FIRMAN TENTANG DISIPLIN

Artikel Wanita Desember
Oleh: Indri Haans

Mohon pelajari ayat-ayat Injil berikut ini dengan tekun. Izinkan Roh Kudus untuk berbicara langsung kepada Anda melalui ayat-ayat tersebut.
Amsal 19:18, “Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya.”
Amsal 13:24, “Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.”
Amsal 10:13, “Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi.”
Amsal 22:15, “Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya.”
Amsal 20: 30, “Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati.”
Amsal 26:3, “Cemeti adalah untuk kuda, kekang untuk keledai, dan pentung untuk punggung orang bebal.”
Amsal 29:15, “Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya.”
Amsal 29:17, “Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.”
Amsal 23:13, “Jangan menolak didikan dari anakmu ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan.”
Amsal 23:14, “Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati.”

Alat hukuman apakah yang disebut di dalam ayat-ayat ini?
Apa yang ayat-ayat ini katakan tentang orang tua yang tidak menggunakan tongkat?
Apa yang Anda yakini tentang firman Allah? Apakah Amsal 13:24 itu benar?
Apa guna tongkat untuk sang anak?
Menurut Amsal 23:13, mengapa kita tak boleh menolak didikan dari anak-anak kita?
Apa perbandingannya di dalam Amsal 26:3 dan bagaimana itu menolong untuk menjelaskan kebutuhan akan tongkat?
Apa yang tongkat dan teguran berikan untuk anak Anda?
Ketika seorang anak berbuat sesuka hatinya apa yang terjadi dengan ibunya?
Apa yang Allah katakan kepada Anda hari ini sementara Anda mempelajari ayat-ayat ini?
Tindakan apa yang akan Anda ambil untuk mengikuti apa yang dia katakan?

Saya yakin Tuhan menginstruksikan para orang tua menggunakan satu peralatan pendisiplinan terpisah dari tangan-tangan mereka untuk satu alasan yang sangat baik. Tangan adalah terlalu mudah dan selalu tersedia sebagai satu alat untuk kedisiplinan. Tangan adalah untuk mengasihi. Satu tongkat yang disimpan di dalam laci memberikan orangtua waktu untuk berpikir, berdoa, dan menenangkan dirinya sendiri sebelum menjalankan pendisiplinan.

Hanya jika seorang anak antara 18 bulan hingga 12 tahun telah menantang dengan sengaja tidak menaati satu aturan yang jelas yang telah ditetapkan, maka barulah ajaran patut diberikan. Saya yakin 3 hajaran (pukulan) kuat di pantat adalah cukup untuk hukuman. Hajaran untuk seorang anak yang tidak taat dari orang tua yang penuh kasih dan perhatian adalah satu tindakan kasih.

Ibu-ibu selalu bertanya kepada saya kapan seharusnya hajaran dimulai. Menurut Dr. Den Trumbull, “Hajaran adalah tidak patut sebelum umur 15 bulan dan biasanya tidak perlu lagi diberikan setelah 18 bulan.” Jika Anda ragu, tegur, tetapi jangan menghajar.

Keluarga kami mempunyai satu kebiasaan yang mungkin bisa membantu Anda.
1. Kenali aturan yang dilanggar. Minta anak Anda untuk menyebutkan aturan dan mengaku bersalah.
2. Jika anak Anda belum cukup besar, suruh dia ke kamar untuk meletakkan tangannya di tempat tidurnya, sementara Anda pergi untuk mengambil tongkat. Berdoalah sementara Anda berjalan untuk mengambil tongkat itu, “Tuhan janganlah terlalu berlebihan dan juga jangan terlalu ringan”. Tentu, awalnya, anak-anak kecil tidak akan dengan rela menunggu untuk dipukul. Anda mungkin perlu membawa mereka untuk mendapatkan tongkat itu.
3. Tiga hajaran diberikan di pantat.
4. Peluklah anak dan hiburkan hatinya. Saya biasanya mengatakan sesuatu seperti, “Mama terlalu sayang padamu untuk mengizinkan kamu berbuat seperti itu. Mama tidak suka menghajar kamu, tetapi mama akan melakukan apapun untuk menolong kamu menjadi anak yang manis seperti yang Allah inginkan.”
5. Hubungan dipulihkan.
JANGAN memukul kepala, mulut, kaki, lengan, atau bagian-bagian tubuh lainnya selain dari pantat.
JANGAN memukul dengan tangan. Tangan adalah untuk menyayangi. Pengecualian atas hal ini adalah seorang anak di bawah 2 tahun yang sedang menyentuh sesuatu yang membahayakan.
JANGAN memukul di depan umum. Hargai harga diri anak Anda. (Ingatlah bahwa orang lain bisa menyalahartikan hajaran Anda sebagai penganiayaan. Di Amerika ini dapat berlanjut ke pengadilan).

Ada satu hal lagi catatan mengenai hajaran. Jika seorang anak belum siap untuk memulihkan hubungan dengan Anda segera setelah hajaran, saya sarankan Anda untuk memberinya waktu 15-20 menit untuk sendirian. Tetapkan timer sebelum Anda lupa untuk kembali kepadanya.

Ketika timer sudah berbunyi, kembalilah dan katakan, “Kita perlu berbicara sekarang. Kamu tahu betapa Mama mengasihi kamu. Mama tahu, bahwa pukulan itu melukai perasaanmu, tetapi ketika kamu tidak taat, inilah yang harus kita lakukan. Sudah saatnya kita mulai yang baru. Ayo beri Mama satu pelukan.”

Raih si anak kepada Anda dan “selesaikan” keseluruhan peristiwa itu. Jangan meminta maaf untuk pukulan Anda dan jangan coba untuk membesar-besarkan kelebihan anak Anda. Jangan biarkan dia memanipulasi Anda dengan rupa cemberutnya. Dia mungkin akan mencoba menghukum Anda karena mengoreksi dia. Harga dirinya terluka, tapi jangan mundur, Ibu!

 

Check Also

Artikel Wanita April 26 copy

IMAN UNTUK MENANG – 7

Artikel Wanita April 26 copy Dalam pertandingan yang ditayangkan secara nasional di televisi dari Norman, …