TIDAK ADA KELUARGA YANG SEMPURNA

Oleh: Oleh: Kevin Eldiwan

Ada beberapa kisah tentang hubungan orang tua dengan anaknya yang tidak sempurna dalam Alkitab. Seperti contohnya, Ismael dalam keluarga Abraham (Kejadian 21:8-21) dan kisah si sulung dan bungsu dengan orang tuanya (Lukas 15:11-32). Kisah-kisah tersebut mengajarkan kita sebagai anak muda, bahwa kita tidak bisa memilih keluarga di mana kita dilahirkan. Mungkin kita dilahirkan dari keluarga lengkap, keluarga yang kurang dalam ekonomi, bahkan tidak tahu siapa orang tua kandung, karena ditinggalkan sejak kecil dan dibesarkan oleh saudara kita. Kita juga tidak bisa memilih dilahirkan sebagai anak sulung atau anak bungsu.

Dalam keseharian kita sebagai seorang anak dalam keluarga mungkin kita terus-menerus menanyakan mengapa dilahirkan dalam keluarga tersebut. Oleh karena itu alangkah pentingnya kita mencari tahu tujuan kita dilahirkan dalam keluarga tersebut. Misalnya, kita dilahirkan dari keluarga yang kaya, kita diajarkan untuk bukan hanya mengandalkan kekayaan keluarga saja, tapi kita diajarkan untuk berbagi kepada teman-teman sepergaulan yang tidak mampu. Atau dilahirkan dari keluarga yang kekurangan, kita diajarkan untuk tetap kuat dan belajar atau bekerja sungguh-sungguh agar bisa melewati hal itu. Atau ada yang justru tidak tahu siapa orang tuanya sejak kecil, namun selalu ada maksud dan tujuan TUHAN yang baik atas kita dilahirkan dalam keluarga tersebut.
Penting sekali untuk mencari tahu apa maksud kita dilahirkan dalam keluarga, yaitu dengan menjaga hubungan pribadi kita dengan Tuhan, berbincang kepada Tuhan tentang keluarga dan senantiasa mendoakan setiap anggota keluarga kita. Jangan sampai terlena terus dengan fasilitas keluarga yang dari tinggi sampai yang seadanya, sehingga tidak tahu apa maksud tujuan kita dilahirkan dalam keluarga tersebut, karena cenderung menimbulkan tindakan yang tidak taat atau tidak menghormati keluarga kita.

Mungkin, sebagai anak sudah seringkali mendengar ayat dalam Alkitab tentang menghormati orang tua. Jika tidak tahu maksud dan tujuan kita dilahirkan dalam keluarga tersebut, ayat-ayat tentang menghormati orang tua itu akan sulit kita lakukan. Kita seringkali tidak menerima orang tua, bahkan seluruh anggota keluarga. Pastinya tidak ada orang tua yang sempurna! Begitu juga sebagai anak sulung atau sebagai anak bungsu pun pasti punya kekurangan yang nantinya berujung pada ketidak-taatan.

Mari sobat-sobat muda, luangkan waktu dalam kehidupan sebagai anak dalam keluarga untuk mencari tahu apa maksud dan tujuan kita ada dalam sebuah keluarga. Luangkan waktu juga untuk sering-sering bercengkerama dan mengadakan acara kebersamaan dengan keluarga, supaya sebagai anak muda tahu apa yang menjadi sifat dan karakter orang tua kita, bahkan kerinduan mereka. Hal ini supaya kita bisa tahu betul apa maksud dan tujuan kita dilahirkan dalam keluarga, selain tentu dengan menanyakannya dan mendoakannya pada Tuhan dalam hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Selamat menjalani bulan keluarga di bulan Juni ini. Tuhan Yesus memberkati!

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …