TUGAS SEORANG IBU

Artikel Wanita November
Oleh: Indri Haans

Hari ini kita akan mempelajari beberapa tahapan kritis pendisiplinan. Sebelum kita masuk dalam pelajaran kita, saya ingin memberitahu Anda, bahwa saya telah berdoa untuk Anda, bahwa saya mengasihi Anda. Saya sadar bahwa pelajaran-pelajaran ini mungkin teramat sangat sukar untuk Anda jalankan.
Kita akan melanjutkan proses pendisiplinan anak-anak kita.
Mari simak tahapan-tahapan utama dari pendisiplinan.
1. Tetapkan aturan-aturan.
2. Koreksi secara verbal.
3. Hukuman.
4. Pengakuan/pengampunan.
5. Memperbaiki kesalahan.

Hukuman
Tahapan ketiga dari pendisiplinan adalah tahap hukuman. Sebelum kita mendiskusikan tahapan disiplin yang kurang digemari dan yang jelas ini, sebaiknya kita ingat bahwa hajaran seharusnya relatif jarang setelah tahapan pelatihan awal untuk seorang anak usia 1 hingga 4 tahun. Jika kita mendisiplinkan anak usia prasekolah kita dengan baik, hajaran seharusnya semakin jarang dilakukan karena anak-anak kita menjadi lebih matang antara usia 5 hingga 12 tahun.Tujuan dari menghajar adalah melatih anak untuk taat dan mengajarkan, bahwa konsekuensi ketidaktaatan adalah menyakitkan.

Jika seorang anak dengan sengaja, dengan sikap menentang di depan muka Anda memilih untuk tidak menaati standar yang telah ditetapkan, pertama-tama dia harus ditegur, lalu untuk umur 18 bulan hingga 12 tahun diikuti hajaran dengan tongkat. Untuk anak-anak remaja tindakan-tindakan pendisiplinan dalam bentuk lain yang pantas bisa dilakukan.

Kadang-kadang Anda bisa membimbing anak Anda untuk mengakui kesalahannya sebelum Anda bertindak dan kadang-kadang lebih baik untuk menunggu hingga tindakan telah diambil. Mendisiplinkan anak Anda bukankah satu ilmu pasti! Anda perlu mengevaluasi keadaan dan mempertimbangkan usia dan kematangan anak Anda. Lalu pergunakanlah penilaian Anda yang terbaik.

Kata hukuman bukanlah satu kata yang umum hari-hari ini. Itu berarti menghukum dengan pukulan untuk tujuan membaharui, mengoreksi, dan mengajar. Ini adalah istilah Alkitab untuk hajaran. Hajaran haruslah selalu dilakukan ketika orang tua benar-benar bisa mengendalikan diri. Tujuan dari hajaran adalah untuk membawa anak Anda ke bawah penunjukan atas otoritas Anda. Itu juga mempersiapkan dia untuk tunduk pada suatu hari kelak kepada otoritas Bapanya yang di sorga.

Hukuman, atau hajaran adalah bagian yang paling sulit dalam pendisiplinan untuk kebanyakan ibu-ibu. Itu adalah sukar karena untuk mendisiplinkan anak-anak kita, kita harus mendisiplinkan diri kita sendiri. Hanya seorang ibu yang taat, yang tunduk kepada instruksi Allah yang jelas tentang kedisiplinan mampu menjalankan pendisiplinan yang baik untuk seorang anak.

Jika Anda dianiaya waktu Anda masih kecil, Anda mungkin merasa sangat amat sulit untuk mengajak anak Anda dengan benar. Atau Anda mungkin tergoda untuk menganiaya anak-anak Anda sebagaimana yang Anda alami sebelumnya. Atau Anda mungkin tergoda untuk menghapuskan ajaran sama sekali. Kedua hal ini adalah salah.

Jika Anda mempunyai kepribadian yang pasif dan menyukai kedamaian, Anda kemungkinan akan mempunyai masalah untuk menghajar anak Anda. Anda tidak ingin mengecewakan mereka. Itu akan membuat Anda merasa tidak nyaman. Itu membuat Anda tergoda untuk menghindari keseluruhan pendisiplinan.

Tidak masalah apa pun kepribadian atau latar belakang kita, anak-anak kita membutuhkan kita untuk memberikan mereka setiap bagian yang baik dari pendisiplinan.

Check Also

Artikel Wanita April 26 copy

IMAN UNTUK MENANG – 7

Artikel Wanita April 26 copy Dalam pertandingan yang ditayangkan secara nasional di televisi dari Norman, …