Tuhan Tak Pernah Berhutang

Rumah adalah kebutuhan mendasar dan impian bagi semua orang khususnya yang sudah berkeluarga begitu juga dengan keluarga kecil kami. Sebenarnya kami sudah lama menginginkan sebuah rumah, setelah beberapa tahun menikah. Sering kami melihat-lihat dan survei rumah baik di komplek maupun rumah non komplek, tetapi kami cukup tahu diri dengan penghasilan dan tidak punya nyali untuk melangkah dengan iman. Akhirnya niat serius itu muncul dari istri saya, dia mendorong saya untuk serius mencari rumah walau pun kami belum memiliki cukup uang. Bahkan untuk DP rumah pun jauh dari kata cukup. Tahun 2012 kami melangkah dengan iman melalui benih sulung walaupun berat buat kami tetapi kami memberikannya dengan sukacita. Kami juga selipkan harapan  dalam doa  di amplop benih sulung itu bahwa kami merindukan memiliki sebuah rumah, setelah sebelumnya kami juga mendapatkan sebuah mobil kecil dari jawaban doa melalui persembahan benih sulung ini. Kami sering berdiskusi untuk meyakinkan dan memeriksa hati kami bahwa pemberian kami ini tulus bukan ‘sogokan’ agar Tuhan menjawab doa kami.

Puji Tuhan pada pertengahan tahun 2014, Tuhan buka jalan dan memberikan kemudahan-kemudahan dalam mendapatkan rumah impian kami. Dia menyediakan dana yang kami butuhkan mulai dari uang muka sampai renovasi rumah sesuai dengan yang kami rancangkan dengan cara yang ajaib. Puji Tuhan dalam 3 tahun ini bisnis otomotif klasik yang saya geluti selama ini mengalami terobosan. Saat ini, ketika kami melihat tahun-tahun yang kami lewati, kami hanya bisa terkagum-kagum dan bersyukur. Kalau bukan Tuhan yang membuat semuanya ini, tidak mungkin ini akan terjadi. Dia membuktikan dan kami melihat serta mengalami sendiri bahwa Tuhan tidak pernah berhutang bahkan Dia memberikan lebih dari yang kami bayangkan. Sesuai dengan ayat favorit kami:

“Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia. (1 Kor: 2:9 ).

Mari kita mencintai Tuhan lebih lagi, jangan ragu untuk mempersembahkan perpuluhan dan benih sulung serta memberi dengan sikap hati yang benar, yang tulus dan sukacita karena itulah yang akan menjadi korban yang harum dan menyenangkan hati Tuhan.

“Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.” (Amsal 3:9-10 ).

Oleh: Josafat Yohan

 

Check Also

kesaksian

MAMA SHELLA

Kesaksian kali ini datang dari seorang ibu yang akrab dipanggil dengan Mama Shella, karena bagi …