
Kejadian 3:9. “Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” HIDUP BERKEMENANGAN DENGAN DOA
Di Taman Eden, ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa dan bersembunyi dari Allah, Allah justru mencari untuk memulihkan mereka. Dari Kejadian hingga Wahyu kita dapat melihat, bahwa Allah lah yang selalu aktif mencari kita, manusia yang terhilang akibat dosa, untuk menyelamatkan dan memulihkan jiwa kita, serta membawa kita kembali kepada hubungan yang erat dengan-Nya. HIDUP BERKEMENANGAN DENGAN DOA
Di Perjanjian Lama, kita dapat melihat, bahwa Allah memanggil umat-Nya lewat para nabi akan tetapi mereka menolak untuk mendengar pesan dari para hamba-Nya. Allah pun harus turun ke bumi menjadi sama dengan manusia untuk menjangkau kita. Ia tidak lagi berbicara dari gunung yang tinggi atau Tabernakel seperti di zaman Musa, tetapi Ia sendiri dalam wujud manusia langsung berbicara kepada umat-Nya muka demi muka lewat pribadi Kristus. Allah yang Maha Besar, pencipta jagad raya juga sorga mau merendahkan diri-Nya, menjadi sama dengan manusia, karena Ia sangat mengasihi manusia dan rindu untuk menyelamatkan mereka dari kebinasaan kekal.HIDUP BERKEMENANGAN DENGAN DOA
Tuhan Yesus Kristus hidup sebagai sosok manusia di bumi hanya selama 33 tahun dengan sebuah misi yaitu untuk mati bagi segala dosa kita, bahkan dosa seluruh umat manusia di dunia. Akan tetapi, Ia memastikan, bahwa Ia ada dan hidup bersama kita selama-lamanya.
Hal pertama yang Yesus lakukan untuk memastikan kita dapat hidup bersama-Nya selamanya adalah dengan menyucikan kita dengan darah-Nya agar layak untuk menghadap Allah. Kedua, Kristus mengaruniakan Roh Kudus supaya kita dapat berkomunikasi dan memiliki hubungan yang erat dengan-Nya setiap saat dan tanpa batas. Ketiga, Ia memberikan kita firman-Nya. Allah Imanuel, Allah yang hidup bersama dengan kita lewat firman-Nya dan Roh Kudus-Nya.
Sungguh sebuah hak istimewa yang kita terima dari Juruselamat kita.
1.Bersekutu dengan Allah lewat doa.
Sesungguhnya Allah sangat ingin agar kita menghampiri Dia lewat doa. Ia bahkan sangat rindu untuk menjawab doa-doa dan permohonan kita, seperti yang Ia nyatakan lewat firman-Nya di Markus 11:24 dan Matius 7:7-8, yang berkata:
Markus 11:24. “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”
Matius 7:7-8: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
Dengan menjawab doa-doa kita, Allah menunjukkan kuasa dan otoritas-Nya sebagai Allah yang berkuasa atas seluruh ciptaan-Nya dan Ia Allah yang berdaulat atas segala keadaan. Tidak ada yang tak mungkin bagi-Nya.
2.Bersekutu dengan Allah lewat firman-Nya.
Firman Allah adalah Allah sendiri. Lewat kehidupan yang dibangun dalam firman-Nya, kita akan memiliki sebuah kehidupan yang berkelimpahan. Dalam firman-Nya ada kuasa, kekuatan, kasih karunia, kesembuhan, dan sukacita. Lewat persekutuan dengan firman Tuhan, kita akan memahami dan mengalami semua kebaikan dan kasih-Nya, bahkan jauh lebih dari apa yang kita dapat pikirkan, karena Ia adalah Allah yang sungguh amat baik.
Untuk menerima semua itu, maka kita harus membangun kehidupan yang intim dengan Allah lewat doa dan perenungan firman Tuhan. Ketika kita berdoa dan merenungkan firman-Nya, Allah akan mencurahkan semua hal tersebut ke dalam tubuh, roh dan jiwa kita, sehingga hidup kita pun akan menghasilkan buah-buah kebenaran, seperti kehidupan Kristus.
Oleh sebab itu, mengingat betapa pentingnya waktu untuk berdoa dan merenungkan firman Tuhan, maka kita seharusnya tidak mempersingkat waktu saat teduh kita, hanya dengan waktu 10 sampai 20 menit saja lantas mengharapkan semua kebaikan-Nya dilimpahkan ke dalam hidup kita. Ingatlah, bahwa Allah bukan hanya Allah yang kita hampiri saat kita memerlukan Dia untuk memenuhi kebutuhan kita. Namun, Ia adalah Tuhan, Juruselamat, Sahabat, juga Kekasih yang mendambakan perhatian penuh dari kita. Dengan demikian, Ia pun dapat memenuhi kita dengan segala kebaikan-Nya yang melimpah dan kekal selamanya.
Jangan pernah lupa, bahwa kita memiliki musuh yang senantiasa bersiap untuk mencuri, membunuh dan membinasakan dengan cara menjauhkan kita dari Allah. Karenanya, dengan mengabaikan waktu saat teduh, maka sesungguhnya kita sedang mengijinkan setan untuk mencuri berkat yang Allah sediakan bagi kita.
Komitmen untuk terus membangun kehidupan doa memang kadangkala mengalami tantangan, akan tetapi karena kita percaya, bahwa Ia adalah Allah yang baik, yang berdaulat atas alam semesta dan segala keadaan, pada akhirnya kita pasti menerima semua yang baik dari-Nya. Sebagaimana Ia menjawab doa Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Yosua, Daniel dan banyak lagi pahlawan iman lainnya, maka Ia pasti juga menjawab dan sangat menghargai doa-doa kita.
Allah ingin kita berdoa dengan gigih seperti Yakub (Kejadian 32:24-30). Dapatkah Anda membayangkan Yakub begitu lama bergulat dengan Allah sampai akhirnya Ia mengabulkan permintaan Yakub? Kelihatannya ironis, akan tetapi sesungguhnya itu yang Allah inginkan bagi Yakub. Karena Yakub begitu gigih, maka Allah sangat menghormati dan memberkati Yakub. Allah bisa saja dengan mudah meninggalkan Yakub dalam pergulatan itu, akan tetapi Ia lebih memilih untuk tinggal, memberkati dan memberikan Yakub kemenangan. Lewat kejadian ini kita dapat gambaran betapa baiknya Allah, betapa Ia sangat rindu untuk memberikan kita kemenangan, berkat dan menolong kita mengalahkan setiap tantangan kehidupan.
Allah merindukan dan menikmati keintiman dengan kita.
Seperti layaknya seorang bapak yang baik dan mengasihi anaknya, maka ia tentu menikmati waktu-waktu di mana ia bercakap-cakap dengan anak-anaknya, begitu juga dengan Bapa kita di sorga. Ia merindukan dan menikmati hubungan yang karib dengan kita.
Roh Kudus adalah sahabat terbaik yang dapat kita miliki. Ia selalu ada untuk kita. Percaya atau tidak, sesungguhnya Ia rindu untuk berbicara dengan kita. Roh Kuduslah yang berperan untuk mengingatkan kita untuk berdoa dan merenungkan firman Allah.
Sungguh sebuah hal yang indah jika kita dapat senantiasa peka akan suara Roh Kudus dan menaati-Nya. Roh Kudus adalah Allah sendiri. Waktu kita menaati-Nya, maka kita menaati Allah dan Ia pasti memberkati kita.
Allah sangat menikmati persekutuan-Nya dengan umat-Nya. Waktu kita beribadah bersama di gereja untuk menyembah-Nya, Ia hadir. Dan karena Ia berkenan dan bersuka atas ibadah kita, tentulah Ia juga akan memberkati kita. Allah yang Maha Besar bersuka cita karena kita.
Hal terbaik dalam hidup kita adalah dapat tinggal dalam hadirat-Nya lewat doa dan perenungan firman Tuhan.
Pada akhirnya ada sebuah kebenaran yang sangat penting yang harus selalu kita perhatikan, yaitu ketika kita tidak memiliki hubungan dengan Allah di dunia ini, lalu apa yang dapat kita harapkan di kehidupan dalam kekekalan kelak? Ini sebuah pertanyaan yang sangat penting untuk kita jawab hari ini dengan jujur dan serius.
Jangan sampai kita menyesal kelak jika kita tidak banyak menghabiskan waktu untuk bersekutu dalam persekutuan yang intim bersama-Nya lewat waktu teduh kita. Ingat, tanpa hubungan maka tidak ada kepemilikan. Artinya, Allah tidak dapat memiliki kita sepenuhnya sebagai anak jika kita menolak untuk memiliki hubungan dengan-Nya.
Oleh sebab itu, mari lebih bersungguh-sungguh untuk membangun hubungan kita dengan selalu berkomunikasi dengan Allah lewat doa dan pembacaan firman Tuhan di kehidupan kita saat ini, demi kehidupan kekal kita nanti.
Untuk membaca artikel utama yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung