
Paradoks Iman Kristen: 10 Kebenaran Paradoks yang Akan Meningkatkan Level Iman Anda; Pdt. Ishak Sugianto, S.Th.; PBMR Andi; Cetakan ke-1: Maret 2011; 193 halaman.
Banyak buku rohani Kristen yang membahas pertumbuhan iman Kristen dengan sangat baik. Namun sangat jarang buku rohani yang mengupas tuntas berbagai fenomena dunia yang dapat menjadi penghalang utama pertumbuhan iman dalam Kekristenan dewasa ini.
Kata ‘Paradoks’ berasal dari bahasa Inggris, paradox, yang artinya keadaan yang berlawanan. Dalam kekristenan, kita menjumpai banyak paradoks iman. Paradoks iman tersebut menggambarkan dua keadaan yang berlawanan, tetapi di sanalah terlihat kesempurnaan karya Tuhan.
Apakah pesta pora atau hedonisme bertentangan dengan kehidupan kita sebagai orang percaya? Atau apakah kehidupan orang Kristen identik dengan sengsara, penganiayaan, dan kekerasan dari pihak lain? Inilah contoh-contoh paradoks dalam kekristenan yang selalu membuat kita bertanya-tanya. Hal ini tentunya membuat kita mencari dan terus mencari jawaban atas hal-hal yang membuat kita ragu dan tidak tahu arti kekristenan yang sebenarnya. Selanjutnya yang kita dapati hanyalah kita semakin bingung karena berbagai versi jawaban yang berbeda. Temukanlah jawabannya dalam buku ini yang mengupas tuntas sepuluh paradoks dalam kehidupan kekristenan, dan yang pasti akan menginspirasi dan mengubah paradigma dan kehidupan iman Anda. Dengan demikian Anda dapat memiliki iman yang mengalahkan dunia dan menjadi serupa dengan karakter Kristus yang mengubahkan.
Melalui buku ini, kita akan belajar bahwa dalam iman Kristen terdapat campur tangan Tuhan untuk mengatur kebaikan bagi umat-Nya melalui sebuah paradoks. Tuhan dapat bekerja melampaui akal manusia untuk membalikkan keadaan yang tidak mungkin menjadi mungkin, memberikan jalan yang baru untuk memecah kebuntuan, serta mencurahkan berkat-Nya bahkan saat manusia tidak berdaya sekalipun.
Penulis menyusun buku ini menjadi 10 judul atau bab: 1) Sempit, tetapi Lega, 2) Senang, tetapi Susah, 3) Sulit, tetapi Tabah, 4) Tua, tetapi Tidak Dewasa, 5) Aneh, tetapi Nyata, 6) Baru, tetapi Lama, 7) Dekat, tetapi Jauh, 8) Gagal, tetapi Sukses, 9) Jauh, tetapi Dekat, 10) Mati, tetapi Masih Bicara.
Pdt. Ishak Sugianto, S.Th. (Mei 1946 – 30 Maret 2020) sejak tahun 1987 hingga akhir hayatnya adalah Gembala Sidang Gereja Bethel Indonesia (GBI) Aletheia, Jl. Magelang No. 141-143, Yogyakarta. Sebelum itu, beliau mengajar sebagai dosen dan pernah menjabat sebagai ketua di STT Abdiel, Ungaran, Kabupaten Semarang (1970-1988). GBI Aletheia adalah gereja yang bertekad untuk menjadikan jemaatnya sebagai umat Tuhan yang siap untuk diangkat ke surga, bertemu dengan Sang Juruselamat, Tuhan Yesus Kristus. Beberapa buku lainnya yang beliau tulis dan juga diterbitkan oleh Penerbit Andi di antaranya: Madu Surgawi, Embun Surgawi, Lentera Surgawi, The Power of Blessing, Mengatasi Gelombang Kehidupan, dan Words of Distinction.
GBI Pasir Koja 39 Bandung