Waspadai Chikungunya

Beberapa minggu terakhir ini, terjadi peningkatan angka kejadian penyakit Chikungunya. Puluhan penduduk di daerah Bogor menderita penyakit Chikungunya dan beberapa mendapatkan komplikasi yang serius. Mari kita mempelajari dengan lebih seksama mengenai penyakit Chikungunya.

Apakah Chikungunya itu?

Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus (genus Alphavirus) yang ditularkan dari manusia ke manusia lain melalui gigitan nyamuk seperti Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nama Chikungunya sendiri berasal dari bahasa Kimakonde yang berarti “menjadi berkerut” hal ini menggambarkan gejala penyakit tersebut yaitu nyeri sendi.

Apa gejala Chikungunya?

Gejala penyakit muncul 4-7 hari setelah gigitan nyamuk. Gejala yang sering muncul antara lain adalah: panas tinggi (sampai dengan 40C), nyeri sendi (punggung, tumit, lutut kaki, jari-jari tangan dan pergelangan tangan), pembengkakan sendi, bintik-bintik merah di tubuh, nyeri kepala, nyeri otot, mual dan lelah

Chikungunya bukanlah penyakit yang berbahaya dan jarang mengakibatkan kematian. Gejala-gejala biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah 2-3 hari. Namun pada beberapa kasus, nyeri sendi bertahan hingga beberapa bulan. Virus tetap berada pada peredaran darah manusia hingga 5-7 hari dan nyamuk yang menggigit penderita chikungunya pada periode ini akan menularkan virus tersebut. Chikungunya memiliki gejala yang sangat mirip dengan Demam Berdarah dan sering kali mengakibatkan salah diagnosa sebagai Demam Berdarah.

Penderita yang berusia di atas 65 tahun dan bayi baru lahir memiliki resiko lebih tinggi terhadap terjadinya komplikasi.

Bagaimana cara mendeteksi chikungunya?

Chikungunya dapat dideteksi dengan menggunakan tes darah. Penderita Chikungunya akan memiliki kekebalan seumur hidup terhadap penyakit ini.

Segera hubungi dokter jika anda menderita gejala-gejala tersebut di atas setelah mengunjungi daerah endemis chikungunya.

Bagaimana pengobatan terhadap Chikungunya?

Hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk mencegah Chikungunya maupun pengobatan untuk penderita Chikungunya.

Prinsip pengobatan chikungunya adalah mengobati gejala: istirahat cukup, minum cukup cairan untuk mencegah dehidrasi, obat-obat penghilang sakit harus dikonsumsi menurut petunjuk dokter, karena ada beberapa obat penghilang sakit yang akan meningkatkan resiko perdarahan.

Bagaimana pencegahan chikungunya?

Pencegahan yang terbaik adalah mencegah gigitan nyamuk. Cegah dengan menggunakan lotion anti nyamuk, dan kendalikan sarang nyamuk di dalam dan di luar rumah. Jangan membiarkan air tergenang di sekitar rumah. Air tergenang adalah tempat yang baik bagi nyamuk untuk bertelur. Kuras tempat penampungan air sekali seminggu. Kosongkan tempat-tempat yang memungkinkan iar tergenang seperti ember, mainan, kolam renang, minuman hewan peliharaan, pot bungan dan tempat sampah.

Chikungunya dapat dicegah. Lakukan usaha pencegahan sedini mungkin sehingga Anda dan keluarga terhindar dari penyakit ini. Tuhan memberkati.

Oleh: Hanna, dr., M.Kes., PhD

Check Also

Kesehatan April 26 copy

ASAM LAMBUNG NAIK,TERASA TERBAKAR & NYERI DI DADA : Keluhan Sepele Yang Tidak Boleh Diabaikan

Oleh: Andreas Adiwinata, dr., M.Biomed Banyak orang pernah merasakan sensasi panas di dada setelah makan, …