Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. – Matius 6:2
Selagi mengikuti sekolah minggu, ada sebuah lagu yang memuat lirik “Upahmu Besar di Sorga”. Lirik ini seringkali terngiang dan menjadi keinginan yang rindu untuk dicapai yaitu memiliki upah yang besar di sorga. Seiring bertambah dewasa, ada pengajaran yang mengajarkan bahwa upah bagi kita tidak hanya di sorga saja melainkan dari sejak di bumi ini. Baik itu upah di sorga maupun di bumi tentu kita menginginkan upah dari Allah bagi kita yang setia mengikuti-Nya. Ibrani 11:6, menyampaikan bahwa Allah memberikan upah bagi mereka yang sungguh-sungguh mencari Dia. Jadi yang terpenting bukanlah kapan upahnya tetapi siapa yang memberinya, kata kunci mengenai upah ialah Allah-lah yang memberikan upah.
Allah dalam memberikan upah dapat melalui berbagai cara dan sarana. Bukan berarti secara magical layaknya di film kartun yang secara tiba-tiba ada peti harta karun turun dari langit. Nope! Bukan seperti itu. Allah dapat memberi upah melalui pekerjaan atau usaha, studi, keluarga, relasi, teman, sahabat, atau bahkan melalui pelayanan. Banyak hal dan banyak cara Allah dapat memberikan upah kepada kita yang bersungguh-sungguh mencari Dia. Namun yang terpenting adalah bahwa Allah-lah yang memberi upah, bukan yang lain.
Ketika kita mencari Allah dengan sungguh-sungguh artinya kita fokus pada Allah dan bukan pada upah. Bila kita berorientasi pada upah, bagaimana mungkin kita akan dapat mencari Allah dengan sungguh-sungguh. Ayat pada awal artikel ini menunjukkan bahwa ada orang-orang yang fokus pada upah seperti yang dilakukan orang munafik. Ketika mereka mencari pujian dari manusia dan mendapatkannya, ya itulah upah mereka. That’s it! Hanya itu saja. Mereka fokus pada upah dan mereka mendapatkannya. Namun, ketahuilah bahwa upah dari Allah jauh lebih besar, lebih hebat dan lebih dahsyat dari yang dapat diberikan manusia atau kita usahakan sendiri.
Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” – 1 Korintus 2:9
Upah yang Allah siapkan dan berikan kepada kita ialah seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 2:9. Luar biasa bukan? Oleh karena itu marilah kita fokus pada Allah bukan mencari upahnya seperti mencari pengakuan dan penghormatan yang berasal dari manusia. Bila fokus kita melayani ialah Allah, maka kita tidak akan mudah untuk sakit hati ketika tidak dianggap dan tidak diperhatikan karena motivasi melayani ialah untuk menyenangkan Allah dan bukan manusia. Dan Allah memberikan upah kepada setiap kita tepat pada waktu-Nya sebab Ia tidak pernah ingkar janji.
Oleh: Ivan Stefanus
GBI Pasir Koja 39 Bandung