
Komunitas berarti kelompok orang yang hidup saling berinteraksi di dalam daerah tertentu, atau kelompok orang yang memiliki kesamaan, misalnya kesamaan hobi, kesamaan tujuan, atau kesamaan pekerjaan. Komunitas yang sehat adalah komunitas yang anggota-anggotanya saling memberikan kontribusi positif dan bernilai, baik bagi komunitas itu sendiri maupun lingkungan di luar komunitasnya. Bagi remaja, komunitas memiliki daya tarik tersendiri karena selain mereka bisa mengekspresikan kesukaan dan minat, mereka juga belajar untuk menemukan jati diri dalam masyarakat.
Bagaimana dengan remaja Kristen? Apakah perlu ada komunitas khusus untuk remaja Kristen dalam gereja? Bagaimana komunitas-komunitas yang sehat bagi remaja bisa dibentuk dan diadakan di gereja?
Tentunya dengan beberapa kegiatan di gereja seperti pemuridan, kelompok tumbuh bersama, pelayanan bersama dan sebagainya. Dalam komunitas di gereja, relasi sangatlah penting, bagaimana anak-anak muda diproses dalam relasi di komunitas gereja. Mungkin ada perbedaan pendapat, gengsi, bahkan kesalahpahaman. Relasi yang baik seharusnya membuat semua kejadian diatas menjadi proses yang menyatukan komunitas di gereja lagi. Mereka belajar bagaimana menghadapi perbedaan pendapat, muncul rasa tunduk akan otoritas, tumbuh rasa belas kasihan, bahkan menjadi rendah hati, bukan menjadi pecah atau memisahkan diri. Karena tujuan dari proses tersebut adalah bagaimana kita menjaga keutuhan relasi dan komunitas kita. Seringkali kita tidak sadar bahwa kedewasaan kita juga dilatih dalam relasi dan komunitas, terutama di gereja.
Mari kita berelasi dan berkomunitas yang sehat. Dengan komunitas yang sehat di gereja kita bisa memberikan dampak keluar gereja dan menjadi teladan bagi teman-teman kita di luar gereja.
Oleh: Kevin Eldiwan
GBI Pasir Koja 39 Bandung