Apa yang dimaksud dengan flu Singapura?
Sering juga disebut dengan penyakit Hand, Foot and Mouth Disease adalah salah satu jenis flu yang dapat menimbulkan kematian. Flu ini patut diwaspadai karena dapat menimbulkan radang otak (meningitis) jika penderitanya terkena virus yang memiliki virulensi (kemampuan virus menyebabkan penyakit) tinggi. Penyebab flu Singapura yang sering dijumpai di Indonesia adalah tipe Coxsackie A dan Coxsackie B yang lebih ringan daripada yang ditemukan di negara lain.
Apa gejala dari flu Singapura?
Seperti gejala flu pada umumnya yaitu batuk, pilek dan demam. Namun gejala yang lebih spesifik yaitu setelah anak menderita demam sekitar 2-3 hari, akan muncul ruam merah dan lesi-lesi berair seperti cacar di sekitar mulut, lidah, tenggorokan dan pipi juga di daerah bokong, selangkangan, tangan dan kaki (pada bayi).
Mengapa flu Singapura sering menyerang bayi dan anak? Kemungkinan berhubungan dengan daya tahan tubuh pada usia tersebut masih rendah. Selain itu pada usia ini belum sanggup menjaga diri dari kontak penderita flu Singapura. Biasanya penyakit ini terjadi pada anak usia 1 – 5 tahun, namun bisa juga terjadi sampai usia 10 tahun (bahkan orang dewasa pun bisa terjangkit penyakit ini jika daya tahan tubuhnya tidak baik).
Sayangnya, penyakit ini belum memiliki antivirus atau obat antibiotiknya. Dengan kata lain, yang bisa mengatasinya adalah tubuh kita sendiri. Tubuh kita bisa memerangi virus ini dalam kurun waktu 7 – 10 hari. Setelah itu penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya.
Bagaimana cara pencegahan agar tidak tertular flu Singapura?
- Menjaga kebersihan perorangan,seperti rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun (sebelum dan sesudah makan, sesudah buang air kecil/besar)
- Berikan asupan gizi yang cukup pada anak.
- Memberikan ASI eksklusif hingga 6 bulan dan meneruskan hingga 2 tahun.
- Tetap memberikan vaksinasi pada anak (walaupun vaksinasi flu Singapura belum ada) agar daya tahan anak tetap kuat.
Selain itu, berikanlah obat-obatan sesuai gejala yang muncul. Misalnya, jika anak demam berikanlah obat demam, kalau nyeri berikan obat nyeri. Jika anak sudah bisa kumur-kumur, berkumurlah dengan air garam atau cairan kumur antiseptik. Usahakan pula anak tetap makan dan minum yang banyak. Berikan makanan yang lunak, mudah ditelan, kalau bisa tidak perlu dikunyah, dan hindari makanan yang asam. Berikan juga makanan yang sifatnya dingin seperti buah-buahan, puding, jeli.
Pencegahan dari Rumah
- Ketika anak Anda menderita flu Singapura, usahakan isolasi ia dari lingkungan rumah dan luar.
- Ajarkan anak untuk menutup mulutnya dengan masker, saputangan, atau tisu ketika batuk atau bersin. Percikan cairan atau ludah yang keluar dari mulutnya bisa menulari orang sekitar melalui makanan dan udara.
- Virus ini juga bisa menular melalui kotoran. Oleh karena itu, ketika anak usai buang air besar atau ibu membersihkan popok bayinya (yang menderita flu Singapura) segeralah mencuci tangan dengan bersih agar tidak menyebarkan virus itu ke sekitarnya.
- Pernyataan yang mengatakan penderita flu singapura tidak boleh terkena angin dan mandi hanyalah mitos.
- Penyakit yang sering melanda daerah tropis dan selalu ada di sepanjang tahun ini memang biasanya timbul secara berkelompok. Misalnya di suatu sekolah ada satu anak yang menderita flu Singapura yang tanpa disadari menulari teman-temannya. Bisa jadi lesinya pecah dan cairannya mengontaminasi meja. Tanpa sengaja meja tadi tersentuh oleh temannya yang lain. Di situlah penularan itu terjadi. Hal inilah yang menjadi pemicu wabah flu singapura. Cara mengatasinya mudah sekali, anak-anak yang positif mengidap penyakit ini tidak bersekolah dulu hingga benar-benar sembuh.
Oleh: Zeffry, dr.
GBI Pasir Koja 39 Bandung