ALLAH SUMBER SEGALA BERKAT

Artikel Utama 1
Oleh: Pdp. Haresh T. Keswani

Ulangan 8:17-18. Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Seringkali kita lupa, bahwa sejatinya setiap berkat yang kita terima, itu semua berasal dari Allah. Firman di atas mengatakan, bahwa Allahlah yang memberikan kita kekuatan untuk memperoleh kekayaan. Ia mengingatkan umat-Nya untuk selalu ingat akan Allah, Ia sumber segala berkat.

Matius 6:33. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Tuhan Yesus mengatakan, bahwa di atas segalanya, prioritas kita haruslah mencari dahulu Kerajaan Allah. Dengan melakukannya, maka otomatis kita akan dekat dengan Allah, sang sumber berkat.

Hidup yang tengah kita jalani adalah sebuah kehidupan yang tidak menentu, apalagi di zaman akhir ini. Segala sesuatu bisa terjadi berubah dalam sekejap. Karenanya, sangat penting untuk kita benar-benar bergantung dan berpegang erat kepada Allah. Pendidikan tinggi, status sosial, uang, jabatan, semuanya tidak dapat menjamin masa depan kita, sebab semua itu dapat lenyap begitu saja.

Namun, saat kita taat akan firman-Nya, mencari dahulu Kerajaan Allah, maka janji Tuhan bagi kita, bahwa semua yang kita perlukan akan Allah tambahkan dalam hidup kita. Allah kita setia, ia sanggup dan pasti memenuhi janji-Nya.

Seseorang yang dekat dengan Allah, pasti akan tahu apa yang menyenangkan hati-Nya. Orang tersebut pastinya seorang yang suka belajar firman Tuhan, konsisten berdoa, dan berkomitmen untuk melakukan kehendak-Nya. Dan sebagai Allah yang setia, tentu Ia sangat memperhatikan umat-Nya yang setia dan taat serta takut akan Dia. Hadirat-Nya pasti akan selalu melingkupi kita.

Mengapa belajar firman Tuhan, konsisten berdoa dan berkomitmen untuk melakukan kehendak-Nya itu penting? Karena saat kita berdoa, mencari hikmat dan kehendak-Nya, Tuhan pasti akan berbicara kepada kita. Firman Tuhan adalah sumber segala hikmat yang sangat kita butuhkan dalam mengambil keputusan-keputusan bagi hidup kita. Selain itu, lewat pendengaran oleh firman Kristuslah iman kita timbul (Roma 10:17). Imanlah yang kemudian membuat kita menerima semua jawaban-jawaban doa kita (Markus 11:24; Ibrani 11:1).

Jika kita memiliki hubungan yang erat dengan Allah, yang terbangun lewat kehidupan doa dan perenungan firman Tuhan, maka Roh Kudus akan bekerja dalam diri dan hidup kita, memberikan hikmat dan menuntun kita kepada hidup yang berkemenangan.

Lukas 16:10. “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”

Sebagai orang percaya, kita juga wajib hidup dalam integritas dan kejujuran. Kita dapat percaya penuh akan Allah, tetapi untuk dipercaya oleh Allah dan manusia itu hal yang berbeda. Integritas adalah modal utama untuk kita memperoleh kepercayaan dan kepercayaan itu memiliki peran yang sangat penting bagi kemajuan hidup kita.

“Pada tahun 1994, ketika mulai merintis usaha di bidang tekstil, saya tidaklah memiliki modal untuk belanja barang dagangan. Namun, karena para supplier mengenal saya dan keluarga, mereka pun siap memberikan saya kredit dengan jangka waktu selama 6 bulan untuk berbelanja bahan, sehingga saya tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan apa pun yang saya butuhkan. Itu bisa terjadi karena mereka percaya kepada saya. Dengan berjalannya waktu, Tuhan memberkati dan menyertai usaha saya tersebut.”

Oleh sebab itu, penting sekali untuk menjaga kepercayaan yang orang lain berikan, karena itu menentukan kemajuan usaha kita, termasuk jika kita bekerja sama dengan orang lain.|

Amsal 27:23-24. “Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan hewanmu. Karena harta benda tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap turun-temurun?”

Selain hidup melekat dengan Allah dan memiliki integritas, satu yang tidak kalah penting adalah sungguh-sungguh memperhatikan kualitas dari pekerjaan atau usaha yang kita miliki.
Jika Anda bekerja di sebuah perusahaan, apakah Anda telah melakukan pekerjaan Anda dengan sangat baik dan tidak berlaku hitung-hitungan dengan atasan Anda? Karena, seorang pimpinan akan menyukai hasil dan sikap kerja yang sangat baik, tentu ia juga akan memberikan Anda bonus dan promosi.

Jika Anda memiliki usaha, maka perlu untuk memperhatikannya dengan sangat baik. Kita harus berusaha dengan rajin, membuat perhitungan yang cermat dengan tuntunan hikmat Allah, sehingga usaha kita akan menghasilkan keuntungan, dan bukan kerugian.

Baik jika kita bekerja atau berusaha, Anda dan saya harus mengusahakan dengan sebaik mungkin, bahkan penting untuk memberikan nilai lebih dari apa yang orang lain lakukan. Sebuah pekerjaan, produk, atau jasa yang unggul itu ditentukan dari apakah kita memberi perhatian yang khusus kepada hal-hal yang detail atau sangat terperinci. Kita tidak melakukan pekerjaan atau menjalankan usaha kita dengan biasa-biasa saja apalagi sembarangan.

Kita juga harus hidup sesuai dengan kemampuan kita. Jangan terbawa gaya hidup konsumtif. Selalu ingat, bahwa bukan apa yang kita inginkan, tetapi apa yang kita butuhkan dan sesuai kemampuan kita. Kebiasaan menabung haruslah kita lakukan, bahkan ajarkan kepada anak-anak kita sejak dini. Saat Anda hendak berinvestasi, pastikan investasi yang aman dan tidak beresiko.

Matius 25:29. “Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”

Di Matius 25:14-30, kita juga belajar, bahwa Tuhan menciptakan kita untuk sebuah tujuan dan kerinduan-Nya adalah agar kita hidup menggenapi tujuan tersebut. Ia mau agar kita setia dan penuh tanggung jawab akan semua yang Ia telah percayakan dan taruhkan di dalam diri dan hidup kita.

Ia mempercayai kita untuk melayani-Nya, yaitu dengan membagikan kasih-Nya bagi semua umat manusia lewat hidup kita. Sebuah Amanat Agung yang Ia ingin kita tunaikan, termasuk kepada keluarga kita. Sebuah keharusan dan tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk membesarkan anak-anak kita dalam takut dan ketaatan akan Allah. Allah pasti akan menolong saat kita melakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita tersebut. Roh Kudus diberikan dan tinggal di dalam kita untuk menolong kita. Ia Allah yang selalu ada beserta kita. Ia tidak pernah jauh, Ia ada di dalam kita.

Anda dan saya dapat sukses dalam panggilan-Nya juga dalam pelayanan ketika kita selalu bergandengan tangan, sehati dan sejiwa dengan Tuhan. Saat firman-Nya ada di dalam kita, waktu kita mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan kita.

Matius 25:30 mengajarkan, bahwa Sang Tuan yang telah mempercayakan talenta-talenta kepada hamba-hamba-Nya untuk diusahakan dan dimultiplikasikan, Ia akan menghukum mereka yang tidak setia dan bertanggungjawab, dan berkata: “Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

Jangan lupa, bahwa hidup ini hanya sementara, dan apa pun yang kita kerjakan atau lakukan dalam hidup ini akan menentukan hidup kekal kita nanti. Jika kita setia dan bertanggungjawab, maka kita akan menikmati kemuliaan dalam Kerajaan-Nya yang kekal. Sungguh sebuah kehormatan dan hak istimewa bagi mereka yang hidup sesuai kehendak dan panggilan-Nya.

Pada akhirnya kita kembali kepada apa yang Tuhan Yesus katakan di Matius 6:33. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Tuhan Yesus tahu, bahwa untuk meraih keberhasilan, kesuksesan dan hidup yang berkemenangan, maka kita harus membangun hidup yang berfokus kepada-Nya. Hanya dalam Allah ada berkat yang kekal, damai sejahtera, sukacita dan kepenuhan hidup, yang akan memelihara tubuh, jiwa dan roh kita.
Bagi Dialah segala pujian, syukur dan kemuliaan untuk selama-lamanya. Amin.

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …