Berlari-lari kepada Tujuan untuk Memperoleh Hadiah

utamaRoma 14:8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

Satu bulan kita meninggalkan tahun 2015. Dan kita telah memasuki bulan kedua, yakni bulan Februari 2016. Mengawali tahun selalu banyak harapan baru, orang orang akan menyusun perencanaan secara rapi untuk hidup lebih baik lagi dari tahun sebelumnya dan kalau saat ini kita belum menyusun perencanaan , itu belum terlambat untuk segera mempersiapkan apa yang akan dikerjakan dalam sebelas bulan kedepan di tahun 2016 atau bahkan agenda kita sudah terisi penuh dengan bermacam-macam hal yang akan dicapai di tahun ini. Memang baik kalau kita memiliki perencanaan dalam hidup agar bukan saja bisa bertahan hidup tapi bisa mencapai hal-hal yang lebih baik lagi. Namun menjadi renungan, apakah perencanaan yang telah tersusun dengan baik itu sudahkah berpusatkan kepada Kristus sebagai Tuhan kita ?.

Mari lihat kembali setiap perencanaan yang telah kita susun untuk dicapai di tahun ini kemudian renungankanlah , apakah semua perencana itu sudah berpusat pada Kristus ataukah hanya kepada diri sendiri?, bila hendak memperluas bisnis, apakah itu hanya untuk memperkaya diri atau menyaksikan kemurahan Tuhan kepada banyak orang?, bila hendak meningkatkan strata sosial atau pendidikan, apakah itu untuk memperoleh hormat dan harga diri sendiri ataukah untuk hormat dan kemuliaan Tuhan?. Adakah terlintas dalam pikiran anda, kalau Tuhan memberkati bisnis, pekerjaan, peningkatan strata sosial/taraf hidup atau pendidikan, Anda akan lebih lagi mengasihi Tuhan dan sesama (Matius 22:37-40) atau menjadi sombong, dan mearasa tidak memerlukan Tuhan lagi?, Roma 14:8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Filipi 1:22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.

Tidak ada salahnya kalau diawal tahun 2016 ini kita merenungkan kebiasaan-kebiasaan kita dimasa lalu, mungkin dahulu kita seorang yang suka mencurangi rekan bisnis untuk mendapatkan keuntungan besar, kita seorang karyawan yang suka korupsi uang dan waktu demi mencari keuntungan diri sendiri, kita seorang pelajar yang suka curang dalam pelajaran demi memperoleh penghargaan dan keberhasilan yang semu dalam pendidikan, kita seorang yang suka menjatuhkan teman demi mendapat promosi, prestasi, atau penghargaan dari pimpinan?, kalau itu menjadi kebiasaan kita dimasa lalu maka belum terlambat untuk kita mulai berubah, satu firman Tuhan di kitab Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Tuhan menciptakan kita di dunia ini bukan tanpa tujuan, kita akan dapat meraih impian kita asalkan kita melibatkan Tuhan, terus belajar, tekun dan penuh semangat, maka kita akan melihat hasilnya. Roma 9:21 Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?

Percayalah Tuhan menghendaki kita meraih berkat Nya karena itu jangan menyerah, jika kita ingin bersungguh-sungguh berhasil di tahun ini, saat ini Tuhan mampu mengubahkan kita asalkan kita juga mau melakukan perubahan bahkan perbaikan dalam hidup kita. Mari kembali pada tujuan hidup yang benar. Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Kerjakanlah segala sesuatu secara benar dan serius dengan tetap menjadikan Kristus sebagai yang terutama.

Mari jadikan tahun 2016 tahun yang luar biasa dalam kehidupan kita secara pribadi, di keluarga, di gereja, di masyarakat kita ditempatkan, di negara tercinta Indonesia dengan mendengarkan nasihat rasul Paulus dalam Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus (Filipi 3:13-14).

Oleh: Nehemia Tonny Saputra

 

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …