
Dalam perjalanan mencari jati diri, seorang remaja dan anak muda memerlukan sebuah wadah untuk bertumbuh dan berkembang. Sebagai contoh, Anwar yang suka bermain basket, maka ia akan bergabung dengan klub basket. Di klub itu Anwar bisa bertumbuh menjadi pemain basket yang mahir. Namun, jangan sampai seorang remaja dan anak muda masuk wadah yang salah. Apalagi saat usia remaja di mana mereka sedang berusaha mencari jati diri dan haus akan kasih. Bukannya bertumbuh, malah wadah tersebut akan merusak hidup dan menghancurkan masa depan mereka. Ingat, pergaulan (wadah) yang buruk, merusak kebiasaan yang baik (1 Korintus 15:33).
Demikian pula untuk kehidupan rohani, kita memerlukan sebuah wadah agar kehidupan rohani kita terus berkembang. Salah satu sarana yang dapat menjadi wadah bagi pertumbuhan kerohanian kita adalah komunitas sel di gereja. Suatu komunitas sel dapat dikatakan berjalan dengan sehat apabila memenuhi 2 fungsi utama berikut ini.
1. Melaksanakan Amanat Agung (Matius 28:19-20)
Melalui komsel, penjangkauan dapat dilakukan lebih efektif karena komsel bersifat fleksibel tidak bersifat formal. Tidak apa-apa untuk mengajak orang yang belum menjadi Kristen untuk bergabung dengan komsel kita. Saat pertama kali bergabung, tidak masalah juga apabila mereka datang dengan motivasi yang salah, misal hanya ingin ikut makan atau sekadar mengobrol berbincang-bincang saja. Tetapi, setelah beberapa pertemuan berikutnya, mulailah mengarahkan mereka ke jalan yang benar dan cobalah beritakan Injil secara perlahan. Kalau mereka belum mau menerima, tidak perlu dipaksa, tetap kasihi mereka dengan tulus. Biarkan Roh Kudus yang bekerja dalam hati mereka. Dari fungsi yang pertama ini, komsel yang sehat dapat dilihat dari sisi kuantitas yang semakin bertambah banyak (multiplikasi).
2. Melaksanakan Hukum Terutama (Matius 22:36-40).
Komsel yang baik tidak hanya bertumbuh secara kuantitas, tetapi juga kualitas dari setiap anggotanya. Level mengasihi Tuhan dan sesama harus meningkat juga. Saya yakin ketika kita benar-benar mengalami kebaikan Tuhan setiap harinya, kita tidak akan tahan untuk berbuat baik kepada orang lain. Ada suatu dorongan yang kuat untuk berbuat baik kepada orang-orang yang mungkin menjengkelkan dan bahkan tidak menyukai kita. Jika kita yang tidak layak saja dikasihi dengan kasih yang begitu besar oleh Bapa di sorga, sudah sepatutnya kita juga mengasihi orang-orang di sekitar kita bahkan bagi mereka yang pernah melukai perasaan kita (Lukas 6:27-36). Dari fungsi yang kedua ini, komsel yang sehat dapat dilihat dari kualitas hidup setiap anggota komsel yang semakin dewasa dengan menjadi pribadi yang semakin mengasihi Tuhan dan sesamanya.
Kitab Kisah Para Rasul mencatat kehidupan jemaat mula-mula yang senantiasa hidup dalam komunitas (Kisah 2:42). Jemaat mula-mula percaya, hanya dengan berada dalam sebuah komunitas, mereka bisa saling mendoakan, saling mendukung, saling mengingatkan, dan saling menasehati. Sebagai orang percaya, kita perlu memiliki komunitas rohani yang bisa menolong kita bertumbuh dengan maksimal.
GBI Pasir Koja 39 Bandung