Doa dan Roh Kudus

Oleh: Jane Louismono

Setiap hari kita berhadapan dengan berbagai tantangan kehidupan, mungkin konflik, masalah ekonomi, masalah kesehatan seperti yang kita alami saat ini. Masalah membuat kita khawatir, takut, cemas pasti tidak terhindarkan sebagai manusia yang sangat terbatas. Namun, kita harus tetap menyadari bahwa realitanya seperti itu, begitu juga dengan Tuhan kita yang tidak akan pernah membiarkan kita untuk berperang seorang diri. Dia berjanji dan pasti digenapi, hanya di dalam Dia yang bisa membuat kita tetap memiliki pengharapan.

                Bagaimana caranya agar kita memiliki pengharapan yang memberi damai sejahtera? Yaitu dengan tetap hidup dalam doa.

                Yesus mengajarkan “Doa Bapa Kami” bukan tanpa alasan. Saat khawatir, manusia  akan sulit untuk berdoa. Dalam doa-Nya kita diajarkan untuk tetap memuliakan Bapa dalam keadaan apapun serta berserah kepada kehendak Bapa. Tetap rendah hati, memiliki hati bersyukur dan rela mengampuni orang lain, juga belajar untuk tetap berharap kepada Bapa karena segala sesuatu ada di dalam kendali-Nya. Yesus telah memberikan teladan kepada kita untuk berdoa syafaat, seringkali kita hanya fokus pada masalah kita, pada diri kita sendiri padahal orang lain pun memiliki masalah. Kita percaya bahwa ketika kita melakukan kehendak-Nya untuk berdoa bagi mereka yang dikasihi-Nya, Tuhan pun sedang bekerja dalam setiap permasalahan yang sedang kita hadapi.

                Di Alkitab berkali-kali Yesus mengajarkan betapa pentingnya berdoa dan betapa dahsyatnya kuasa doa itu. Kita sadar sebagai manusia dengan berbagai kelemahan dan kedagingan, kita tidak akan bisa menghadapi semua persoalan hidup dengan kekuatan kita sendiri dan satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah membiarkan kuasa Ilahi bekerja. Bapa memberikan penolong yaitu Roh Kudus untuk membantu kita dalam berdoa sesuai kehendak Bapa karena sejatinya kita tidak tahu bagaimana harus berdoa, bahkan Roh Kudus sendiri berdoa bagi kita kepada Bapa menyampaikan setiap keluhan kita yang tidak terucapkan. Ia adalah penghibur, penolong, pengajar dan penasihat yang diutus untuk mengajarkan segala sesuatu dan untuk mengingatkan kita akan setiap perkataan Bapa. Roh Kudus menjadi penuntun kita untuk bisa  mengambil keputusan yang tepat di masa-masa sulit.

                Hidup dipimpin Roh Kudus akan menghasilkan hidup yang cinta dan bergantung kepada firman Tuhan  dan terus memperbaharui pola pikir dalam perspektif ilahi yang mendatangkan iman dengan damai sejahtera Tuhan.

                Iman tidak datang tiba-tiba, firman Tuhan mengatakan dalam Roma 10:17, “Jadi iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”

                Orang Kristen tanpa iman, maka kegelisahan akan terus menghantuinya. Walaupun Tuhan mengetahui apa yang menjadi keinginan hati kita, tapi Ia rindu agar kita percaya kepada-Nya, mencari wajah-Nya dan masuk ke dalam hadirat-Nya. Belajar untuk mengalami pertolongan Tuhan dan belajar untuk berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Percaya bahwa rancangan Tuhan bagi kita adalah rancangan terbaik sehingga kita tidak perlu khawatir akan apapun juga, kita berada di tangan yang tepat. Sehingga menjadi sangat penting untuk menjaga hubungan pribadi kita dengan Tuhan agar kita tetap terkoneksi dengan pikiran dan hati Bapa.

                Dalam keadaan saat ini, kita percaya bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu, dan Roma 8:18 berkata “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.”

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …