FLAWLESS DISCIPLESHIP?

FLAWLESS DISCIPLESHIP? - Hubungan antara orang tua dan anak, dengan sahabat terdekat, dengan rekan sepelayanan, begitu juga hubungan seorang
Oleh: Jane Louismono

FLAWLESS DISCIPLESHIP?

Hubungan antara orang tua dan anak, dengan sahabat terdekat, dengan rekan sepelayanan, begitu juga hubungan seorang pembimbing rohani dengan anak-anak rohaninya tidak selalu berjalan mulus. Sangat banyak faktor yang membuat sebuah hubungan menjadi rusak, entah karena kesalahpahaman, keegoisan, tindakan maupun perkataan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tidak dapat dipungkiri, bahwa sebuah hubungan tidak akan terlepas dari konflik yang pada akhirnya jika tidak dapat diselesaikan dengan baik akan menimbulkan luka dan kekecewaan. Dan sebagai manusia yang terbatas kita akan selalu melakukan kesalahan, sekeras apa pun kita berusaha menjadi seorang yang tanpa cacat. Seringkali banyak orang yang terlanjur memiliki ekspektasi dan harapan yang tinggi terhadap manusia, khususnya kepada orang terdekat, dengan asumsi tanpa sadar, bahwa orang tersebut tidak akan mengecewakan. Dan ketika orang tersebut tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan akan menimbulkan luka yang begitu dalam. FLAWLESS DISCIPLESHIP?

Walaupun kita tahu seharusnya kita menaruh harapan kita hanya kepada Tuhan yang tidak akan mengecewakan, tapi tetap saja sakit yang dirasa begitu nyata dan sulit untuk percaya kembali. Mengapa bisa terjadi? Karena pusatnya kepada diri sendiri. Karena pusat dari sebuah pemuridan hanya kepada pemurid saja atau hanya kepada murid saja, bukan kepada Tuhan. Dan ketika berharap mendapatkan sesuatu yang layak, berharap diperlakukan dengan baik, maka bersiaplah untuk kecewa. Kedekatan sebuah hubungan seperti koin dengan kedua sisinya, di satu sisi saling menguatkan, saling menopang, saling menolong namun di sisi lainnya saling mengasah, saling menajamkan, saling bergesekkan. Tanpa pemahaman yang benar, iman yang kuat dan hubungan yang intim dengan Tuhan mudah bagi kita untuk kecewa, untuk marah. Memang benar akan selalu ada orang tertentu yang mungkin tidak mengenakkan bagi kita, namun mungkin itu cara Tuhan untuk menguji kita, membangun karakter dan iman kita. FLAWLESS DISCIPLESHIP? FLAWLESS DISCIPLESHIP?

Pemuridan seharusnya membangun hidup orang, walaupun dalam perjalanannya mungkin banyak tantangan, banyak perbedaan dan ego tiap-tiap pribadi. Tapi belajar untuk terus setia layani mereka, tidak dengan sembarangan. Seorang pembimbing menjaga kehidupannya karena ia menyadari, pelayanan yang sejati adalah tubuhnya sendiri. Actions speak louder than words, karena akan menjadi percuma ketika perkataan saja yang baik, namun kehidupannya tidak mencerminkan hal yang sama. Harus ada kemurnian jangan munafik. Pemuridan butuh kasih bukan penghakiman. Jangan sakiti hati murid Anda dan sebaliknya jangan sakiti hati pembimbing Anda.
Pemuridan yang mendewasakan keduanya, pemurid hanya lebih dulu memiliki pengalaman, perjalanan bersama Tuhan, dan tidak menjadikan ia lebih suci dibanding muridnya, begitu juga sebaliknya. Jangan merasa diri kita baik, tapi terus rindu untuk mau terus diajar. Murid diibaratkan seperti bayi yang baru mengenal dunia saat ia dilahirkan, rawat ia, ajar ia sebaik-baiknya. Kenalkan ia kepada Kristus dan kasih-Nya yang begitu besar, dan ia akan mengalami perjalanan yang ajaib pula bersama Kristus. Pengalaman yang tidak akan pernah sama, setiap orang memiliki kisahnya sendiri bersama Kristus. Bersama- sama belajar, semakin kuat di dalam Dia, pengenalan yang terus dibaharui dengan pertolongan Roh Kudus dan pada akhirnya tujuan dari semuanya adalah dibentuk terus menerus dari hari ke hari semakin serupa dengan Kristus, bukan tujuan lain, bukan tujuan pribadi, bukan tujuan duniawi. 

Bagaimana jika suatu hubungan telah rusak? Satu-satunya cara adalah melepaskan pengampunan, tidak ada cara lain. Jangan sampai membuat kita undur, bahkan karena kita mendapatkan luka dari pembimbing kita, membuat kita memberi luka juga kepada murid kita, putuskan rantai itu! Jangan rusak hati dengan akar pahit. Minta pertolongan Roh Kudus karena tanpa-Nya, kita tidak akan mampu. Jangan pernah membandingkan, tiap orang memiloki pengalaman yang berbeda, luka yang berbeda dan memiliki metode pemulihan yang berbeda pula. Dan sebagai manusia kita tidak seperti komputer yang memorinya bisa dihapus hanya dengan satu klik saja. Tidak bisa instan harus melalui proses, butuh waktu. Dan proses tiap orang berbeda-beda, belajar untuk menghargai setiap proses yang ada.

Cari dan temukan “safe place” untuk berani terbuka dan menjadi rapuh tanpa takut dihakimi, bukan pelarian. Luka bukan untuk disangkal, jangan ”denial” dan berusaha untuk menutupi luka dengan berpura-pura lupa. Apa pun jenis luka dan bagaimanapun metodenya, yang pasti luka dan trauma itu ada untuk dipulihkan bukan untuk disembunyikan. Dan jangan memakai luka itu terus menerus untuk memposisikan diri sebagai korban. Tetapi justru luka yang membekas dan tidak terlupakan Tuhan izinkan, agar luka itu menjadi pengingat, menjadi pembelajaran supaya kita menjadi bijak, menjadi dewasa, tidak jatuh kembali dan belajar untuk mengandalkan Tuhan sepenuhnya, bukan kepada manusia. Mengajar yang tadinya terpuruk terus menerus, bisa bangkit dan menang. Tuhan utus kembali untuk melayani mereka yang mengalami hal yang sama dan membawa mereka untuk menang juga.

Forgive because we’re forgiven, “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.” 1 Yohanes 4:10, pada akhirnya alasan utama kita untuk bisa mengampuni tidak lain karena Kristus telah menganugerahkan pengampunan kepada kita, dan Roh Kudus sendiri yang memampukan kita untuk dapat mengampuni. Kasih Bapa terlalu besar dibandingkan kesalahan-kesalahan kita. Di dalam Kristus, Dia memampukan kita untuk mengampuni apa yang tidak dapat diampuni. Ingat, pembimbing hanya manusia biasa, murid hanya manusia biasa. Tidak ada pemurid yang sempurna, tidak ada pula murid yang sempurna dan tidak ada pemuridan yang sempurna. Tapi justru dari ketidaksempurnaan itu Tuhan pakai, Tuhan sendiri yang akan menyempurnakan setiap pribadi dan menyempurnakan sebuah pemuridan.

Untuk membaca artikel Youth yang lain silahkan klik disini  

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …