MUSIK YANG MENGHADIRKAN HADIRAT ALLAH

artutamaMemuji dan menyembah Tuhan Allah adalah aktifitas kekal yang tidak akan pernah berhenti. Penginjilan akan berhenti, kesembuhan akan berhenti, nubuatan tidak akan terjadi lagi saat akhir zaman, namun memuji dan menyembah Tuhan akan kekal selamanya. Bahkan pekerjaan kita di sorga nanti adalah bersekutu dengan Allah, memuji dan menyembah-Nya.

Penyembahan kepada Allah pernah vakum tatkala malaikat pemuji dan penyembah yaitu Lucifer dikutuk oleh Allah dan diusir dari hadirat-Nya, karena kesombongannya yang ingin mencuri kemuliaan Allah. Kala itu sorga sepi, yang biasanya ada nyanyian pujian sorak sorai dan bunyi-bunyian alat musik, mendadak berhenti. Kemudian Allah mencipta manusia yang serupa dengan gambar-Nya. Allah memberikan kehendak bebas kepada manusia untuk taat kepada Allah, yaitu untuk bersekutu dalam hadirat-Nya, memuji dan menyembah dengan kehendak bebasnya itu, namun manusia memilih untuk tidak taat, sehingga Allah mengusir manusia dari hadirat-Nya.

Namun tidak berhenti di situ, Allah mengaruniakan Anak-Nya, Yesus Kristus. Siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Satu-satunya jalan kembali masuk ke dalam hadirat-Nya, adalah dengan menyembah bukan dengan kebenaran sendiri, tetapi oleh kebenaran yang sudah Yesus Kristus kerjakan. Dan penyembahan yang kita lakukan bukan kepada Allah yang hadir dalam keadaan berwujud fisik, tetapi kepada Allah yang adalah Roh.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus berfirman dalam Yohanes 4:23, “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.”

Saat ini gereja-Nya di seluruh dunia melakukan pujian dan penyembahan dalam setiap ibadah, bahkan setiap anak-anak Tuhan melakukan penyembahan secara pribadi di dalam kehidupan mereka, lalu bagaimana dengan anda?. Sudahkah hari ini Anda melakukan pujian penyembahan kepada Allah?, serta mengucapkan, “Tuhan Yesus Engkau baik, bahwasannya kasih setia-Nya selamanya. Kau Tuhan Allah maha besar, dahsyat, perkasa dan luar biasa. Amin.”

Dan musik adalah sarana untuk mengiring pujian dan penyembahan yang kita naikkan ke hadirat-Nya. Di zaman Raja Daud, pemain musik adalah imam yang bekerja di Bait Kudus dengan talenta yang terlatih, dipersiapkan untuk penyelenggaraan ibadah.

Di dalam musik ada harmoni dan tempo yang bisa membuat penyembahan kita mengundang hadirat Tuhan. Ingat kisah Daud yang diminta Saul untuk memainkan musik agar dapat mengusir kegalauan hatinya?. Saya percaya itu terjadi karena ada hadirat Tuhan yang membawa kedamaian. Ada kunci chord tertentu dalam musik yang kalau kita mainkan akan membuat hati kita nyaman, langsung masuk dalam hadirat-Nya, membuat penyembahan kita semakin sungguh-sungguh dan tidak melelahkan. Ibaratnya seperti kita pergi ke suatu tempat dengan berjalan kaki, akan sangat lebih cepat dan tidak melelahkan kalau kita pergi dengan menggunakan motor.

Musik rohani dapat menjadi sarana yang mengundang hadirat Allah turun di tengah-tengah umat-Nya dan membuat pujian penyembahan kita semakin hidup. Oleh sebab itu, mari kita bermusik bagi hormat dan kemuliaan nama-Nya!.

Pada kesempatan ini, kami dari sub departemen musik mengajak Anda yang bertalenta memainkan alat musik untuk bergabung bersama melayani di wadah ini. Jika Anda siap untuk dilatih baik secara roh maupun kemampuan teknis Anda dalam bermain musik, terpanggil untuk melayani di pelayanan ini, dan mau berkorban dengan talenta dan waktu yang Anda miliki bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus, bergabunglah bersama kami! Anda dapat menghubungi saya ( Yan-Yan ) atau Sdr. Sondy.

Tuhan Yesus memberkati!

Oleh: Herlianto Langenjaya

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …