Puji syukur kepada Tuhan karena pada awal tahun 2016, firman Tuhan gereja kita memulainya dengan tema “Membesarkan Nama Tuhan”. Tema yang berbicara tentang bagaimana Allah dimuliakan melalui kehidupan hamba hamba-Nya yang penuh dengan kesetiaan dan ketaatan kepada Dia.
Kenyataan bahwa kita melayani Allah yang luar biasa besar dan dahsyat bukanlah sebuah hal yang baru kita ketahui tentunya, namun sebagai manusia, kita kerap melupakan kenyataan tersebut karena perhatian kita teralihkan kepada banyak hal yang terjadi di dalam hidup kita. Sehingga, kita melewatkan hal yang paling utama di dalam hidup ini, yaitu mestinya kita hidup sepenuhnya dalam kesetiaan dan ketaatan kepada Allah.
Saya percaya, bahwa ketika kita menyadari betapa Allah adalah Allah yang dahsyat dan kita belajar untuk menyatakan kebesaran-Nya tersebut, maka saat itu kita telah berada di titik awal untuk menjadi pribadi-pribadi yang mencerminkan kebesaran Allah kita. Dan setelah kita mencerminkan kebesaran-Nya, maka kita akan mencapai perkara-perkara luar biasa, yang tidak hanya untuk kemuliaan nama Tuhan saja, tetapi juga untuk masa depan kita dan juga kebaikan bagi kehidupan banyak orang lainnya.
Allah kita sangatlah baik dan mulia. Dia pun rindu untuk menyatakan kemuliaan-Nya melalui kehidupan kita. Ia tidak menciptakan manusia seperti saat Ia menciptakan hewan atau malaikat sekalipun. Kita jauh lebih berharga dari mereka. Ia menciptakan kita serupa dan segambar dengan-Nya (Kejadian 1:27-28).
Saya meyakini bahwa Taman Eden bukanlah tempat terakhir bagi Adam di mana ia semestinya hidup selamanya di sana. Taman Eden hanyalah tempat di mana Allah melatih ketaatan Adam kepada Tuhan. Adam mestinya tidak hanya berkuasa dan menaklukan Taman Eden, tetapi sesungguhnya ia ditentukan untuk menguasai dan menundukkan seluruh bumi.
Seperti halnya Adam, kita pun mengalami masa-masa pelatihan oleh Tuhan, dimana Ia menguji ketaatan kita. Ketika kita lulus melewatinya, maka kita akan maju dan siap untuk naik ke level yang lebih tinggi bersama Tuhan.
Jadi, adalah sebuah hal yang pasti, bahwa ketika kita taat kepada Allah dengan segenap hati, maka apa yang dapat kita lakukan bagi-Nya pun menjadi tidak terbatas. Bahkan, dengan menaati Allah, sesungguhnya kita sedang mengijinkan Dia untuk menyatakan kedahsyatan-Nya melalui kita. Tidak akan ada batasan akan betapa luar biasa dan hebatnya kekuatan Allah yang dapat kita alami di dalam hidup kita.
2 Tawarikh 16:9. “Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan.”
Jadi, Allah selalu rindu untuk memberikan kita inspirasi demi inspirasi untuk melakukan hal-hal yang luar biasa bagi-Nya yang tentunya akan memuliakan nama-Nya. Berikut adalah beberapa contoh kehidupan hamba-hamba Tuhan yang telah memuliakan Dia dengan setia dan penuh ketaatan.
– Abraham adalah seorang yang memiliki iman yang luar biasa, bahkan disebut sebagai ‘bapa orang percaya’. Ia mendapatkan iman yang besar dengan berjalan bersama Tuhan. Ia rela melakukan apa saja bagi Allah, termasuk dengan ujian untuk mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam ketaatannya kepada Tuhan. Dan Allah memberkati Abraham karena iman dan ketaatannya.
Apakah Anda rindu mengalami berkat Tuhan? Percayalah kepada-Nya dan milikilah sikap yang rela berkorban bagi-Nya. Abraham memuliakan Tuhan dan hasilnya semua orang menghormati Abraham.
– Yusuf memiliki hati yang tulus dan roh yang mengampuni. Karenanya Allah memberikan karunia untuk menafsirkan mimpi-mimpi, yang akhirnya membawa Yusuf menjadi petinggi di Kerajaan Mesir. Tuhan memakai Yusuf untuk menyelamatkan keluarganya dan bahkan menyelamatkan bangsa-bangsa lain yang mengalami kelaparan.
Hikmat Allah selalu ada atas hidup Yusuf, karena ia tulus hati dan setia kepada Tuhan. Kemurniannya selalu terbayar dan Yusuf memuliakan Allahnya.
– Dalam kondisi nyawa yang terancam, Sadrakh, Mesakh dan Abednego tetap menolak untuk menyembah patuh yang dibuat oleh Raja Nebukadnezar. Mereka memilih untuk lebih baik mati daripada menyerah dalam iman mereka. Keberanian mereka membuat Raja Nebukadnezar dan bahkan seluruh Kerajaan Babel akhinya takut dan menghormati Allah.
– Daniel adalah seorang pendoa, seorang yang memiliki iman dan keteguhan hati yang luar biasa. Karenanya Allah mengaruniakan kepadanya hikmat yang begitu luar biasa dan juga kemampuan untuk menafsirkan mimpi. Setiap kali Daniel menafsirkan mimpi dan penglihatan yang dialami para raja Babel (Raja Nebukadnezar dan Raja Belsyazar), mereka memuji Daniel, tetapi Daniel selalu membawa mereka kepada Tuhan dengan menyatakan, bahwa semuanya itu karena kuasa Allah. Itulah sebabnya Daniel memuji Allah dan juga meneguhkan iman para rekan-rekannya yang juga ditawan di Babel.
Sekalipun larangan untuk menyampaikan permohonan kepada para dewa dan manusia selain kepada raja telah dikeluarkan oleh Raja Darius, Daniel tetap berdoa tiga kali sehari kepada Allah seperti yang biasa ia lakukan. Akhirnya ia pun dijebloskan ke gua singa, tetapi Allah dengan mujizat-Nya menolong Daniel. Sehingga Raja Darius dan seluruh Kerajaan Babel pun gemetar dan takut kepada Allahnya Daniel.
Ke-enam orang yang luar biasa di atas telah memuliakan Tuhan lewat kehidupan mereka dan Allah pun memberkati mereka dengan kekayaan, hikmat dan kedudukan yang mulia.
Tuhan Yesus adalah contoh yang paling luar biasa bagi kita akan ketaatan-Nya kepada Allah. Ia selalu bersedia untuk mengorbankan seluruh hidup-Nya bahkan nyawa-Nya, untuk menyelamatkan jiwa kita dan menyenangkan hati Bapa di sorga.
Marilah kita terus merenungkan firman Allah sehingga kita mengerti apa yang harus kita lakukan untuk menyenangkan Dia. Karena hidup yang kita jalani dengan penuh ketaatan kepada Tuhan akan membawa kita kepada kenikmatan dan sukacita yang abadi di dalam Tuhan. Amin, Tuhan memberkati.
Oleh: Haresh Keswani
GBI Pasir Koja 39 Bandung