
Pelangi di Balik Badai: Sejumlah Makna yang Mengagumkan dari Kisah-Kisah yang Terjadi di Danau Galilea ; Pdt. Nicodemus Chen; PBMR Andi; Cetakan pertama, Maret 2014; 96 halaman.
Pelangi bukanlah pelangi jika tidak warna-warni. Warna-warninyalah keindahan pelangi itu dan akan memberi keindahan bagi setiap yang memandangnya sekalipun pelangi itu adakalanya kelihatan dan adakalanya tidak kelihatan. Namun demikian pelangi itu tetap pelangi dan tidak akan pernah lenyap. Demikianlah kasih Tuhan Yesus yang sangat indah dan akan menjadi sukacita bagi semua orang yang percaya kepadaNya.
Badai itu menakutkan, membuat penderitaan, bahkan dapat membawa kematian. Kedatangannya tidak diduga dan tidak diharapkan, tetapi bisa datang. Manusia tidak dapat mengelak. Akibatnya mereka sering putus asa, kehilangan harapan, bahkan frustrasi. Namun demikian, kita adalah orang percaya, yang memiliki Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.
Peran pelangi sangat dibutuhkan untuk memberi keindahan, demikian pula peran iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus akan memampukan kita menghadapi semua tantangan dan badai kehidupan. Untuk lebih jelasnya, kita akan membaca dalam buku ini, yang ditulis untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Gagasan untuk menulis buku ini muncul setelah penulis mengunjungi Danau Galilea di ‘Tanah Perjanjian’, Israel. Berbagai peristiwa yang terjadi di sana memang sangat menarik untuk dipelajari karena dari sana pula kita dapat melihat pertumbuhan iman para murid yang dilatih oleh Sang Guru Agung kita, Tuhan Yesus Kristus.
Penulis menyusun bukunya menjadi tiga bagian utama: 1) Angin Topan Di Danau Galilea, 2) Angin Sakal Di Danau Galilea, 3) Pelangi Di Balik Badai.
Pdt. Nicodemus Chen lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada tahun 1974. Ia telah menikah dengan Maria Mesda Verfindra dan dikaruniai dua orang anak, Calvien Nielson Fernando dan Jesicca Caliesta Fernando. Saat ini, ia dan keluarga tinggal di Jambi dan melayani sebagai Gembala Sidang GBI Betania Jambi yang dibina oleh GBI Jl. Soekarno-Hatta Jambi. Selain melayani Tuhan di GBI Betania, ia juga aktif menulis dan mengirimkan saat teduh harian via blackberry messenger, WhatsApp, serta merilis album musik lagu rohani berjudul “Pelangi di Balik Badai”. Ia yang akrab dipanggil Bro Nico, juga aktif dalam beberapa kegiatan sosial dan juga bekerja sama dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan di Kota Jambi.
GBI Pasir Koja 39 Bandung