
Besarnya Kasih Allah dibuktikan dengan memberikan Anak-Nya yaitu Yesus untuk mati bagi dosa-dosa kita. Melalui kematian Yesus kita memperoleh anugerah pengampunan dosa. Saat kita melakukan dosa, kita harus mengakuinya dan kita memperoleh pengampunan. Tetapi, pernahkah kita bertanya, “Mengapa kita perlu meminta pengampunan?” Ada banyak jawaban yang terlintas dalam pikiran kita, misalnya: membebaskan saya dari rasa bersalah, membebaskan saya dari hukuman kekal di neraka, membuat hubungan kita dengan Allah dipulihkan dan dengan demikian kita dapat kembali bersekutu dengan Bapa.
Tentu saja kebanyakan dari kita akan memilih jawaban terakhir sebagai jawaban yang paling tepat. Jawaban tersebut sudah sering dibahas di kelompok-kelompok PA atau bahkan di beberapa khotbah.
Meskipun demikian, jawaban-jawaban sebelumnya mungkin pernah menjadi alasan yang mendorong kita untuk meminta pengampunan atas dosa. Sebagai contoh,”Supaya kita tidak terganggu secara terus menerus oleh rasa bersalah, kita perlu segera meminta pengampunan”, pernyataan itu terus muncul setiap kali kita merasakan kebutuhan akan pengampunan dosa. Pernyataan itu tidak sepenuhnya salah, kita harus mengakui dosa kita dan memohon pengampunan. Namun, pernyataan itu menjadi kurang tepat karena ketidakutamaan Tuhan di dalamnya.
Tuhan harus menjadi tujuan utama di balik kebutuhan kita akan pengampunan. Kedengarannya egois jika kita mengatakan bahwa kita membutuhkan pengampunan-Nya sehingga kita dapat mengatasi rasa bersalah yang dialami. Kita hanya memanfaatkan Tuhan untuk kebutuhan kita semata.
Tujuan utama dalam pengampunan dosa yang Tuhan berikan adalah agar hubungan Allah Bapa dengan kita yang rusak akibat dosa dapat dipulihkan kembali. Pengampunan pada dasarnya adalah cara Tuhan untuk menyingkirkan rintangan yang menghalangi kita dan diri-Nya. Allah begitu mengasihi kita dan Dia ingin kita terus berada dalam persekutuan yang intim dengan-Nya. Hanya melalui pengorbanan-Nya kita dapat menerima pengampunan itu.
Hari ini, mari kita berdoa supaya kita memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan, karena tidak ada satu hal pun di dunia ini yang lebih berharga daripada persekutuan yang erat dan intim dengan Bapa di Surga.
GBI Pasir Koja 39 Bandung