PEKERJAAN SEORANG IBU – BEKERJA ATAU TIDAK BEKERJA

Artikel Wanita 1
Oleh: Indri Haans

Bekerja atau Tidak Bekerja?

Saya tahu ada banyak diantara Anda yang bergumul mengenai masalah bekerja. Hati Anda memberitahu Anda untuk tinggal di rumah dengan bayi Anda. Hati Anda terbelah memikirkan untuk berpisah dari dia. Tetapi kepala Anda memberitahu Anda bahwa anggaran Anda tidak mencukupi. Sebagian dari Anda mungkin memikirkan berapa banyak waktu yang Anda harus habiskan untuk gereja atau sukarelawan di dalam masyarakat. Inilah subjek pelajaran di minggu ini.

Haruskah seorang wanita membantu suaminya mendapatkan penghasilan untuk keluarga? Haruskah dia meninggalkan anak-anaknya dengan seseorang yang lain sementara dia pergi bekerja? Bagaimana pula dengan ibu yang tinggal di rumah yang di bombardir oleh gereja, sekolah dan masyarakat untuk dengan sukarela menyumbangkan keseluruhan waktunya? Haruskah dia dengan sukarela bekerja bagi Tuhan? Haruskah dia melibatkan dirinya dalam sekolah anaknya atau di masyarakat?

Sebelum Anda mempelajari unit ini, tuliskan satu paragraf singkat tentang falsafah Anda mengenai pekerjaan seorang wanita.
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Dalam unit ini, kami akan memperkenalkan satu pengujian empat-bagian untuk pekerjaan dan kegiatan Anda. Ini adalah satu pengujian yang Alkitabiah untuk diterapkan pada pekerjaan apapun yang Anda jalankan. Itu akan memampukan Anda untuk menguji motivasi-motivasi Anda, waktu, dan dampak dari pekerjaan Anda.

Uji Empat-Bagian

Uji empat bagian untuk semua kegiatan Anda.
· Apakah itu membangun rumah tangga Anda dan tidak meruntuhkannya?
· Dapatkah Anda melakukannya dalam nama Yesus?
· Apakah suami Anda menyetujui kegiatan ini?
· Dapatkah Anda tunduk tanpa kompromi di bawah otoritas orang yang berwenang atas aktivitas ini?

Pengujian ini cocok untuk pekerjaan sukarela atau karir sepenuh waktu. Itu akan membantu Anda untuk mengevaluasi cara Anda membersihkan rumah atau tawaran pekerjaan mana yang harus diterima. Itu akan membantu Anda memutuskan apakah terlibat dalam sepenuhnya untuk mengajar di Sekolah Minggu ataukah mengambil tawaran pekerjaan di luar daerah?

Uji Pertama Untuk Pekerjaan Seorang Wanita: Membangun Rumah Tangga

Amsal 14:1 Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri.

Ini adalah standar utama dalam mengukur setiap jenis pekerjaan yang Anda lakukan. Apakah pekerjaan ini membangun rumah tangga Anda atau meruntuhkannya? Evaluasi pekerjaan Anda terhadap prioritas-prioritas yang telah kita pelajari di MotherWise.

Prioritas No. 1: Allah

Apakah pekerjaan Anda yang sekarang membantu Anda menjaga hubungan Anda dengan Allah sebagai prioritas pertama Anda? Apakah Anda mempunyai waktu sendiri dengan dia dalam persekutuan yang intim?

Prioritas No. 2: Suami

Apakah pekerjaan Anda yang sekarang membantu Anda menjaga hubungan Anda dengan suami sebagai prioritas kedua Anda? Kita akan mencakup penundukkan Anda kepada suami Anda mengenai pekerjaan Anda di unit ini, tetapi untuk saat ini pikirkan secara umum. Apakah ada waktu untuk membina perkawinan Anda?

Prioritas No. 3: Anak-anak

Apakah pekerjaan Anda yang sekarang membantu Anda menjaga hubungan Anda dengan anak-anak Anda sebagai prioritas ketiga Anda? Apakah keterikatan Anda kepada mereka sesuai dengan tingkatan usia mereka? Apakah mereka mendapatkan cukup waktu kehadiran ibu dan penghiburan ibu yang mereka butuhkan untuk pertumbuhan yang semestinya?

Adalah sangat menarik bagi saya bahwa kata dalam bahasa Ibrani untuk membangun dalam ayat ini adalah banas yang artinya untuk mendapatkan anak-anak begitu juga untuk membuat, membangun, atau memperbaiki. Rupanya, anak-anak adalah figur-figur kunci dalam membangun rumah bagi seorang wanita yang bijak.

Kata untuk “meruntuhkan” adalah kata harac. Yang artinya “memecahkan, menghancurkan, mengalahkan, merenggut, merusak, dan mencampakkan sama sekali. Ini adalah satu gambaran yang sangat gamblang tentang apa yang dilakukan seorang wanita bodoh dengan tangannya sendiri atas hubungan antar pribadi di rumahnya.

Apakah pekerjaan Anda yang sekarang lulus dalam pengujian yang pertama?
Apakah itu membangun rumah tangga Anda atau meruntuhkannya?

Dr. Urie Bronfenbrenner, profesor Perkembangan Manusia di Universitas Cornell mengatakan, “Setiap anak membutuhkan seseorang yang mengadakan satu komitmen yang termasuk akal dengan mereka.” Dia membutuhkan seseorang yang tidak akan berkemas-kemas dan pulang pada pukul 05.00 sore. Pengasuhnya haruslah mengasihi anak itu lebih daripada siapapun dan anak tersebut harus mengasihinya juga. Setiap anak harus menghabiskan sejumlah besar waktu dengan seseorang yang amat sangat mengasihinya. dan orang tersebut sepantasnya adalah ibunya.

Yesaya 49: 14-16 Sion berkata: “TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.” Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

Dua gambaran kasih Allah yang manakah untuk kita di dalam ayat-ayat ini?
________________________________________________________________________________________________________________

Dalam pelajaran awal ketika kita mempelajari hubungan kita dengan anak-anak kita, kita mengenal Allah sebagai orang tua teladan. Apa yang Allah, sebagai orang tua, lakukan untuk bangsa Israel, anak-Nya, di dalam ayat-ayat ini?

Allah mengasihi kita dengan kasih yang radikal dan tanpa alasan. Dia mengasihi kita dan ingat akan kebutuhan-kebutuhan kita seperti perhatian seorang ibu menyusui kepada anak-anaknya. Dia begitu mengasihi kita sehingga dia menuliskan nama-nama kita di telapak tangannya. Kita selalu ada di garis terdepan dalam pemikiran-Nya.

Ketika Anda membuat keputusan untuk melakukan satu aktivitas atau tidak, pikirkan melalui ayat-ayat ini. Apakah saya melupakan bayi saya yang sedang menyusui atau tidak mempunyai kasih terhadap anak dalam kandungan saya? Sudahkah saya menuliskan anak saya di “telapak tangan saya” sehingga saya tidak akan melupakan dia? Sudahkah kebutuhan-kebutuhannya saya penuhi?

Check Also

Artikel Wanita April 26 copy

IMAN UNTUK MENANG – 7

Artikel Wanita April 26 copy Dalam pertandingan yang ditayangkan secara nasional di televisi dari Norman, …