TETAPKAN ATURAN-ATURANNYA

Artikel Wanita Oktober 1
Oleh: Indri Haans

Tingkatan pertama pendisiplinan untuk anak-anak kita adalah menyatakan aturan-aturannya. Ini berarti dengan jelas memberitahukan anak Anda apa tepatnya yang Anda harapkan dari mereka. Allah tidak pernah tidak jelas tentang standar-Nya untuk kita. Allah memberikan standar-standar-Nya bagi kita dalam Hukum Perjanjian Lama. 10 perintah Allah adalah landasan dari Hukum itu. Yesus memberikan dua perintah di dalam Perjanjian Baru. Ini adalah satu kesimpulan dari Hukum Perjanjian Lama.

Dalam Matius 2:37-40, Allah menetapkan standar untuk perilaku kita: mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Allah selalu memastikan, bahwa kita mempunyai instruksi-instruksi yang jelas tentang apa yang diharapkan dari kita. Kita selalu dapat mengetahui standar-standar-Nya mengenai perilaku. Sebagai orang tua kita perlu memastikan, bahwa kita juga melakukan hal yang sama untuk anak-anak kita.

Dalam Amsal 6:20 orang tua memberikan perintah dan pengajaran kepada anak-anaknya.

Para orangtua harus menetapkan instruksi yang jelas, ringkas untuk anak-anak mereka. Anak-anak seharusnya mengetahui kelakuan yang mana yang bisa diterima dan yang tidak. Para orangtua harus memastikan: (1) bahwa anak dapat memahami instruksi instruksi dan (2) bahwa dia mempunyai kemampuan fisik untuk melaksanakan instruksi-instruksi itu.

Latihlah anak kecil Anda berperilaku benar, misalnya “Kalau Mama panggil, kamu harus datang segera, waktu pertama kali Mama panggil.”

Bukan hal asing bagi anak-anak remaja yang jadi “tuli sementara.” Atasilah dengan cara membuat janji dengan mereka untuk mendiskusikan aturan-aturan yang Anda nyatakan dengan jelas. Pastikan kedua pihak memahami harapan masing-masing.

Koreksi Secara Verbal
Tahapan kedua dari pendisiplinan adalah mengoreksi mereka melalui kata-kata ketika mereka melakukan sesuatu yang salah. Dalam tahapan pendisiplinan ini kita perlu dengan jelas memberitahukan anak untuk menghentikan kelakuan yang salah. Itu bisa dengan mengatakan “Hentikan”, “Tidak”, atau “Jangan lakukan itu.” Dengan anak-anak yang lebih besar dan remaja itu berarti terang-terangan menolak, ketika mereka melawan standar Anda yang jelas.

Jika seorang anak dengan sengaja melakukan sesuatu yang salah (memberontak), bentuk pendisiplinan yang pertama dari orang tua adalah mengoreksi mereka dengan kata-kata diikuti dengan bentuk-bentuk kedisiplinan yang lain. Contoh, jika Anda memanggil anak itu dan dia tidak mengindahkan Anda dengan berlari ke arah yang lain, pertama minta dia berhenti. Kemudian disusul dengan tahapan penghukuman dari pendisiplinan.

Jika seorang anak dengan tidak sengaja melakukan sesuatu yang salah, koreksi verbal saja sudah mencukupi. Contoh jika Anda sedang melatih anak Anda untuk meletakkan gelas susu di samping piringnya dan jauh dari pinggir meja, lalu dia lupa dan meletakkannya di pinggir, beritahukan dia untuk memindahkan gelas. Anda mengharapkan dia untuk taat. Tetapi Anda juga dapat mengingatkan dia berulang-ulang. Anak Anda sedang mempelajari satu keterampilan yang baru.

Akan tetapi jika Anda meminta dia untuk memindahkan gelas dan dia dengan sengaja menolak, maka dia sedang memberontak dan seharusnya hukuman dijalankan.
Menetapkan batasan-batasan yang patut untuk anak-anak kita tidaklah berhenti ketika mereka meninggalkan tahapan anak-anak. Ibu-ibu dari murid-murid sekolah menengah pertama dan menengah atas perlu menegur anak-anak bila mereka membantah dan menunjukkan bentuk-bentuk tidak hormat lainnya. Jika kita menginginkan anak-anak kita menunjukkan tanda-tanda tidak hormat dalam hal-hal kecil, mereka akan semakin berani menunjukkan tanda-tanda pemberontakan. Koreksi verbal adalah jalan yang terbaik begitu kesalahan itu terjadi.

Ibu, ini adalah bagian yang sangat penting dari pelatihan anak Anda. Jangan abaikan kelakuan salah yang disengaja anak Anda. Dia belajar apa yang benar dan yang salah ketika Anda bukan sekedar menetapkan aturan-aturan, tetapi juga menindaknya sewaktu mereka memutuskan untuk tidak taat.
Juga melatih anak Anda aspek hidup sehari-hari dan tata krama. Dia tidaklah secara otomatis tahu bagaimana mengatakan “tolong”, “terima kasih”, “tidak, terima kasih”, bagaimana merapikan tempat tidur, dan bagaimana membawa piring-piring ke bak cuci piring. Tetapi sementara Anda dengan sabar mengajar dan melatih, dia akan belajar.

Bacalah Amsal 3:11-12 dan Wahyu 3:19.
Allah menegur kita sebagai anak-anak-Nya. Dia mengoreksi dan memperingatkan kita ketika kita salah. Dia menggunakan firman-Nya dan Roh Kudus-Nya untuk berbicara kepada kita. Dalam Amsal 15:5,10,31,32 anak-anak kita layak mendapatkan yang terbaik. Mereka seharusnya menerima pendisiplinan dari ibu-ibu yang dengan rajin mempelajari firman Allah dan berjanji untuk menaatinya. Saya ingin menghimbau Anda untuk bekerja keras minggu ini untuk menyerap dengan sekuat tenaga semua firman Allah menyangkut masalah yang penting ini. Upaya ini berharga bagi anak-anak Anda.

Kiat-kiat untuk Ibu.

Anak-anak Anda akan mendesak dan menguji aturan-aturan Anda untuk dua alasan:
1. Pertama, mereka ingin mengetahui bahwa peraturan itu akan bertahan dan bahwa Anda akan teguh menetapkannya. Itu membuat mereka merasa aman.
2. Kedua, mereka perlu menguji aturan-aturan Anda untuk bertumbuh dan menjadi dewasa. Perlahan-lahan mereka akan tumbuh melewati setiap tahap batasan peraturan, dan Anda berdua perlu secara berkala mengevaluasi kapan mereka melewati itu. Jadi bersiap-siaplah menghadapi konflik, sementara anak-anak Anda menguji batasan-batasan itu. Itu adalah bagian dari pertumbuhan dan perkembangan.

Tetaplah tegas dengan aturan-aturan yang seharusnya berlaku dan bersikaplah fleksibel untuk hal-hal yang perlu disesuaikan dengan kematangan anak Anda. Inilah yang membuat pengasuhan anak satu tantangan yang menarik!!!

Check Also

Artikel Wanita April 26 copy

IMAN UNTUK MENANG – 7

Artikel Wanita April 26 copy Dalam pertandingan yang ditayangkan secara nasional di televisi dari Norman, …