Percaya atau tidak, Tuhan Yesus akan datang kembali untuk kedua kalinya ke dalam dunia ini. Ketidakpercayaan kita tidak akan merubah rencana Allah. Kepada murid-murid Tuhan Yesus, malaikat mengatakan bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga” (Kis. 1:10-11).
Kedatangan Kristus yang kedua kali dan peristiwa-perstiwa yang menyatu dengan kedatangan-Nya mempunyai makna yang sangat penting. Janji mengenai kedatangan-Nya yang kedua kali ini menjanjikan puncak kemenangan Tuhan atas kejahatan dan penyempurnaan keselamatan kita.
Mengenai kedatangan-Nya yang kedua, Dia tidak memberitahu waktunya. Buktinya, Dia berkata, “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga juga tidak, dan Anak pun juga tidak, hanya Bapa saja” (Mrk. 13:32). Pertanyaan-pertanyaan ini selalu ditanyakan oleh orang-orang Kristen. Alkitab tidak menentukan saat Kristus kembali. Namun ada tanda-tanda yang mendahului kedatangan-Nya. “Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu “ (Mat. 24:33). Kita sedang hidup di ahir zaman.
Sekalipun saat kedatangan-Nya tidak diketahui (Kis. 1:7), tetapi fakta kedatangan-Nya itu pasti. Fakta-fakta itu antara lain, kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin (Mat.24:12); berbagai kejahatan sehari-hari seperti pembunuhan, perampokan, penggelapan dan korupsi menjadi sangat biasa kita lihat dan dengar akhir-akhir ini. Berbagai bentuk kecanduan dan kehidupan yang tanpa pandang bulu telah merusak kehidupan moral masyarakat. Perceraian, pemerkosaan, penipuan, korupsi dan ancaman-ancaman menjadi berita utama koran-koran setiap hari. Belum lagi bencana alam, peperangan, nabi palsu, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu kita perlu mempersiapkan diri menyongsong hari kedatangan-Nya yang kedua kali ini.
Matius 3:2 “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Bertobat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya, sadar dan menyesal akan dosanya (perbuatan yang salah/jahat) dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatannya; kembali kepada Tuhan atau agama (jalan) yang benar. Dalam kekristenan bertobat artinya proses kelahiran kembali yang dikerjakan oleh Roh Kudus saat seseorang memberi hatinya pada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya (Why.3:20). Ini juga merupakan seruan Rasul Yohanes (Yoh.3:2) dan juga berita utama dari Tuhan Yesus Kristus (Mat.4:17).
Pengkotbah 9:5 Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap. Kesempatan bertobat adalah semasa kita hidup di dunia ini, bukan setelah kita meninggal. Kita bertobat karena Tuhan akan datang. Jika kita tidak mau bertobat maka ini yang akan terjadi, binasa! (…..karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat – 2 Pet. 3:9).
Panjang sabar Tuhan adalah kesempatan kita untuk bertobat, seperti kita perhatikan dalam 2 Petrus 3:15, “Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat…..,”
Sama seperti pada zaman Nuh (Mat. 24:37-42): “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Orang makan minum dan tidak sadar diri dan lingkungan mempengaruhi mereka. Kita harus selalu siap sedia, karena kita tidak tahu saat mana Tuhan akan datang kembali.
Mari kita mempersiapkan diri dengan hidup dalam kekudusan, melakukan apa yang Tuhan kehendaki, tidak menuruti keinginan daging tapi kehendak Allah, sampai akhirnya kita didapati tetap setia. Lukas 18:8 “Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”
Oleh: Indri Haans
GBI Pasir Koja 39 Bandung