembaharuan, penyempurnaan, usaha/tindakan, serta kegiatan pembinaan. Masalah selanjutnya ketika anak-anak diperhadapkan pada situasi demikian, anak-anak cenderung melihat pembinaan iman tersebut sebagai proses yang terlalu sulit atau kolot. Tidak mudah untuk mereka beradaptasi ketika mereka dibina, ada saja proses yang harus dialami. Oleh karena itu posisi kita sebagai pembimbing/pembina tak jarang kita akan memutar otak untuk bagaimana caranya melakukan pembinaan/bimbingan yang relate untuk setiap anak-anak muda, belum lagi mereka kritis dalam hal kehidupan sehari-hari.

Bagaimana kita sebagai pembimbing/pembina melakukan penginjilan yang tetap relate untuk setiap anak-anak muda?
1.Tidak sekedar menjadi seorang pembina, tetapi juga menjadi kawan dan sahabat bagi mereka.
Pembina seringkali di ‘cap’ oleh anak muda sebagai orang yang terlalu kaku atau “strict”, harus selalu dituruti, bahkan seram. Hal ini membuat anak muda cenderung malah melawan pembimbing. Kita harus menjadi kawan dan sahabat mereka, di mana ketika mereka membutuhkan kita untuk bercerita dan tentunya pasti kisahnya pun bakal bervariasi dan untuk kadang hal tersebut adalah hal yang receh untuk kita, namun kita tetap perlu sabar untuk mendengarkannya, justru itu kita diingatkan hal yang ‘receh’ tersebut untuk mengingat kembali proses Tuhan yang terjadi dalam kehidupan kita lebih dahulu supaya kita bisa mengucap syukur atas semua yang telah kita lalui.

2.Menggunakan metode penginjian dan pemuridan dengan bimbingan yang bersifat aplikatif namun tetap memiliki fundamental yaitu Yesus Kristus.
Sebagai pemimbing, kita perlu tetap up to date dengan situasi kondisi yang sedang berjalan di fase anak muda jaman sekarang. Kita juga perlu untuk melihat latar belakang remaja dan pemuda yang kita bimbing. Perlu juga membuka pandangan dan pikiran terhadap situasi kondisi yang mungkin menurut kita sangat merepotkan, tapi mau tidak mau kita harus tetap memantaunya. Itulah cara yang dapat kita pakai untuk tetap relevan terhadap anak muda, namun tetap untuk meminta bimbingan dari Tuhan dengan tetap rutin membaca firman agar firman tetap menjadi dasar kita memandang situasi kondisi yang ada.

3.Menjadi teladan yang baik dalam perkataan, pikiran dan tindakan.
Anak muda cenderung melihat contoh, bagaimana caranya kita membimbing sedangkan kita saja belum ‘penuh’? Jangan sampai ketidak’penuh’an kita menjadi batu sandungan untuk penginjilan kita. Seorang pembimbing harus bersedia tetap dibentuk, bayar harga supaya dirinya dapat ‘penuh’, untuk semakin dewasa dalam Rohani dan Karakter, itu tidak mudah, perlu hikmat dari Tuhan supaya diri kita dapat ‘penuh’ mengalami Tuhan dapat mengalir menjadi berkat sebagai pembimbing.

4.Tetap rendah hati mau tetap dibentuk.
Dalam penginjilan, kita sebagai pembimbing kita tidak hanya membentuk orang, tapi kita membentuk diri kita lebih lagi. Saling membangun adalah hal yang sangat diperlukan dalam proses penginjilan. Ketika kita ingat kita memiliki anak yang harus diinjili dan dibimbing, kita dibentuk untuk semakin dewasa dan mempersiapkan lebih lagi apa yang mau kita sampaikan terhadap anak muda tersebut. Godaan untuk dilawan: Kebergantungan pada diri sendiri. Saat kita bertumbuh dalam pemuridan dan di dalam pengetahuan kita akan Firman Allah, kita mungkin menjadi kurang menyadari kebutuhan kita akan Tuhan dalam kepemimpinan rohani kita. Namun, kebenarannya adalah bahwa kita tidak pernah menjadi kurang membutuhkan Dia. Bukan pengetahuan atau ketrampilan kita yang akan mengembangkan murid-murid, tetapi kuasa Allah yang bekerja di dalam kita. Kita harus terus-menerus mengakui bahwa di hadapan Dia, dengan sungguh bergantung pada Dia, dan tidak pernah tertipu untuk percaya pada kemampuan kita sendiri
Sekali lagi, mari kita budayakan penginjilan yang ‘having fun’ namun tetap bersumber dari Yesus Kristus. Supaya anak remaja dan pemuda jaman sekarang memandang penginjilan itu sebagai hal yang terlalu ‘nge-roh’ tapi mereka dapat memandang penginjilan sebagai sarana mereka dapat dibentuk secara santai, relate dengan keadaan mereka dan mereka menaruh kepercayaan kepada kita setiap para pembimbing. Sangatlah indah kita diberikan kepercayaan untuk melakukan penginjilan ini. Tetap semangat di dalam Tuhan. Amin !

Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus – Kolose 1:28

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …