ETIKA PERKATAAN

Oleh: Pdm. Drs. Dede Imawan

Amsal 18:21 Lidah mempunyai kuasa untuk menyelamatkan hidup atau merusaknya , orang harus menanggung dari apa yang diucapkannya .

Banyak diantara kita yang merasa bahwa yang memiliki kuasa itu hanya orang yang duduk di pemerintahan, seorang pemimpin perusahaan,  orang yang memiliki pangkat atau kedudukan. Namun sebenarnya, Alkitab telah menuliskan bahwa kita semua memiliki kuasa, yakni kuasa dalam perkataan. Kata-kata kita merupakan suatu undangan kepada sesuatu atau kepada seseorang untuk mendekat kepada kita. Seperti kita memasang radio, artinya kita sedang memasang radar, nada atau frekuensi tertentu untuk bisa mendengar siaran mana yang mau kita dengar. Demikian juga saat kita mengeluarkan perkataan, kita sedang mengundang sesuatu atau memanggil seseorang untuk mendekat atau bahkan menjauhi kita (Amsal 18:21). 

Menyatakan bahwa kita semua memiliki kuasa dan kuasa itu ditaruh di dalam mulut kita, jadi kuasa itu ada dalam perkataanmu . Ada satu lagu lama berjudul It’s only word, penggalan syairnya kira kira seperti ini : It’s only words  and words are all I have to take your heart away (Ini hanya kata-kata dan kata-kata  yang kumiliki untuk mendapatkan hatimu). Syair itu menggambarkan betapa kuatnya sebuah kata- kata yang kita ucapkan.

Kata-kata bisa menyulut pertengkaran namun bisa juga memadamkan amarah, bisa menyulut semangat namun juga bisa mematahkan semangat.  Mari kita budayakan menjadikan mulut kita sebagai suporter yang baik. Mulailah sebagai jemaat, kita memberi semangat kepada orang-orang yang sudah melayani kita hari ini dalam ibadah sehingga kita bisa beribadah dengan baik. Katakan ucapan terima kasih kepada setiap pelayan ibadah yang telah melayani. Pengkhotbah, pemain musik, pemimpin pujian dan para singer, pelayan sound system, LCD bahkan tukang parkir yang mengatur dan menjaga kendaraan Anda.

Matius 12:33-37 Pohon dikenal dari buahnya, apa yang diucapkan mulut bersumber dari hati, dari apa yang diucapkan seseorang,  kita akan mengenal seperti itulah orang tersebut. Jika perkataannya sinis, pahit, curiga berarti orang itu memiliki kepahitan.  Kata-kata yang diucapkan seseorang itu memiliki bobot nilai di telinga pendengarnya. Oleh sebab itu jika kita menyadari kalau kita ini anak-anak Tuhan maka perkataan kita itu memiliki nilai bagi orang yang mendengar perkataan kita. Semakin kita menyadari bahwa kata-kata kita bisa mengarahkan seseorang, maka sebaiknya kita semakin berhati-hati dalam berkata-kata.

Perhatikan Kitab Kejadian 1:3,6,9,11,14 menyatakan bahwa kata-kata pada awalnya tidak dipakai untuk berkomunikasi namun menciptakan sesuatu. Tuhan mengucapkan kata-kata-Nya dan terciptalah dari yang tidak ada menjadi ada. Dan semua yang tercipta adalah benda-benda yang hebat dan dikatakan semua baik. Tidak ada yang gagal sehingga harus diulang. Demikian hebatnya kuasa perkataan TUHAN oleh karena itu dalam TUHAN tidak ada kesia-sian. Artinya setiap kali Dia berfirman ada kuasa yang sangat besar menyertai firman-Nya itu (Yesaya 55:11).

Firman Tuhan tidak pernah omong kosong, tidak kenal kata gagal. Jika ada orang sakit apapun,  jika Tuhan mengatakan sembuh  maka kesembuhan pasti terjadi. Jika kita menyadari bahwa setiap perkataan kita memiliki kuasa maka seharusnya kita tidak akan mengeluarkan kata-kata yang sia-sia, kata-kata yang sembarangan , kata-kata negatif. Kata-kata saudara membentuk dunia saudara karena kita diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Untuk merubah dunia saudara, kita harus memulai dengan mengubah cara kita berkata-kata dan kita akan menemukan dunia yang berbeda. 

Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah (“GOD is everything that HIS said”). 

Kalau kita mau mengenal kasih-Nya, mengalami kuasa-Nya, pribadi-Nya maka kita harus mengenal firman-Nya sebab yang membuat hidup kita berubah adalah kalau kita mengenal kuasa kebenaran firman-Nya dan kita melakukan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk hidup dengan perkataan positif bahkan penuh kuasa tidak ada jalan lain selain hidup penuh dengan firman Tuhan. Oleh sebab itu cintailah firman Tuhan dengan membaca dan merenungkannya setiap hari maka kita akan hidup penuh dengan kuasa dalam perkataan.

Mari beretika dalam berkata-kata sebagai anak-anak Tuhan. Memulainya dengan setia membaca firman Tuhan dan bermurah dalam mengucapkan kata terima kasih untuk hal-hal baik yang Anda terima dari siapapun, sekecil dan sesederhana apapun.

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …