Kebenaran Meninggikan Derajat Bangsa

Penulis: DR. Dorothy Irene Marx

Penerbit: Literatur Perkantas, 2005

Refleksi Teologis Etis Tentang Gereja Dan Negara Indonesia Milenium ke-3 Berdasarkan Amsal 14:34

Permasalahan utama bangsa Indonesia, bukanlah aspek ekonomi semata, melainkan aspek moral. Karenanya, tema-tema etis perlu mendapat perhatian utama dalam konteks pemulihan negeri ini, yakni kebenaran dan kejujuran, keadilan, kesucian dan kekudusan hidup, serta kepedulian terhadap masyarakat marjinal. Selama korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dianggap “sudah membudaya” , apalagi diizinkan berkembang dalam setiap strata masyarakat, dari tingkat paling atas sampai tingkat paling bawah, selama itu pula proses pemulihan di negeri ini tidak ada harapan.

Pemulihan bangsa ini seharusnyalah mendapat prioritas tertinggi karena itulah jawaban atas permasalahan utama bangsa kita, yakni perbaikan moral. Dan dalam hal ini seharusnyalah umat Kristen di Indonesia ambil bagian dengan menjadi garam dan terang di negeri ini, di bidang sosial, politik, hukum, ekonomi, dan bidang-bidang kehidupan lainnya. Itulah sebabnya penulis sangat rindu untuk menulis buku tentang tema tersebut. Dalam buku ini, penulis ingin mengetengahkan tentang bagaimana hubungan dan peran gereja terhadap negara, khususnya dalam konteks kehidupan bangsa Indonesia masa kini.

Pdt. Dorothy Irene Marx, D.Theol., D.D. (1923-2017), mengabdikan dirinya selama lebih dari 50 tahun di Indonesia. Diawali kedatangannya ke Indonesia sebagai misionaris OMF (Overseas Missionary Fellowship) pada tahun 1957, Ibu (demikian ia sering disapa) telah melayani di gereja, persekutuan mahasiswa, dan perguruan tinggi di Bandung dan Jakarta, sebagai penginjil, pendeta, pengkhotbah, dan pengajar (dosen). Ibu – keturunan Yahudi-Jerman, lahir di Munchen, dan kemudian mengikuti orangtuanya pindah ke Inggris menjelang Perang Dunia II – begitu mengasihi bangsa dan tanah air Indonesia, sehingga ia rela melepaskan kewarganegaraan Inggris untuk menjadi Warga Negara Indonesia pada tahun 1983. Ibu meraih gelar doktor teologi (D.Theol.) dari Universitas Tubingen, Jerman, pada tahun 1988 dalam usia 65 tahun dengan predikat cum laude. Ibu juga memperoleh gelar Doctor of Divinity (D.D.) dari Lousiana Baptist University, Amerika Serikat pada tahun 2005. Ibu wafat di Jakarta pada tanggal 17 Desember 2017, dalam usia menjelang 95 tahun.

Oleh: Hanan Gandasubrata

Check Also

Library

KARENA BETHLEHEM

Oleh: Hanan Gandasubrata Karena Bethlehem Kasih Dilahirkan, Harapan Ada Di Sini; Max Lucado, M.A.; Light …