Mencermati Resensi Rick Warren dalam bukunya: The Purpose Driven Life (Hidup Yang Digerakkan Tujuan), maka dapat ditarik beberapa kesimpulan penting bagi gereja-Nya:
Pertama, Allah yang mengawali semua kehidupan. Tujuan hidup kita bukan berpusat pada diri kita sendiri, melainkan pada Tuhan, sang pencipta telah menentukan tujuan hidup kita, bahkan sebelum kita dilahirkan. Jadi, adalah sia-sia jika kita hanya memandang sebuah tujuan dari sudut pandang kita sendiri, sebab “Segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia ” (Kolose 1:16b).
Kedua, Eksistensi kita di dalam dunia bukan suatu kebetulan. Alkitab menyatakan, “Beginilah firman Tuhan yang menjadikan engkau , yang membentuk engkau sejak dari kandungan”(Yes. 44:2). Maka, realita itu menggambarkan, bahwa kita ada karena Allah menghendaki dan menginginkan kita ada, bukan sekadar suatu kebetulan semata.
Ketiga, Apa mekanisme yang Menggerakkan Kehidupan kita?. Karena sebenarnya hanya Allah satu-satunya yang seharusnya menjadi penggerak dalam kehidupan kita. Dan hanya Dialah sumber dari tujuan hidup kita.
Keempat, Tercipta untuk suatu Kekekalan. Nilai-nilai yang selama ini kita asumsikan-pun akan berubah. Kekayaan, kekuasaan, materi adalah hal sia-sia, karena nilai yang paling berharga dan kekal adalah hidup bersama Allah dalam Yesus Kristus. Dengan pemahaman seperti ini, kita akan tahu tujuan hidup kita selama ini hanyalah semu bukan benar-benar berlandaskan hidup kekal.
Kelima, Melihat hidup dari kaca mata Allah. Alkitab memberikan tiga jawaban bagaimana pola pandang Allah mengenai kehidupan. 1) kehidupan adalah sebuah ujian. 2) kehidupan adalah sebuah kepercayaan. Allah memberikan kita kepercayaan terhadap seluruh isi bumi. Apakah kita dapat setia dalam kepercayaan kita pada-Nya atau tidak (Lukas 16:10a). Dan 3) kehidupan adalah terminal perjalanan hidup sementara.
Keenam, Kehidupan Adalah Suatu Penugasan Sementara. Kehidupan kita di bumi singkat & hanya sementara, Sorga potensial bagi hidup kekal. Karena sorga yang tidak kelihatan menjadi perhatian utama bagi umat-Nya dalam Kerajaan Allah (2 Korintus 4:18).
Ketujuh, Allah adalah Alasan untuk Segala Sesuatu. Alkitab menegaskan “Sebab segala sesuatu berasal dari Allah, segala sesuatu hidup oleh kuasa-Nya dan segala sesuatu itu untuk kemuliaan-Nya” (Rom. 11:36).
Kedelapan, Kehidupan Dirancang untuk Kesenangan Allah. Hidup yang digerakkan oleh tujuan, menyimpulkan bahwa kita diciptakan untuk kesenangan-Nya, bukan kesenangan kita pribadi. Allah menciptakan segala sesuatu untuk kesenangan-Nya, agar kita menyembah-Nya sepanjang waktu, sehingga ketika Kristus disenangkan, maka akan banyak orang datang menyembah-Nya.
Oleh: Pdt. A.L. Jantje Haans
GBI Pasir Koja 39 Bandung