GKPB Fajar Pengharapan , 3 Maret 2018
Global Leader Summit Youth adalah sebuah acara seminar kepemimpinan di kalangan anak muda (Youth) dimana para pemimpin Youth di gereja-gereja bisa bertemu satu sama lain, berbincang, saling bertukar pengalaman dalam bidang pelayanan anak muda. Melalui video conference yang ditayangkan kita bisa belajar soal kemimpinan.
Pembukaan (Ps. Jeffry Kadang – Leader Youth GRABS)
- Bicara soal pemimpin, merekalah anak muda yang akan mempersiapkan itu.
- Kepemimpinan datang bukanlah seperti kita pesan makanan di restoran. Kita duduk diam, menunggu pesanan itu datang. Kepemimpinan bicara soal proses, dimana tak ada kata berhenti dalam belajar, ditempa untuk menjadi seorang pemimpin. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menghasilkan pemimpin.
Session 1 (Sheila Heen) – FEEDBACK
Feedback merupakan relasi anda dengan dunia. Semua orang bergumul dengan feedback terhadap mereka. Pemimpin harus memilih feedback yang baik dan benar.
Sang penerima feedback memiliki kebutuhan (Human Needs) yang namanya “The need to learn to grow and to accepted and love.”
Diharapkan feedback yang dilontarkan oleh seorang pemimpin dapat memenuhi kebutuhan di atas, yaitu membuat mereka bertumbuh, dan membuat mereka diterima dan dikasihi. Feedback memiliki 3 unsur yang disebut unsur ACE, yaitu: Appreciation (penghargaan), Coaching (pembinaan), Evaluation (evaluasi). Feedback seringkali menemukan kendala atas unsur ACE tersebut, yaitu: kurangnya penghargaan, bercampurnya pembinaan dan evaluasi.
Memang feedback itu tidak wajib kita terima, ada batas-batasannya (90% mungkin feedback itu bisa salah, dan 10% feedback itu bisa benar dan membangun hidup). Jadi jangan meremehkan feedback.
Feedback juga bisa menghasilkan berbagai macam reaksi: 1). Truth Triggers – reaksi ini merupakan jenis persepsi yang menimbulkan pikiran seperti “Benar gak sih”, “Apakah Feedback ini benar-benar membantu saya?” , “Saya udah melakukan hal yang benar, tapi kok masih di feedback”? 2). Relationship Triggers – hubungan antara pemberi dan penerima feedback akan terpicu (kebutuhan ingin dihormati antar satu sama lain), 3). Identity Triggers – bicara soal kita akan memikirkan feedback tersebut dalam jangka waktu yang panjang, bahkan mungkin kita bisa terus menerus teringat akan koreksi seseorang atau kita bisa membangun diri kita agar bisa lebih baik.
Feedback juga membutuhkan cermin. Dan ada 2 buah cermin yang dibutuhkan: Support Mirror – cermin yang mendukung si penerima, meskipun kita enggan dengan hasil yang dilakukan dari si penerima dan Honest Mirror – cermin apa adanya.
Kultur organisasi mau berubah? Cobalah dimulai dari pemimpin yang mau menerima feedback. Penerima feedback yang baik akan menjadi pemberi feedback yang baik juga.
Session 2 – Fredrik Harren, CREATIVITY
Kreatifitas dapat didefinisikan dalam sebuah Rumus:
IDEA = P (K + I)
(P = People, K = Knowledge, I = Information)
Setiap orang dapat memberikan ide sesuai kreatifitas masing-masing, hal yang terutama adalah jangan bereaksi salah untuk ide seseorang.
Kreatifitas terhambat oleh kebiasaan yang sering kita lakukan. Ibarat kita sedang berenang di kolam renang yang kosong, dan kita mulai berenang dengan arah yang tidak biasanya. Tiba-tiba kita dimarahi oleh seseorang yang sedang diam di pinggir kolam. Karena orang tersebut TERBIASA berenang dengan arah tertentu yang sudah menjadi kebiasaan.
Pemimpin hendaknya membuat setiap organisasi terinspirasi oleh kreatifitas yang dibuat olehnya. Creation (Kreasi) itu milik-Nya Tuhan. Jangan lupa bersyukur dan jangan menganggap diri kita hebat. Karena melalui kreatifitas, kita hanya menciptakan atau menggabungkan sesuatu dari hal-hal yang sudah Tuhan ciptakan sebelumnya.
Oleh : Kevin Eldiwan
GBI Pasir Koja 39 Bandung