Natal Yang Sesungguhnya

Oleh : Jeannette Melodya


Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16

Bulan Desember sudah tiba, artinya setiap umat Kristiani di seluruh dunia telah siap untuk menyambut natal. Setiap orang pasti akan menyambutnya dengan cara yang berbeda-beda, misalnya ada yang pergi ke toko untuk berbelanja pernak pernik dekorasi natal atau mungkin ada yang menyambutnya secara sederhana sebagai rasa ucapan syukur.

Perayaan natal tahun ini, mungkin akan menjadi perayaan yang paling diingat oleh seluruh umat Kristiani di seluruh dunia. 2020, tahun dimana seluruh dunia sedang ‘berperang’ melawan COVID19 yang membuat kita sulit untuk bertemu dengan saudara dan teman-teman. Tahun yang mengharuskan kita semua untuk melakukan setiap pekerjaan, kegiatan bersekolah, dan pelayanan dari rumah masing-masing.

Namun, di balik itu semua tahun 2020 pun mengajarkan bahwa perayaan natal yang sesungguhnya itu berbicara tentang kebersamaan dan kasih. Kebersamaan dengan keluarga di rumah, yang mungkin momen itu sangat sulit didapat ketika kondisi normal karena kesibukan masing-masing. Atau sedikit perhatian kecil kepada saudara dan teman yang sudah lama sekali tidak bertemu. Perayaan natal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yang biasanya di setiap momen natal seluruh umat Kristiani sibuk mempersiapkan acara yang meriah dan penuh dengan kado. Setiap pelayan Tuhan sibuk latihan mempersiapkan pujian penyembahan yang terbaik. Tapi kali ini, semua perayaan itu tetap bisa kita nikmati dan rasakan bersama keluarga terdekat dari rumah masing-masing.

Natal yang sesungguhnya bukan hanya berbicara tentang perayaan di gedung yang besar dengan dekorasi mewah, tapi nilai atau esensi dari natal tersebut harus bisa kita rasakan. Natal adalah bentuk ucapan syukur dan sukacita karena kelahiran Yesus Kristus, Anak Allah, Sang Juruselamat. Allah datang kepada kita menjadi manusia agar Ia dapat mati dan bangkit untuk menyelamatkan kita dari kutuk maut. Kelahiran-Nya dirayakan sebagai sebuah paket kado keselamatan. Kado keselamatan yang Yesus berikan membawa sukacita bagi setiap kita dan tidak ada batasnya. Jadi seharusnya perayaan natal dilakukan tidak saat bulan Desember saja, sebab kelahiran Yesus itu berlaku untuk selamanya.

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …