HUBUNGAN SEORANG IBU DENGAN ANAK-ANAKNYA Bagian 1 Hari ke 7

Oleh: Indri Haans

Persembahan Seorang Ibu
Ibu saya pernah tidak subur pada satu masa. Dia mempunyai satu anak yang berumur 4 tahun, tetapi belum juga hamil dengan bayi ke dua. Dia dan ayah saya sering berdoa untuk itu. Kemudian suatu hari ketika ibu saya sedang duduk di gereja, dia tidak mendengarkan khotbah, dia sedang berdoa kepada Allah untuk memberikan kepadanya seorang bayi. Dia mencurahkan isi hatinya kepada Allah dan menjanjikan pengembalian bayi itu kepada-Nya untuk dipakai dalam pelayanan-Nya.

Itu adalah tahun 1950 dan Billy Graham sedang memulai perjalanan penyebaran Injil di seluruh negeri. Ibu saya beranggapan bahwa dia sedang mempersembahkan Allah seorang anak lelaki kecil yang akan berkhotbah seperti Billy Graham. Dia berkata bahwa dia segera mendapatkan kedamaian karena merasakan Allah telah mendengarkan doanya.

Itu terjadi 18 bulan sebelum bayi itu dilahirkan. Ketika dokter berkata, “Anak perempuan!” Ibu saya agak terkejut. Dia berpikir, “Baiklah, mungkin saya tidak mendengar Allah dengan benar. Saya pikir anak ini akan dipakai di dalam suatu pelayanan.” Bayi itu adalah saya. Orangtua saya bahkan tidak memberitahu saya cerita itu hingga beberapa tahun kemudian setelah saya memulai pelayanan ini untuk para ibu.

Ibu saya tidak dapat membayangkan kebutuhan akan pelayanan kaum wanita seperti Mother-Wise. Tetapi Allah tahu di tahun 1950 apa yang ibu-ibu akan butuhkan pada pertukaran abad yang baru. Hidup saya hanyalah satu tetes di dalam ember, tetapi saya mempunyai satu kepekaan akan tujuan hidup karena doa ibu saya.

Meski demikian, saya belum mendengar cerita itu ketika saya menemukan bahwa saya tidak subur setelah beberapa tahun perkawinan. Saya begitu terobsesi untuk mempunyai seorang bayi. Saya memikirkan itu sepanjang hari. Saya membuat David pusing! Akhirnya dia mengirim saya kepada seorang konselor Kristen untuk melihat apakah itu akan membantu.

Hari itu mengubah hidup saya. Saya menceritakan cerita saya kepada konselor itu, betapa saya adalah seorang Kristen yang baik, dan bagaimana saya akhirnya menyelesaikan sekolah dan kami telah membeli satu rumah yang kecil mungil dan kami telah mendapatkan semua hal yang ada di daftar! Allah berhutang satu bayi kepada saya!

Dia mendengarkan dengan sabar dan lalu berkata, “Katakan pada Allah bahwa tidak masalah jika kamu tidak akan pernah mempunyai seorang anak, apa yang kamu inginkan hanyalah Dia.” “Saya meninggalkan kantornya pada hari itu dan berpikir, “Saya adalah seorang Kristen yang tahan banting dan saya akan mampu melakukan tugas kekristenan apa saja.”

Tetapi sementara saya berpikir tentang apa yang dia telah katakan, saya menginjak rem di dalam pikiran saya. “Tunggu sebentar. Jika saya berkata kepada Allah bahwa tidak masalah jika saya tidak akan penah punya seorang anak, Dia akan merestui kata-kata itu. Dan itu tidak baik bagi saya!” Saya bergumul dengan Allah selama tiga hari. Saya merasakan tekanan yang begitu besar dari Roh Kudus.

Akhirnya, saya berlutut di lantai ruang tamu saya dan tersungkur di karpet. (ini adalah tahun 70an dan saya benar-benar terbenam di karpet yang tebal!). Saya katakan kepada Allah bahwa tidak masalah jika saya tidak akan pernah mempunyai seorang anak, apa yang saya inginkan hanyalah Dia. Saya tidak tahu apa artinya itu, tetapi saya doakan itu sebagai satu persembahan.
Bersambung…

Check Also

Artikel Wanita April 26 copy

IMAN UNTUK MENANG – 7

Artikel Wanita April 26 copy Dalam pertandingan yang ditayangkan secara nasional di televisi dari Norman, …