Generasi

Oleh: Ivan Stefanus

Penyataan Allah melalui pelayanan Kristus Yesus di dunia memiliki tujuan besar yaitu menjadikan semua bangsa murid Kristus (Matius 28:18-20). Menjadi murid Kristus berarti mengenal dan meneladani kehidupan-Nya. Tujuan pelayanan ini besar dan tidak dikerjakan oleh segelintir orang saja tetapi untuk dilakukan banyak orang, bahkan dari angkatan ke angkatan. Menjadi saksi-Nya ialah panggilan bagi setiap generasi yang telah memiliki pengalaman bersama Tuhan, sehingga setiap orang pada generasinya dan generasi selanjutnya dapat melihat, mengerti dan pada akhirnya memiliki pengalaman pribadi dengan Allah.

                Seringkali dikisahkan di Alkitab, bahwa suatu angkatan yang mengenal Allah tidak melahirkan generasi penerus yang memiliki kualitas yang sama dengan pendahulunya. Hati yang mulai menyimpang dengan menyembah berhala dan mengabaikan Tuhan, menyakiti hati-Nya dan mendatangkan murka-Nya. Ketika Yosua dan angkatannya sudah tidak ada, bangsa Israel mulai berpaling dari Tuhan dan mengikuti ilah bangsa Kanaan (Hakim-hakim 2:7,10). Allah terus membangkitkan seseorang untuk menolong umat-Nya. Namun, umat-Nya hanya taat ketika hakim tersebut masih hidup. Tidak seperti bangsa Israel di zaman para hakim, inilah yang dirindukan Allah dalam Yesaya 44:3 dan Ulangan 11:18-21 yaitu suatu keturunan Ilahi yang mengenal Allahnya dari angkatan ke angkatan dan dari generasi ke generasi!

                Sudah menjadi bagian kita sebagai murid Kristus, untuk menjangkau jiwa dan membawa mereka lahir baru dalam Kristus. Namun tidak berhenti di situ, setiap bayi yang lahir perlu diurus dan dibesarkan hingga menjadi dewasa. Dikatakan dalam Mazmur 127:3-5, bahwa anak-anak pada masa muda bagaikan anak-anak panah di tangan pahlawan, berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung anak panahnya, yaitu orang-orang yang telah mempersiapkan generasi hingga dewasa rohani untuk siap dilesatkan menuju sasaran. Mempersiapkan generasi ini tidak instan, diperlukan fokus, ketekunan dan tentunya kerjasama yang baik.

                Paulus dalam pelayanannya pun tidak bekerja sendiri, ia melayani bersama banyak rekan kerja. Dalam pelayanannya berkeliling mengajar dan meneguhkan jemaat, ia bersama Petrus, Silas, Barnabas, Timotius dan banyak rekan lainnya. Dalam 1 Korintus 3:6-9, Paulus tidak mempersoalkan siapa yang menanam dan siapa yang menyiram karena yang terpenting ialah pertumbuhan dari Allah. Baik yang menanam dan menyiram mendapatkan upahnya masing-masing juga penabur dan penuai akan sama-sama bersukacita ketika ladang dituai.

                Mempersiapkan generasi harus dikerjakan bersama-sama. Gereja pada umumnya, para pelayan, mentor dan teman, tenaga pendidik di sekolah / kampus dan juga orang tua, memiliki peran masing-masing dalam mempersiapkan generasi muda. Setiap komponen harus saling mendukung. Belajar pada kisah sahabat orang lumpuh yang berjuang membawa sahabatnya untuk menemui Yesus dalam Markus 2:1-5. Mereka fokus untuk membawa sahabatnya kepada Yesus dengan mengesampingkan ego masing-masing. Inilah teladan bagaimana sebuah sinergi yang indah dapat membawa generasi muda kepada Yesus.

                Tantangan yang dihadapi sekarang berbeda dengan tantangan yang dihadapi dulu. Diperlukan hikmat dan kreativitas untuk menghadapi perubahan zaman. Tentu kuncinya  ialah keteladanan dan pengajaran yang benar. Itu merupakan hal yang paling ampuh dalam membawa generasi kepada Kristus. Dengan membangun hubungan yang nyata, kita dapat saling mengerti sudut pandang satu dengan lainnya sehingga dapat membantu mengatasi tantangan yang dihadapi generasi saat ini.

                Doa kami, kiranya kami dapat memiliki hati dan belas kasihan Ilahi bagi generasi agar di tengah segala tantangan zaman yang ada kami dapat bersama-sama melayani. Supaya muncul suatu generasi yang bersih tangannya dan murni hatinya yang tidak membiarkan hatinya berpaling dari Allah dan kesukaannya ialah mencari wajah-Mu, ya Allah Israel! Kiranya Roh-Mu tercurah ke atas keturunan kami, dan berkat-Mu ke atas anak cucu kami. (Yesaya 44:3b)

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …