Bayar Kemerdekaan Dengan Memberitakan

images17 Agustus 1945 merupakan tanggal bersejarah bagi bangsa Indonesia karena pada tanggal tersebut, bangsa Indonesia memproklamirkan sebagai sebuah negara merdeka kepada dunia. Kemerdekaan yang diumumkan bukanlah pemberian tapi hasil perjuangan rakyat Indonesia. Setelah dijajah 350 tahun oleh bangsa Belanda dan 3,5 tahun oleh bangsa Jepang. Keadaan itu tentu sangat menderita di mana kekayaan alam dirampas, hak-hak sebagai bangsa hilang dan kehidupan diatur oleh penjajah.

Seluruh rakyat berjuang selama bertahun-tahun dengan pengorbanan yang tidak sedikit, baik waktu, tenaga, harta benda, bahkan nyawa. Semua itu dilakukan untuk mendapatkan kemerdekaan. Pada zaman perjuangan terkenal slogan “Merdeka atau Mati!”. Sepertinya tidak ada pilihan lain, hal itu menunjukan bahwa harga sebuah kemerdekaan tidaklah murah, perlu pengorbanan bahkan darah yang ditumpahkan.

Ketika kita menyadari bahwa tidak ada kemerdekaan tanpa perjuangan dan ada harga yang mahal yang harus dibayar dalam perjuangan tersebut,   bagaimana dengan kemerdekaan di bidang kerohanian?.

Firman Allah menjelaskan bahwa manusia dijajah oleh penjajah yang lebih kejam dan ganas yaitu dosa. Setelah manusia jatuh dalam dosa di taman Eden (Kej. 3), maka dosa menjalar ke seluruh hidup manusia, tidak terkecuali. Semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Rm.3:23) dan upah dosa adalah maut (Rm.6:23a). Artinya manusia ada di bawah kuasa dosa, tidak mampu membebaskan diri sendiri. Dosa telah menjadi penjajah yang mumpuni, tidak ada manusia yang mampu lepas dari kungkungan dosa. Dialah penjajah yang hebat.

Namun syukur kepada Allah, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini , sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh.3:16). Allah mengasihi manusia. Oleh karena itu, Dia mengirimkan Anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus untuk mati di atas kayu salib, dikuburkan, dan dibangkitkan pada hari ketiga. Kebangkitan-Nya menunjukkan Dia menang atas maut, dan maut tidak berkuasa lagi. Semuanya itu Dia lakukan untuk penebusan, pembebasan, dan memberi kemerdekaan kepada manusia dari dosa-dosa. Jalan kemerdekaan manusia dari dosa telah Allah berikan dan manusia hanya cukup percaya bahwa Yesus Kristus Juruselamat dan Tuhan.

Pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib sangat besar, tidak ternilai. Manusia tidak mungkin dapat membalas apa yang telah Dia lakukan. Namun sebagai ucapan syukur, kita bisa memberi sesuatu bagi keluarga, gereja, bangsa, bagi generasi berikutnya yakni menyampaikan kabar sukacita bahwa melalui iman kepada Yesus manusia menerima kemerdekaan dari belenggu dosa.

Sebagaimana bangsa Indonesia yang telah merdeka dari penjajahan dan kemerdekaan itu perlu diisi oleh pembangunan-pembangunan di segala bidang untuk kemajuan bangsa Indonesia. Demikian juga, setiap orang yang telah menerima Yesus sebagai Juruselamatnya, maka ia telah mendapat kemerdekaan dari dosa-dosa. Dan Orang yang telah merdeka dari dosa harus mengisi kemerdekaannya dengan setia beribadah, baca firman Tuhan, berdoa, bersaksi, dan melayani Tuhan.

Anda yang telah menerima kemerdekaan rohani, kabarkan dan beritakan kepada mereka yang belum memperoleh kemerdekaan di dalam Yesus Kristus. Sebagaimana amanat agung Tuhan kita, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” (Matius 28 :19-20a).

Oleh: Hokie Wijaya

 

 

 

 

 

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …