
ETIKA KEWARGANEGARAAN
Penulisan buku ini berangkat dari keprihatinan kedua penulis akan beragam problematika bangsa Indonesia kebangsaan yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini, misalnya korupsi, kolusi, nepotisme, kemiskinan struktural, mutu pendidikan yang rendah, konflik antaragama, mafia peradilan, diskriminasi, pengangguran, bencana alam, konflik horisontal dan vertikal, dan persoalan moralitas anak bangsa yang sampai saat ini belum bisa kita temukan solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Semua persoalan ini menjadi pemandangan yang ironis ditengah rutinitas masyarakat kita yang terus berdinamika dalam perputaran roda waktu. Berhadapan dengan persoalan kebangsaan yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini, ada yang bersikap apatis dan ada sebagian yang peduli. Tapi catatan penting bahwa semua persoalan kebangsaan ini bermuara pada satu kata, yaitu etika. Etika kebangsaan yang mulai memudar disinyalir menjadi sumber utama permasalahan kebangsaan tersebut. Tujuan disusunnya buku Etika Kewarganegaraan ini adalah agar semua pembaca dapat menganalisis konsep-konsep dasar etika kewarganegaraan serta bersikap kritis, berpikir rasional dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual yang bertanggung jawab dalam menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Buku Etika Kewarganegaraan ini akan menjelaskan dengan detail tentang berbagai macam etika yang perlu dijunjung tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Penulis menyusun buku ini menjadi enam bab: I) Definisi Etika, II) Gagasan Tentang Kewarganegaraan, III) Etika Kehidupan Berbangsa Dan Etika Kewarganegaraan, IV) Pendidikan Karakter Kunci Warga Negara Berkarakter, V) Etika Politik Dan Pendidikan Politik, dan VI) Etika Profesi.
Dr. Apeles Lexi Lonto, M.Si. (1960-…) memulai karir sebagai dosen pada tahun 1986 di Jurusan Pendidikan Moral Pancasila dan Kewargaan Negara IKIP Negeri Manado. Sejak tahun 2015 lalu, beliau menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Manado (UNIMA). Beliau bersama istrinya, Pdt. Telly Delly Wua, S.Th., M.Pd.K. menjadi besan dari keluarga Pdt. Simon Irianto, Dipl. Text. dan Alm. Ibu Maria Santoso Irianto, S.E. karena pernikahan antara putra-putri dari kedua keluarga ini, yaitu Stefanus Fransiskus Lonto, S.T., M.B.A. dengan Kezia Christianty, S.Ds.
Dr. Theodorus Pangalila, S.Fil., M.Pd. (1983-…) menyelesaikan pendidikan program magister di Sekolah Pascasarjana UPI Bandung, Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan dan lulus pada bulan Juni 2013 dengan predikat Cum Laude. Program Doktor Ilmu Sosial diselesaikannya pada tahun 2018 dari Universitas Merdeka Malang. Hingga saat ini beliau aktif mengajar mata kuliah Filsafat Pancasila, Etika Kewarganegaraan, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Ilmu Politik di Jurusan PPKn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Manado.
Untuk membaca resensi buku yang lain silahkan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung