PENYEMBAHANMU MENYELAMATKAN LINGKUNGANMU!

“Aku gak bisa nyembah Tuhan soalnya aku gak bisa main musik, nyanyi juga fals 🙁 aku gak ngerti caranya menyembah”.

Banyak anak muda yang salah mengerti arti dari menyembah Tuhan.

Penyembahan, bukan bicara soal musik dan pujian tetapi penundukan diri. Melalui kehidupan kita, Tuhan mau kita tunduk dan melakukan setiap firman-Nya, menjadi suratan terbuka yang berarti menjadi teladan bagi orang lain. Bukan hanya sekedar benyanyi lagu rohani di gereja atau di rumah.

Sadrakh, Mesakh, dan Abednego rela masuk dapur perapian demi mempertahankan imannya. Mereka tidak mau tunduk akan perintah raja Nebukadnezar dan menolak untuk menyembah berhala karena tahu yang layak untuk disembah hanya Tuhan. Mereka bukan sedang taat beragama atau sekedar melawan raja tapi sedang menyembah Tuhan melalui kehidupan mereka. Tetap tunduk dan melakukan kebenaran firman Tuhan, sekalipun ada ancaman besar. Saat mereka menyembah, sesuatu yang besar terjadi. Bukan hanya diluputkan dari dapur perapian tapi mereka mengubah keyakinan raja bahkan satu bangsa jadi menyembah Tuhan.

Daniel 3:28-29 (BIMK)  Lalu berkatalah raja, “Pujilah Allah yang disembah Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Dia telah mengutus malaikat-Nya untuk menyelamatkan ketiga hamba-Nya yang percaya kepada-Nya. Mereka telah melanggar perintahku dan lebih suka mati daripada menyembah atau memuja dewa mana pun kecuali Allah mereka sendiri. Sebab itu aku memerintahkan bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa mana pun, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allah yang disembah Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipotong-potong dan rumahnya akan dirobohkan dan dijadikan timbunan puing. Sebab tidak ada dewa yang dapat melakukan apa yang telah dilakukan Allah itu.”

Sekarang saatnya untuk berhenti mengeluh akan kekurangan atau keburukan dalam keluarga, sekolah, kampus, tempat kerja, gereja, kota atau bangsa dimana Tuhan menempatkan kita. Jika lingkungan kita tidak membaik setelah kita berdoa bertahun-tahun, bukan karena Tuhan tidak mau menjawab doa kita tetapi justru karena Tuhan menunggu tindakan penyembahan kita agar dapat menjadi teladan dan mengubahkan lingkungan kita. Mungkin saat kita konsisten melakukan firman-Nya, kita akan dijauhi banyak orang dan ditolak, tapi jangan kuatir karena Tuhan akan senantiasa ada bersama kita, Dia yang akan membebaskan kita dan orang lain akan melihat kemuliaan-Nya nampak dalam hidup kita. Sama seperti yang Tuhan lakukan  dalam kehidupan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

Daniel 3:24-25 (BIMK)  Tiba-tiba Raja Nebukadnezar sangat terkejut. Ia bangkit dengan cepat dan berseru kepada para pegawainya, “Bukankah kita tadi mengikat tiga orang dan melemparkan mereka ke dalam api itu?” Mereka menjawab, “Memang benar, Tuanku.” Sahut raja, “Tetapi mengapa kulihat empat orang berjalan-jalan di tengah-tengah api itu? Mereka tidak terikat dan sama sekali tidak apa-apa. Dan yang keempat itu rupanya seperti dewa.”

Tuhan mau pakai kita menjadi pengubah dan penggerak bukan juru bicara atau penonton! Generasi muda sudah bosan dan sulit menerima pengajaran, tapi generasi muda tidak pernah bosan dan tidak akan pernah berhenti untuk melihat dan meniru.

Yang dibutuhkan anak muda adalah keteladanan dalam tindakan nyata bukan hanya perkataan atau ucapan saja. Lakukan setiap kebenaran firman Tuhan, karena saat kita tetap tunduk kepada Tuhan, bukan hanya kita yang diselamatkan tapi juga lingkungan kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Oleh: Stella Verrawaty

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …