Start Up – Memulai Kembali Bersama Tuhan

Sebuah buku yang sangat “renyah”, mudah dicerna, dengan sentilan-sentilan halus yang sungguh mengena ke kehidupan siapa pun yang membacanya.

Begitu kita membuka bab 1, kita secara otomatis akan mengijinkan buku ini untuk men start up mesin waktu dalam kehidupan kita, mengiris slice by slice kehidupan kita dan me reset mindset kita. Bab demi bab mengalir dengan alur yang sederhana, bersambungan dari awal sampai akhir.

Penulis memberikan lima tahapan untuk hidup sebagai orang Kristen: Start up, Wake up, Listen up, Look up dan Move up.

Banyak  perumpamaan-perumpamaan, tokoh-tokoh Alkitab yang kita tahu, namun dengan membaca buku ini kita akan melihat dari sisi lain untuk disandingkan dengan sisi kehidupan kita, dan membuat kita belajar banyak dari hal-hal tersebut. Learn: from simson (tidak mengandalkan kekuatan), from the lost (tidak terpuruk dalam penderitaan dan segera tersadar), from our Master (tidak mendengar dari Iblis atau diri sendiri), from our ancestor (membiasakan diri dengan suara Tuhan sehingga tidak tekelabui dengan suara Iblis). Mendengar suara Tuhan bukan hanya bicara membaca dan menyelidiki Alkitab tetapi firman itu harus hidup dan tinggal dalam kita, menyatu dalam kehidupan kita, menjadi bagian integral dalam kita dan menjadi gaya hidup kita sehingga kita menemukan makna dan tujuan hidup.

Salah satu bagian yang saya suka adalah tentang perumpamaan anak bungsu yang memilih kutuk, merasa benar hidup di dalamnya dan akhirnya terpuruk masuk dalam “kandang babi” penderitaan.

Buku ini disusun dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti, konsep-konsep kekristenan yang kita kenal dipermudah dengan gaya bahasa penulis, contohnya konsep freewill, dipaparkan dengan menceritakan bahwa manusia diperhadapkan pada pilihan berkat dan kutuk (Ul. 11:26-28) dan Tuhan bukanlah pemaksa. Namun ironisnya manusia seringkali memilih kutuk dan celakanya manusia selalu merasa bahwa pilihannya adalah benar, memilih tanpa bertanya Tuhan, tanpa berdoa dan ketika terpuruk kita akan menyalahkan Tuhanlah penyebab segala sesuatunya.

Keywords: Memilih, Belajar, Dengar, Pandang, Mengerti, Bergerak maju.

Oleh: Christofer Tapiheru

 

 

Check Also

Library

KARENA BETHLEHEM

Oleh: Hanan Gandasubrata Karena Bethlehem Kasih Dilahirkan, Harapan Ada Di Sini; Max Lucado, M.A.; Light …